Keutamaan Hari Jumat

Keutamaan Hari Jumat

Homiers, tau gak hari Jum’at adalah hari istimewa bagi kita umat muslim, kenapa? Karena ada beberapa keutamaan-keutamaan serta amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at ini. Semoga dengan kita memahami keutamaannya, kita bisa lebih bersemangat untuk memaksimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari itu, dan bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut ya Homiers.

Keutamaan Hari Jum’at antara lain:

  • Hari paling utama. Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain: Allah menciptakan Nabi Adam AS dan mewafatkannya, Nabi Adam AS dimasukkan ke dalam surga, Nabi Adam AS diturunkan dari surga menuju bumi, dan terjadinya kiamat.
  • Hari bagi kaum muslimin. Hari Jum’at adalah hari berkumpulnya umat Muhammad SAW dalam masjid-masjid yang besar untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah jum’at yang berisi wasiat taqwa dan nasehat-nasehat, serta do’a.
  • Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari. Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.” (HR. Ahmad)
  • Waktu yang mustajab untuk berdo’a. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari jum’at lalu beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim)
  • Dosa-dosanya diampuni antara jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya. Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.”(HR. Bukhari)

Kemudian mengenai amalan- amalan yang disyari’atkan pada Hari Jum’at adalah :

  • Memperbanyak shalawat. Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata, “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih)
  • Membaca surat Al Kahfi. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
  • Memperbanyak do’a (HR Abu Daud poin 4b.)
  • Amalan-amalan shalat jum’at (wajib bagi laki-laki). Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian., berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at, diam mendengarkan khatib berkhutbah, memakai pakaian yang terbaik, melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.

Homiers, setelah membaca artikel tersebut semoga kita bisa mendapat manfaat yang lebih besar dengan menambah amalan-amalan ibadah yang disyari’atkan. Sungguh begitu banyak jalan agar kita bisa meraup pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal perjalanan kita di akhirat kelak. Wallahu a’lam.

sumber : muslimah.or.id

Share
Share