Mana Yang Lebih Baik Bisnis Kost Eksklusif atau Bisnis Penginapan Guest House?

Mana Yang Lebih Baik Bisnis Kost Eksklusif atau Bisnis Penginapan Guest House?

Bisnis Kost Eksklusif – Sebuah kost eksklusif ternyata memiliki kelebihan dalam sisi pendapatan yang benar benar menguntungkan. Tetapi, hal tersebut tidak lepas dari sistem pengelolaan yang benar, selain itu ternyata bisa dilakukan tanpa menggunakan modal yang besar. Mari belajar dari Ernes (43) dan Ninda (35), pasangan suami istri ini mengelola bisnis rumah kost eksklusif yang terletak didua kota yang berbeda yaitu Solo dan Yogyakarta. Dua diantaranya terletak di kawasan Mendungan Kartosuro (Solo) dan dua lagi terletak didaerah Condongcatur Yogyakarta.

Pada indekost yang terletak didaerah Yogyakarta adalah milik orangtua tetapi untuk pengurusan dan pengelolaanya di berikan kepada mereka. Awalnya baik Ernes maupun nindha tidak kebayang akan menjalankan bisnis kost eksklusif. Ide awal bisnis ini muncul secara kebetulan, yang awalnya hanya akan mencari tanah yang tepat dijadikan hunian dan untuk usaha rumahan nanti setelah menikah. “ suatu hari kepikiran nanti setelah nikah mau tinggal dimana? Masa iya ingin ikut orang tua, terus kita cari info tanah yang strategis yang bisa juga untuk usaha. Akhirnya setelah mendapatkan dan saling tawar menawar ternyata ada harga yang bagus, tapi masih bingung mau bayar pake apa Karena uang tabungan tidak cukup” ungkap Ernes sambal tertawa. Dari situlah Ninda mendapatkan gagasan untuk menjadikan kost dimana pendapatan dari kost tersebut digunakan untuk pembayaran dari pembangunan kost yang ia bangun. Bagaimana caranya?  Pertama, ninda meminjam sertifikat miliki orang tuanya. Sertifikat tersebut ia gunakan untuk agunan bank,  sehingga ninda mendapatkan uang untuk membeli tanah tersebut.

Dari sertifikat tanah yang ia beli digunakan lagi untuk agunan bank dan dari uang tersebut diperuntukkan untuk membangun kost eksklusif. “Saya kerja diluar pulau jadi sangat lama pulang ke Yogyakarta.  Artinya, bakal percuma juga bila digunakan untuk dijadikan hunian juga. Lebih baik bangunan tersebut dijadikan kost eksklusif dan istri saya tinggal dengan orangtuanya. Dari situlah kami makin mantap untuk memulai bisnis kost eksklusif.” Kata Ernes. Dan rencana itupun berjalan sesuai rencana, pendapatan dari bisnis kost eksklusif tersebut digunakan untuk membayar cicilan pembalian dan pembangunan kost yang berkonsep eksklusif. Dari pendapatan kost tersebut mendapatkan keuntungan sekitar Rp 20 juta. Dari situ Rp 18 juta  digunakan untuk membayar cicilan  ke bank. Jadi yang membayar rumah tersebut adalah orang lain. Hasil dari keuntungan untuk sementara masih digunakan untuk membayar cicilan bank, tapi bisa dibayangkan bila cicilin telah selesai berapa banyak keuntungan yang didapat tentunya mempunyai keuntungan lain berupa investasi rumah tersebut.

Nilai dari property akan selalu naik, sebagai contohnya nilai tanah di Solo. Apalagi ditanah tersebut terdapat kampus kenaikan mencapat lebih dari 40% pertahun. Bahkan harga tanah tersebut dibanding 2 tahun lalu sudah  dua kali lipat. Namun untuk menjalankan bisnis kost eksklusif tidak hanya masalah pengelolahan akan membeli tanah saja. Menurut Ninda juga mengatakan, banyak kost kost yang besifat eksklusif tidak mendapatkan pelanggan.  Kunci pokoknya menurut ninda ada pada pelayanan maksimal dan manajemen yang tepat. Salah satunya adalah seperti pembatasan jumlah kamar indekost, untuk setiap indekost dibatasi delapan kamar. Dan tidak akan ditambah meski banyak orang yang berminat kost disini. Terlalu banyak kamar membuat penghuni indekost tidak nyaman. Karena suasana menjadi tidak eksklusif lagi. Ungkapnya. Ernes dan Ninda juga sepakat untuk menarjetkankan kaum menengah keatas. Baik itu dari mahasiswa atau pekerja kantoran, tetapi untuk keluarga kecil dan mahasiswa menengah kebawah akan membuat kost menjadi tidak bersih. Untuk penghuni menengah ke atas akan memberikan keuntungan tersediri seperti pola hidup yang manjaga kebersihan sehingga kan menjadikan kost selalu bersih. Walapun berkonsep indekost tapi Ninda juga menerapkan pelayanan layaknya hotel seperti laundry gratis untuk semua penghuni kost dan juaga senantiasa Ninda melakukan program promise melalui internet. Rumah indekost yang bertaris 1.2 perbulan juta itu pun laris manis.  Ninda yang awalnya pesimis apa ada yang kost dengan harga 1.2 juta perbulan untuk daerah Yogyakarta dan solo. Tapi kenyataanya kost miliknya tak pernah memiliki kamar kosong lebih dari dua minggu, dan selalu saja ada yang menyewa.

