Ternyata Ada 7 Bisnis Yang Sukses Di Berbagai Negara Tetapi Belum Ada Di Indonesia

Ternyata Ada 7 Bisnis Yang Sukses Di Berbagai Negara Tetapi Belum Ada Di Indonesia

Penasaran Bisnis – Bisnis Yang Sukses Di Berbagai Negara Tetapi Belum Ada Di Indonesia. Mari simak ulasannya 

 

Bagi anda yang sudah bosan di dunia kerja sebagai seorang pegawai, karyawan, atau bawahan,  mungkin memerlukan sebuah inspirasi lagi entah dari mana saja agar bisa menghilangkan kebosanan itu. Lebih ekstrim kali ini disarankan saja membuka usaha sendiri, karena percuma saja bekerja dengan rasa bosan kepada orang lain. Memulai sebuah bisnis sendiripun ternyata ada tantangannya tersendiri, misalnya saja bingung memulai bisnis apa dan dari mana. Kali ini akan dibeberkan 7 bisnis yang sukses di berbagai negara tetapi belum ada di Indonesia, sehingga layak sekali untuk dicoba di Indonesia.

  1. Bisnis pacar sewaan
    Bisnis ini nampaknya sangat familiar dengan yang masih single atau jomblo. Untuk sekedar hangout keluar, kebanyakan yang tidak memiliki pasangan merasa minder jika harus jalan sendiri, apalagi ketika menghadiri sebuah acara pesta di tempat kerabat. Oleh karena itu kebanyakan memilih menyewa pacar sebagai pendamping agar pelaku menjadi lebih percaya diri. Peluang pacar sewaan ternyata sukses di sebagian besar negara maju. Bagaimana jika diterapkan di Indonesia?
  1. Bisnis ayam sewaan
    Bisnis ini terdengar sedikit lucu bagi kita di Indonesia. Apa istimewanya menyewa ayam dan siapa juga yang butuh? Di Amerika bisnis ini cukup berkembang, dimana para penyewa umumnya melakukan sebuah eksperimen, misalnya ingin beternak ayam petelur. Dari sepasang ayam yang disewa itu dapat mereka jadikan simulasi bagaimana menjadikan sebuah bisnis dengan bahan pokok ayam. Asalkan ayam tidak sampai mati, setelah bosan ayam bisa dikembalikan, sehingga bagi penyewapun lebih aman daripada membeli ayam yang harganya jauh lebih mahal. Apakah bisnis ini kalau di terapkan di Indonesia bakal berhasil?
  1. Bisnis jasa Hangover Helpers
    Bisnis ini kebanyakan berkembang di negara-negara liberal, karena terkait dengan gaya hidup mereka. Pada dasarnya bisnis jasa ini melakukan bantuan terhadap seseorang selepas pesta. Karena gaya hidup yang bebas membuat seseorang berpesta sampai mabuk-mabukan dan setelahnya tidak bisa membereskan apa-apa saja yang berantakan. Petugas pembantu ini biasa sudah dihubungi dulu sebelumnya dan diberitahu kapan harus bekerjanya. Sepertinya bisnis ini tidak cocok diterapkan Indonesia ya?
  1. Bisnis udara segar
    Tidak semua wilayah di dunia memiliki udara bebas yang bersih. Sebagian besar wilayah yang udaranya sangat kotor biasanya berada di kota-kota besar yang disitu terhadap pabrik-pabrik penyebab polusi udara. Misalnya saja di salah satu wilayah di China, bisnis ini terbilang laku keras, karena memang kebutuhan udara bersih disana sangat penting. Jika di Indonesia, misalnya di Jakarta, sepertinya bisnis ini bisa berkembang bukan?
  1. Bisnis jual-beli cincin bekas pertunangan
    Di luar negeri istilah gagal tunangan atau gagal menikah adalah hal yang sudah sering. Hal itu memang selalu karena banyak hal. Seseorang yang pernah mengalami hal tersebut ternyata malah menemukan peluang untuk menciptakan market sendiri terkait jual-beli cincin tunangan bekas. Harga cincin yang baru tentunya sangat mahal, tetapi setelah dijual harganya menjadi anjlok, sehingga sebagian besar orang mulai berfikir untuk membeli yang bekas saja dengan asumsi juga sama saja kualitasnya. Bagaimana jika kita memulai menciptakan market ini di Indonesia?
  1. Bisnis pengiriman rasa simpati berbentuk makanan sehat
    Mengirim ucapan simpati dengan karangan bunga sudah menjadi hal biasa dan mainstream. Belum lama berkembang pengiriman makanan sehat sebagai bentuk rasa simpati seseorang kepada orang lain. Ternyata budaya baru yang dicobakan ini direspon baik dan menjadi peluang bisnis tersendiri. Saat ini, bisnis seperti ini sudah berkembang pesat baik di negara maju maupun berkembang. Akankah peluang ini cocok di Indonesia?
  1. Bisnis penyewaan Anger Room
    Marah adalah suatu hal yang sangat sulit manusia kendalikan, apalagi ketika sedang khilaf. Di negara-negara lain selain Indonesia ternyata sudah ada bisnis penyewaan Anger Room atau ruang untuk meluapkan amarahnya. Di dalam ruang itu penyewa dibiarkan menyendiri dan bebas merusak apa saja yang ada di dalam ruangan hingga amarahnya mereda. Bisnis unik ini ternyata juga cukup sukses di banyak negara. Mungkinkah bisnis ini juga cocok di Indonesia?
Share
Share