Tips Membangun Sistem Manajemen Jaringan Bisnis Franchise Yang Baik

Tips Membangun Sistem Manajemen Jaringan Bisnis Franchise Yang Baik

Jaringan bisnis franchise akan lebih baik apabila sebagai franchisor, tentunya menginginkan franchisee yang semakin banyak. Banyaknya franchisee yang tergabung ke dalam sistem menjadi indikasi bahwa bisnis franchise yang dikembangkan memang profitable dan sustainable. Banyaknya franchisee juga mengindikasikan kepercayaan dari para investor terhadap bisnisnya. Namun begitu, ternyata ada tantangan tersendiri bagi franchisor terkait banyaknya franchisee yang ada, yaitu bagaimana menjamin semua franchisee dapat menjalankan bisnisnya dengan baik tanpa ada yang keluar dari sistem.

Kunci sukses bagi franchisor yang berkembang besar adalah bukan sekedar menjual merk dagang tetapi juga menjual dan mendoktrinkan sistemnya. Sistem disini mencangkup semua lini bisnis waralaba yang bersangkutan dan bersifat fundamental, sehingga apabila ada yang keluar dari sistem berarti juga sudah keluar dari brand yang dipakai. Untuk menjamin hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, maka berikut tips membangun sistem manajemen jaringan bisnis franchise yang baik.

  1. Himpun permasalahan dan selesaikan menyeluruh.
    Pada bisnis yang besar sering kali terjadi masalah di tiap-tiap bagian bisnis, dalam hal ini bisnis yang dijalankan investor. Tak perlu menyelesaikan masalah tersebut satu persatu di setiap gerai atau outlet. Cukup himpunlah dulu permasalahan-permasalahan sejenis yang sudah terjadi, lalu berikan solusi yang matang secara menyeluruh.
  1. Usahakan jangan ada yang dirugikan.
    Prinsip waralaba yang tersistem adalah harus saling menguntungkan satu sama lain, sehingga masing-masing bisa dan mau bertahan di dalam bisnisnya. Jangan sampai ada salah satu pihak yang dirugikan. Jikalau ada, pasti akan membuat pihak yang dirugikan mencari kelemahan sistem untuk menutup kerugian yang diderita, sehingga hal itu justru akan menggerogoti bisnis waralaba dari dalam.
  1. Tegas dalam menerapkan sistem dan aturannya.
    Sistem yang dibangun pada dasarnya adalah untuk memastikan kesuksesan bersama, sehingga franchisor harus bisa menegaskan sistemnya untuk dipatuhi para mitra kerjanya. Kepatuhan terhadap sistem juga akan menjamin kestabilan bisnis, karena bisnis yang sudah memiliki jaringan yang besar akan lebih rentan untuk lepas jika tidak ada ketegasan dari pusat, dalam hal ini pihak franchisor.
  1. Lakukan supervisi secara berkala.
    Melakukan kontrol dan monitoring secara berkala juga penting dilakukan untuk mencegah dan mengetahui sedini mungkin hal-hal abnormal yang terjadi di setiap gerai atau outlet. Dari sini akan kelihatan seberapa bagus sistemnya sudah berjalan selain menjadi bagian dari perhatian franchisor kepada franchisee agar bisnisnya terus maju dan berkembang.
  1. Gunakan teknologi.
    Makin besar jaringan yang terbentuk, maka akan semakin susah untuk memanajemen setiap hal yang diperlukan apabila dilakukan dengan cara-cara biasa atau manual dari manusianya itu sendiri. Untuk itu, gunakan teknologi informasi yang sudah berkembang di jaman ini agar mempermudah dan mempercepat proses manajemen jaringan franchise ini. Optimalkan penggunaan teknologi untuk misalnya kontroling gerai atau outlet, pembuatan laporan keuangan, transaksi penjualan, sistem order, menghimpun stok barang, dan lain sebagainya.

Recommended for you

Share