Inilah 4 Kerjasama Property Yang Bisa Diterapkan untuk Menunjang Bisnis Anda

Inilah 4 Kerjasama Property Yang Bisa Diterapkan untuk Menunjang Bisnis Anda

Berbisnis tidak hanya masalah modal dan usaha, tetapi juga kemitraan. Bahkan dengan kemitraan, modal dan usaha bisa disiasati dengan lebih baik. Misalnya saja memulai usaha tanpa modal. Usaha tanpa modal sangat mungkin dilakukan dengan cara melakukan hubungan kemitraan atau kerjasama bisnis. Dalam bisnis propertipun juga sama, kerjasama bisa selalu bisa diterapkan. Untuk itu, berikut 4 tipe kerjasama bisnis property yang perlu kita ketahui.

  1. Bagi Hasil
    Sistem bagi hasil adalah sistem kerjasama yang paling sederhana dan paling mudah diterapkan. Sistem ini dapat dijalankan dengan menjalin kemitraan kepada keluarga, teman, atau relasi manapun yang kita punya. Misalnya kita punya konsep usaha jual-beli property. Kebetulan kita punya saudara yang memiliki modal yang bisa kita gunakan. Lalu, kita ajak dia untuk bergabung dan memodali usaha kita. Dia yang menggunakan modal uang sedangkan kita yang kerja menjalankan bisnis. Nanti tinggal diatur berapa persen pembagian keuntungannya. Mudah bukan?
  1. Peluang usaha
    Sistem peluang usaha sering disebut Business Opportunity. Prinsipnya adalah pemegang suatu merek menyewakan merek tersebut kepada seseorang untuk dioperasikan dan membagi sebagian keuntungannya untuk si pemegang merek. Sistem ini hampir sama dengan sistem waralaba namun dengan persyaratan yang lebih longgar karena yang disewa hanya merek saja tanpa peduli hal-hal yang lain. Misalnya kita ingin berusaha menjadi developer property, namun karena masih awal, kita lantas menyewa nama developer yang sudah terkenal agar bisa mendompleng kehadiran dan kepercayaan klien atas pengembangan property yang dijalankan. Memang awalnya bisnis ini sedikit kurang menguntungkan bagi kita yang menyewa, namun setelah kita memiliki kepercayaan di pasar, kita bisa melepas merek yang disewa dan melanjutkan usaha yang sama dengan merk kita sendiri.
  1. Build, Operate,and Transfer (BOT)
    Sistem BOT ini jelas digunakan untuk orang yang ingin terjun ke dunia property namun tidak memiliki lahan yang cukup. Modal utama dari sistem BOT adalah kemampuan untuk melobi pemilik tanah yang ingin diajak kerja sama. Ada 2 tahapan yang biasa dilakukan dalam BOT yaitu tahap operasional dan tahap transfer.Pada tahap operasional, pemilik lahan menyerahkan tanahnya untuk dibangun sebuah bidang usaha dalam jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Selanjutnya pada tahap transfer, pihak yang mengajak kerja sama mengembalikan sepenuhnya bangunan tersebut kepada si pemilik tanah untuk dijual, lalu hasilnya dibagi sesuai kesepakatan di awal.
  1. Joint Venture
    Sistem joint venture adalah suatu usaha untuk patungan modal antara beberapa orang secara legal. Perbedaan dengan sistem bagi hasil atau sistem lainnya yaitu kerugian juga ditanggung bersama secara merata, tidak hanya pembagian hasil keuntungan saja.

Pada dasarnya semua sistem kerjasama itu cocok untuk dijalankan oleh siapapun. Intinya kita harus mengasah kemampuan networking kita agar dalam berbisnis dengan sistem kerjasama bisa selalu berjalan lancar. Semoga apa yang kita usahakan dapat terlaksan dengan baik.

Share
Share