Wisata Malam di Kota Jogjakarta

Wisata Malam di Kota Jogjakarta

Homiers, berlibur ke kota Jogjakarta kurang lengkap jika Homiers belum mengunjungi berbagai tempat wisata Jogja di malam hari. Berikut alternatifnya, yuk disimak :

  • Tugu Jogja

Tugu Yogyakarta adalah landmark kota Jogjakarta yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, setahun setelah didirikannya Kraton Jogja. Digunakan sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi dan menghubungkan dengan pantai Selatan. Tugu Jogja ini sekarang merupakan salah satu objek pariwisata dan sering dijadikan obyek foto oleh para wisatawan. Tugu akan sangat indah dinikmati sore hingga malam hari saat bermandikaan cahaya dari lampu sorot yang menghiasi bangunan tersebut. Lebih menyenangkan sambil menikmati makanan dan jajanan di sekitar Tugu. Berwisata ke Jogja belum lengkap rasanya jika belum menyentuh Tugu Jogja.

  • Alun-alun Kidul (Selatan) / Alkid

Alun-alun Kidul (Selatan) atau sering disebut Alkid adalah alun-alun di bagian Selatan Keraton Yogyakarta. Di tengah-tengah alun-alun terdapat sepasang pohon beringin dimana para pengunjung alkid biasanya bermain masangin. Mitos yang dipercaya turun temurun bahwa orang yang berhasil melakukan masangin, yaitu berjalan melewati di antara dua beringin tersebut dengan mata tertutup adalah orang berhati bersih dan permohonannya akan dikabulkan serta akan mendapat berkah. Kegiatan lain yang bisa dikalukan adalah bermain sepeda/ mobil-mobilan hias lampu, cukup dengan biaya sekitar Rp 20.000,- bisa menyewa sepeda dan mobil-mobilan keliling alkid. Berbagai macam kuliner juga bisa dinikmati Homiers seperti wedang ronde, bajigur, jagung bakar, dll dengan harga yang terjangkau.

  • Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana merupakan sebuah pagelaran yang menggabungkan antara seni drama dan seni tari dengan iringan musik tradisional Jawa. Sendratari Ramayana pada intinya mengisahkan cinta antara Rama dan Sinta, angkara murka sang Rahwana, serta kesetiaan dan keberanian Hanoman. Seluruh cerita disuguhkan dalam rangkaian gerak tari yang dibawakan oleh para penari yang rupawan dengan diiringi musik gamelan. Homiers diajak untuk benar-benar larut dalam cerita dan mencermati setiap gerakan para penari untuk mengetahui jalan cerita. Gerakan para penari menyatu dengan iringan gamelan Jawa. Tak ada dialog yang terucap dari para penari, satu-satunya penutur adalah sinden yang menggambarkan jalan cerita lewat lagu-lagu dalam bahasa Jawa didukung oleh pencahayaan yang bagus mampu menggambarkan kejadian tertentu dalam cerita. Selain menari, para pemain juga menyuguhkan gerakan berupa akrobat dan bermain bola api.

  • Taman Pelangi

Sebuah taman yang dihiasi dengan lampu-lampu dan lampion ini berada si depan Monumen Jogja Kembali, sangat cocok jika Homiers mengajak anak atau saudara yang masih kecil, karena keindahan lampu dan lampion sangat indah untuk diminati dengan aneka bentuk dan warna mulai dari flora, fauna, tokoh-tokoh kartun Jepang dan Disney, bahkan wajah-wajah para pemimpin negara, yang juga terbuat dari lampion. Penataannya pun bervariasi, ada yang seperti ditanam di dalam tanah, menempel di dinding, bergantungan, atau berbaris seperti prajurit berjajar rapi.

  • Bukit Bintang

Hargodumilah atau sering disebut Bukit Bintang terletak di jalan Jogja-Wonosari km 16 Pathuk Gunungkidul. Pemberian nama bukit bintang ini karena dari sini jika di malam hari memandang kota Jogja akan terlihat lampu rumah-rumah bersinar dari kejauhan seperti bintang bertaburan berpadu dengan langit malam yang memang penuh bintang. Hal itu membuat pemandangan kota Jogja tampak menyatu antara langit sampai batas cakrawala terlihat begitu indah. Warung-warung kecil sampai restoran dengan nuansa romantis berjejer di jalan tersebut. Sangat cocok bagi Homiers yang ingin mencari ketenangan dengan rekan-rekan, pasangan, ataupun keluarga dengan duduk-duduk, menikmati minuman dan jajanan sambil memandangi keindahan kota Jogja dari kejauhan.

Demikian beberapa alternative tempat wisata yang bisa Homiers coba kunjungi, semoga bermanfaat sebagai panduan wisata Homiers selama di Jogja ūüôā

Share
Share