Ingin Tetap Berbisnis Saat Pensiun? Pertimbangkan 3 Hal Ini

Ingin Tetap Berbisnis Saat Pensiun? Pertimbangkan 3 Hal Ini

Bagaimana Tetap Berbisnis Saat Pensiun ?

Masa pensiun adalah masa beristirahat dari pekerjaan utama yang selama ini dilakukan, baik sebagai pegawai maupun wirausahawan. Jika anda sebagai pegawai tentunya tetap memiliki tunjangan uang pensiun walaupun tidak seberapa. Jika anda seorang wirausahawan maka pastinya di masa pensiun harus sudah bisa santai mengurus usahanya. Untuk itu, usahanya harus sudah mencapai level usaha yang dikatakan bonafit.

Tidak semua orang seberuntung sebagai pegawai yang memiliki tunjangan pensiunan yang mumpuni ataupun wirausahawan yang memiliki usaha bonafit. Sebagian besar orang mulai berpikir dan mencari alternatif dalam memenuhi kebutuhan saat pensiun tiba. Salah satu yang paling banyak terpikirkan adalah tentang bisnis. Bisnis yang diharapkan tentunya adalah bisnis yang bisa santai untuk dikerjakan tetapi juga hasilnya mumpuni. Jika anda termasuk dari sebagian orang tersebut, maka beruntung telah menemukan tulisan ini. Berikut adalah 3 hal yang layak dipertimbangkan untuk tetap berbisnis saat pensiun.

  1. Jenis Bisnis

Pilihlah jenis bisnis yang anda tidak perlu repot melakukan banyak hal agar sukses. Salah satu yang tepat dipilih adalah bisnis investasi dan bagi hasil. Alternatif lain adalah dengan bermitra kepada pihak yang profesional dan terpercaya, misalnya dalam waralaba guest house yang dikelola oleh Simply Homy. Dalam berbisnis di masa pensiun bersam simply homy, anda hanya tinggal mendapat passive incomenya saja.

  1. Cara Melakukan Bisnis

Seperti yang disebutkan sebelumnya, masa pensiun adalah masa beristirahat dari bekerja keras. Untuk itu, bisnis yang dipilih sebaiknya bisnis yang santai yaitu jualan di rumah, menyewakan kendaraan atau rumah, menjadi tuan tanah dan ladang, ataupun sekali lagi bergabung dengan bisnis waralaba guest house bersama Simply Homy yang jelas manajemen penuh berada di Simply Homy. Bisnis-bisnis tersebut memang tergolong santai, maka pilihlah yang paling enak dan nyaman untuk dikerjakan.

  1. Keuntungan dan Resiko Bisnis

Tidak melulu membahas bisnis yang santai, namun juga perlu memikirkan untung ruginya. Setiap bisnis memang ada resiko, akan tetapi kita bisa memilih yang paling sedikit ataupun meminimalis resiko yang ada. Misalnya diambil contoh ada perusahaan bernama Simply Homy yang sudah berpengalaman dan sudah berkembang besar di Indonesia, tentunya dengan bergabung di dalam usaha waralaba guest house bersama pihak tersebut akan lebih aman dan menguntungkan. Selanjutnya jika membicarakan seberapa untung, maka contoh perusahaan tersebut insya Allah bisa menjadikan aset anda lebih produktif dan berprofit besar, mengingat kapasitas dan manajemen perusahaan yang memang sudah terkenal handal. Kembali kepada anda, pertimbangan-pertimbangan ini layak diperhitungkan. Salam sukses!

Share