Kuliner Khas Gunung Kidul

Kuliner Khas Gunung Kidul

Homiers, kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta selain terkenal akan keindahan wisata pantainya, ternyata disana juga terkenal akan kuliner-kuliner yang khas daerah Gunung Kidul. Mau tau apa aja?

  • Nasi Merah/ Sego Abang

Nasi merah atau sego abang merupakan hasil produk pertanian di ladang tadah hujan seperti dikawasan Gunung Kidul. Di wilayah yang curah hujannyan rendah dan tananhnya berbatu, hanya padi tadah hujan yang tumbuh subur. Sebagian dari jenis padi tadah hujan tersebut menghasilkan nasi berwarna merah dengan cita rasa unik, yaitu tidak lembek dan gurih.

Berbeda dengan nasi putih yang matang hanya dalam setengah jam, nasi merah baru siap dihidangkan seelah dimasak selama sekitar 45 menit. Menu tambahan wajib Sego Abang adalah sayur lombok ijo. Sayur ini kaya dengan kuah santan dan potongan cabai hijau yang dipadukan dengan tempe.

Warung yang terkenal menyajikan nasi merah paling enak adalah Pari Gogo di Desa Jirak, Jakan Wonosari-Semanu. Warung sederhana berdinding bilik bambu tersebut punya balai-balai bambu untuk makan sambil lesehan. Suasana bersantap jadi lebih akrab dengan pemandangannya alam pedesaan.

  • Belalang goreng

Belalang atau dalam bahasa Jawa disebut walang dianggap sebagai serangga untuk pakan burung atau hama yang sering merugikan petani. Tetapi di kawasan Gunung Kidul, belalang kayu menjadi makanan yang kaya akan gizi.

Belalang goreng yang merupakan makanan khas Gunung Kidul ini memiliki rasa yang hampir sama dengan udang goreng. Belalang goreng dengan dengan racikan bumbu tumbar, bawang putih, bawang merah, garam dan gula merah menghadirkan sensasi rasa gurih dan lezat.

Belalang goreng ternyata tidak hanya digemari oleh masyarat Gunung Kidul, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah yang berkunjung ke Gunung Kidul.

Belalang goreng ini dapat ditemui di sejumlah warung makan atau dipusat penjualan oleh-oleh, pasar-pasar tradisional, dan supermarket-supermarket di Gunung Kidul.

  • Gatot dan tiwul

Singkong dan Gunung Kidul mempunyai hubungan erat. Bahkan, ada suatu masa dimana masyarakat Gunung Kidul menjadikan singkong sebagai makanan pokok.

Setelah nasi menggantikan makanan pokok mereka, makanan berbahan singkong seperti gatot dan tiwul tetap menjadi makanan yang dirindukan.

Namun sekarang makanan tradisional gatot dan tiwul sudah dikenal oleh masyarakat luas. Makanan khas Gunung Kidul tersebut bahkan tidak lagi dianggap murahan namun sudah menjadi makanan berkelas dengan berbagai kemasan. Di pasar-pasar tradisional gatot dan tiwul mudah ditemukan. Salah satu penjual gatot tiwul yang terkenal adalah Yu Tum. Yu Tum menjual banyak varian tiwul. Yakni tiwul rasa keju, pisang, coblong atau gula, nangka, cokelat, dan orisinil.

Adapun, yang berbeda dari tampilan keduanya yaitu gatot berwarna cokelat kehitaman dan tiwul berwarna coklat, berbentuk butiran yang dipadatkan, dan terasa manis. Dua-duanya lezat disantap dengan kelapa parut, bersama secangkir kopi.

Nah Homiers yang akan atau sedang berkunjung ke Gunung Kidul jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas Gunung Kidul.

Dari berbagai sumber

Share