Ternyata Beginilah Sistem Waralaba Syariah

Ternyata Beginilah Sistem Waralaba Syariah

Waralaba syariah itu sistem yang bagaimana? Itulah pertanyaan yang biasanya ditanyakan oleh oleh orang yang mencoba untuk berbisnis waralaba yang aman. Memiliki impian menjadi pengusaha sukses tentulah ada di setiap benak para pengusaha. Mencoba berbagai upaya tentu akan dilakukan demi tercapainya kesuksesan yang diimpikan masing-masing pengusaha. Dimulai dari kiat mempelajari kisah-kisah pengusaha sukses yang lain hingga kiat mencoba sendiri berbagai bisnis yang memiliki peluang tertentupun dilakoni juga. Ujung-ujungnya, suatu saat akan mencapai pada tempat dimana anda cocok dengan bisnis yang dijalankan, sehingga mimpipun menjadi sukses terwujud.

Di antara kiat menjadi pengusaha sukses ialah dengan mengikuti program bisnis waralaba atau franchise dari pihak tertentu. Dengan mengikuti bisnis tersebut, sekejap Anda dapat memiliki unit usaha yang sudah teruji keberhasilannya dan memiliki merek yang sudah terkenal, sehingga bisa langsung dijalankan usahanya. Dengan mengikuti sistem dari waralaba tersebut, seakan Anda telah memangkas waktu perjalanan, karena secara instan Anda memiliki unit usaha yang dikenal luas di masyarakat, sehingga efeknya mudah mendapatkan pasar. Belum lagi dari franchisor terkadang juga akan memberi dukungan promosi, pendampingan, hingga bantuan teknis lainnya agar bisa memastikan usaha Anda berjalan lancar dan sukses.

Nah, sebagai umat islam, sudah tentu kita perlu meninjau apakah bisnis waralaba menggunakan sistem yang syari’ atau tidak. Dalam waralaba sendiri pasti terkait dengan hal-hal seperti kekayaan intelektual, pembagian keuntungan, dan kepemilikan unit usaha. Kesemuanya itu perlu sebuah perjanjian tunggal dalam satu akad, misalnya menyewa sebuah nama Simply Homy untuk dipakai sebagai brand Guest House dengan segala sistem yang ada selama kurun waktu 5 tahun. Jadi tidak boleh jika itu waralaba syariah si franchisor masih meminta hasil keuntungan ketika franchisee menjalankan usaha menggunakan brand Simply Homy.

Berbeda ketika franchisee ingin lebih instan lagi, maka franchisor boleh menawarkan perjanjian tunggal lagi dalam satu akad untuk mengelola bisnis yang sudah disewa tadi, sehingga terjadilah ada dua perjanjian, yang satu perihal menyewa/membeli brand, yang satunya lagi adalah jasa pengelolaan. Untuk jasa pengelolaan sendiri biasanya adalah bagi hasil, sehingga pihak franchisor mendapat bagian sekian persen dari keuntungan dan franchisee juga mendapat bagian sekian persen dari keuntungan. Nilai persentase bebas ditentukan oleh kesepakatan kedua belah pihak dengan asas suka sama suka. Dari sisi franchisee sendiri akan lebih santai, karena tidak perlu menjalankan usaha bisnisnya tetapi sudah mendapatkan keuntungannya.

Pada intinya waralaba yang syariah itu ketika sistem perjanjiannya hanya untuk satu hal dalam satu akad, sehingga kedua belah pihak jelas akan transaksinya. Yang tidak syariah sudah tentu ketika dalam perjanjian satu akad terdapat dua hal yang berbeda.

Demikian info mengenai sistem waralaba syariah untuk anda yang ingin memulai bisnis waralaba dengan sistem syariah. Semoga dapat bermanfaat .

Recommended for you

Share
Share