                Tidak semua sukses dalam bisnis indekost eksklusif

Namun, tidak semua pengelola indekost marasakan laba dari bisnis indekost eksklusif. Ega (36), pengelola rumah indekost di kawasan bulaksumur, Yogyakarta, mengaku  tidak mendapatkan keuntungan maksimal dari indekost miliknya. “ andai keluarga hanya mengandalkan bisnis kost eksklusif, untunya untuk makan sehari hari saya susah” ungkap Ega. Keuntungan tidak banyak malah akan selalu berkurang Karena biaya renovasi bangunan tersebut.  Ega juga mamberikan pelayanan kepada penyewa kost tersebut yang kebetulan juga terletak dekat dengan UNY.  Baik kebersihan, tampat masak atau dapur menjadi fasilitas yang dia berikan, tetapi indekost dengan harga Rp 1 juta perbulan tersebut belum menghasikan keuntungan yang ia rasakan.

                Bisnis indekost menjamur. Pengelola bisnis guest house tidak khawatir.

bisnis kost eksklusif

Menjamurnya bisnis kost eksklusif, tidak dirisaukan oleh pengelola guest house. Perbedaan segmen,fasilitas serta harga sewa yang tidak terlalu jauh, menjadi tolak ukur  untuk  pengelola guest house menjadi percaya diri didalam persaingan dengan indekost eksklusif. “saya pikir indekost eksklusif dan guest house memiki perbedaan yang segnifikan, salah satunya fasilitas atau bentuk, untuk guest house adalah rumah yang memiliki standar hotel bintang 3. Memiliki fasilatas layaknya rumah ada ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, kamar mandi dan lain lain. Selain diperuntukkan bagi keluarga atau traveler dengan jumlah mencapai 10 orang guest house juga digunakan untuk pertemuan bisnis. Misalnya, ada klien dari luar kota bila repot menyewa hotel dan tempat pertemuan cukup menyewa guest house saja maka mendapat fasilitas yang lengkap.” Ungkap Denny manager Simplyhomy guesthouse di Yogyakarta. Denny juga meyakini masyarakat baik di Yogyakarta ataupun solo sudah menyukai gaya hidup tinggal di gueshouse. Salah satu penilainya misalnya, kalau dulu guesthouse yang bisa digunakan untuk pasangan pasutri atau dari ekonomi menengah keatas kini sudah merambah keberbagai segmen dan berbagai keperluan, misalnya acara wisuda bisa membawa kelurga besar,pernikahan dan lainnya karena satu rumah bisa digunakan sampai 20 orang.  Bagaimana dari segi biaya? Denny juga mengungkapkan , guesthouse sebetulnya lebih murah dibandingkan indekost. Karena jatuhnya dari jumlah yang menginap lebih lega terlebih untuk jumlah orangnya. Denny menambahkan untuk guesthouse simplyhomy sendiri khususnya di Yogyakarta sekitar dua puluhan unit dan jumlah ini akan terus bertambah Karena permintaan orang yang akan menyewa guesthouse sendiri terus bertambah, apalagi disaat liburan kerap mengalami full book bahkan pesanan sudah dari satu bulan sebelumnya. Untuk harga Denny juga mengungkapkan harga bisa Rp 800 ribu sampai Rp 1,2 juta permalam tergantung jumlah kamar.

Ada yang bertanya seperti apa bisnis guest house tersebut, Anda dapat membaca halaman Berdayakan Rumah/Kos/Ruko Anda Menjadi Franchise Guest House yang Menghasilkan Pasif Income .

Recommended for you

Source :

  • photo featured via kosemarang.com
  • article via matacorpora.com
Share
Share