Lokasi Bisnis Investasi Properti dengan Market Besar Tahun Ini yang Tidak Boleh Anda Lewatkan Untuk Anda yang Suka Berbisnis

Lokasi Bisnis Investasi Properti dengan Market Besar Tahun Ini yang Tidak Boleh Anda Lewatkan Untuk Anda yang Suka Berbisnis

Bisnis investasi properti memang menjanjikan keuntungan yang berlipat . Akan tetapi , bagaimana prediksi dengan bisnis investasi properti pada tahun 2017? Banyak pakar memprediksi bila pertumbuhan ekonomi 2017 akan tumbuh di atas 6% dan untuk pasar properti, bisa naik hingga 10% – 20%. Terlihat sangat menjanjikan untuk investasi.

Dikarenakan pangsa pasar properti yang selalu meningkat setiap tahunnya. Maka sektor properti adalah sektor yang sangat menjanjikan dan aman unutuk bisnis properti yang menguntungkan. Terlebih lagi Indonesia berpartisipasi dalam MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean pada awal tahun 2016 lalu. Dengan adanya potensi pergerakan masuk dan keluar tenaga kerja, diperkirakan akan terjadi peningkatan tenaga kerja asing ke negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Hal inilah yang membuat potensi investasi di industri properti justru menguat.

Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW) mempunyai pendapat bahwa lokasi-lokasi panas sebagai destinasi investasi yang paling diburu tahun ini.

Wilayah Indonesia Timur akan muncul sebagai kuda hitam, menyaingi wilayah Indonesia Barat. Kawasan-kawasan tersebut adalah Balikpapan, Samarinda, Makassar, Ambon, Manado, Kupang, dan Mataram.

Sementara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), para pengembang akan mengubah peta areanya ke Koridor Timur. Salah satu lokasinya adalah Bekasi.

Di kawasan ini, harga tanah masih relatif lebih kompetitif yakni sekitar Rp3 juta hingga Rp9 juta per meter persegi. Dengan kisaran harga sebesar ini, masih punya peluang besar untuk mengembangkan bisnis properti agar lebih menguntungkan.

Selain Bekasi dan wilayah lainnya di Koridor Timur, kawasan Sentul, Bogor juga akan menjadi titik panas pembangunan dan wilayah ekspansi pengembang di 2017.

Sementara Serpong, BSD City dan Alam Sutera tidak lagi menjadi sasaran utama karena harganya sudah terlampau mahal.

Untuk informasi tambahan, harga tanah di Serpong dan sekitarnya pada saat ini berada di kisaran harga Rp20 juta hingga Rp28 juta per meter persegi.

Kelas Menengah

Selain kawasan panas, tahun ini juga diprediksi merupakan kebangkitan bisnis properti. Segmen menengah masih menjadi sasaran primadona pengembang dan investor properti.
Segmen menengah yang dimaksud adalah mereka dengan kemampuan daya beli rumah atau apartemen seharga Rp300 juta hingga Rp1 miliar.

Meski begitu, masih diragukan para pengembang akan masuk ke pasar ini. Kalau pun mereka terjun, maka hal itu terpaksa dilakukan karena baru menyadari betapa besar potensinya.

Potensi pasar rumah menengah ke bawah memang sangat potensial. Cushman & Wakefield Indonesia melansir, dari segi komposisi penjualan, rumah untuk segmen kelas menengah bawah membuat lonjakan yang signifikan Para pengembang sudah mengetahui bahwa pasar paling potensial untuk sekarang ada di kisaran harga Rp300 juta sampai Rp1 miliar. Jadi celah itu yang semestinya dimasuki oleh pengembang, untuk memperluas proyek bagi segmen menengah ke bawah.

Apakah anda tertarik investasi bisnis properti. Bisnis yang sangat amat karena juga sebagai pendapatan juga untuk masa depat anda dan keluarga.

Recommended for you

Source :

Share
Share