Cara Investasi Properti Dengan Smart Dan Tepat Yang Dapat Anda Terapkan  Part 2

Cara Investasi Properti Dengan Smart Dan Tepat Yang Dapat Anda Terapkan Part 2

Selamat hari jumat semuanya. Kembali kami akan melanjutkan tentang artikel beberapa waktu yang lalau tentang cara investasi properti dengan smart dan tepat yang dapat anda terapkan  tetapi sebelumnya anda bisa membaca artikel sebelumnya Cara Investasi Properti Dengan Smart Dan Tepat Yang Dapat Anda Terapkan Part 1 karena atikel ini sangat terkait.

Misalnya saja, anda membeli properti di lokasi a dalam perumahan a1, anda boleh memiliki aset properti lainnya di lokasi a dalam perumahan b1 atau bahkan kalau bisa di lokasi b perumahan a1. Hal ini bertujuan supaya anda bisa melakukan diversifikasi investasi kepada aset yang telah anda miliki, sehingga jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada salah satu perumahan, anda masih mempunyai lahan bisnis properti lainnya lagi yang bisa anda pergunakan untuk mendulang pundi-pundi rupiah.

Misalnya saja, kalau properti di satu kawasan yang terkena bencana alam dan risiko lainnya, maka anda masih memiliki aset lainnya yang berpotensi menguntungkan untuk anda. Selain itu, anda juga harus memperhatikan lokasi properti yang akan anda pilih tentunya, hal tersebut karena lokasi merupakan kunci utama dalam investasi properti bisnis anda. Semakin strategis lokasi properti yang anda miliki, maka potensi keuntungan yang lebih sedang menanti anda nantinya.

Memang benar, kebanyakan properti di kawasan strategis memang mahal, akan tetapi kalau konsumen meminati properti yang anda miliki, maka tidak ada salahnya anda melepaskan properti tersebut dengan harga jual yang lebih tinggi dari yang lain atau dari nilai pasar. Selain itu, properti di lokasi strategis sudah dipastikan tidak akan pernah sepi peminat.

Selain itu, ada satu hal lainnya yang harus anda lakukan sebagai penyempurna strategi investasi properti anda, yakni prmosi. Anda sangat beruntung, karena saat ini anda sudah dimanjakan dengan media internet dan media lainnya untuk sarana promosi yang cukup tepat dan tentu saja akan lebih cepat. Hal tersebut karena, berpromosi di internet akan berpotensi mendatangkan pembeli dari mana saja, tidak terbatas kepada orang-orang yang ada di daerah anda. Selain itu, biasanya berpromosi di internet akan mudah dijangkau oleh siapa saja dan bisa dilakukan kapan saja, biayanya pun relatif lebih murah, bahkan anda bisa menggunakan fasilitas gratis, sehingga ongkos atau modal anda tidak akan terbuang terlalu banyak untuk mempromosikannya.

Dengan melakukan strategi-strategi yang sederhana ini, kemungkinan besar usaha properti anda akan lebih berkembang nantinya, kini tinggal keberanian dan konsistensi anda untuk memaksimalkan semua aset properti yang anda miliki.

Selain memiliki persentasi keuntungan yang berlipa ganda, ada beberapa catatan penting lainnya yang wajib anda ketahui tentang bisnis investasi properti ini, dan bahkan berpotensi untuk memberikan kerugian yang jauh lebih besar daripada modal yang anda pergunkan. Tentu saja sebagai seorang investor, anda wajib mengetahui beberapa catatan penting dan termasuk kelemahan dalam investasi properti supaya dapat mengantisipasi kerugian dan menambah nilai jual dari properti anda.

  1. Beban perawatan
    Sebagai investor, harusnya anda sudah mengetahui kalau bisnis properti ini bukanlah bisnis gratis dimana anda tinggal membeli properti kemudian membiarkan properti tersebut berbuah seperti apa yang anda inginkan. Makanya, untuk membuat aset anda ini menghasilkan pendapatan yang tidak terhingga, anda harus memastikan properti tersebut dalam keadaan baik-baik saja dan tidak terjadi kerusakan .selain itu, properti yang dibiarkan rusak akan membuat harga jual dari aset anda menjadi turun, sehingga kemungkinan besar anda mengalami kerugian. Makanya, untuk menghindari itu semua, anda juga harus menyediakan biaya perawatan supaya properti anda dalam kondisi yang terawat sampai nanti benar-benar bisa dijual dan menghasilkan keuntungan yang besar bagi anda.
  2. Investasi padat modal
    Investasi properti bisa juga dikatakan sebagai investasi yang bersifat padat modal atau capital intensive. Hal tersebut karena semakin besar modal yang ditanamkan dalam properti yang anda miliki, maka semakin besar pula hasil yang didapatkan investasi properti tersebut. Tapi perlu dicatat, ini termasuk juga kepada biaya pembanguanan, perawatan dan tentu saja fasilitas lainnya yang ada dalam aset yang anda miliki.
  3. Keterjangkauan investasi
    Seperti kita ketahui, dalam bisnis properti, biasanya harga akan mencerminkan kondisi penawaran dan permintaan yang ada. Harga properti juga akan ditetapkan berdasarkan sifat-sifat pasar lokal dan adanya trend yang akan sangat memengaruhi kepada permintaan dan juga penawaran harga dari properti tersebut. Dalam hal ini, anda perlu mencermati kalau ada satu perbedaan signifikan antara menilai properti dan saham. Dimana pembelian properti ini biasanya akan melibatkan pihak ketiga, bisanya adalah bank atau pihak lainnya yang akan mencover dulu untuk biaya pembelian.
  4. Biaya transaksi yang tinggi
    Untuk bisa berinvestasi dalam sektor properti, mau tidak mau anda harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi jika dibanding dengan berinvestasi di sektor lain. Beberapa biaya yang harus anda penuhi adalah pajak terkait properti dan lainnya. Selain itu, anda juga harus memiliki modal yang tinggi, untuk mendapatkan properti dengan daya jual yang tinggi pula.
  5. Waktu lama untuk membeli
    Seperti kita ketahui kalau membeli produk properti yang sesuai keinginan tidak akan bisa anda dapatkan dalam tempo yang sangat singkat, anda harus menunggu dalam hitungan minggu, bulan atau bahkan tahun. Hal ini juga sebenarnya sudah dijelaskan dalam sifat properti yang tidak likuid. Bahkan seorang pakar properti yang berasal dari amerika serikat mengatakan kalau anda ingin berbisnis dalam properti, maka anda harus mencari 100 properti dengan hanya memilih tiga yang terbaik untuk mendapatkan satu properti yang anda inginkan.
  6. Terbatasnya pengetahuan
    Bisnis properti bisa disebut sebagai bisnis buta, karena mau tidak mau anda akan memiliki pengetahuan yang terbatas yang disebabkan karena properti itu bersifat lokal. Tentu saja, harga sebuah rumah di satu tempat tidak akan sama seperti daerah lainnya. Hal inilah yang membuat anda sebagai investor harus benar-benar jeli dan harus membuat survei terlebih dahulu terhadap lokasi properti yang anda incar. Jangan sampai anda membeli properti di daerah dengan harga lebih tinggi dari standar daerah itu.
  7. Penyusutan bangunan
    Sudah menjadi suatu yang biasa bila investasi properti yang berbasis pada tanah dan bangunan ini akan mengalami penyusutan setiap waktu, walaupun dari tahun ke tahun harga jual ini akan meningkat. Selain itu, anda juga harus tahu kalau bangunan berupa rumah secara teoritis memiliki umur pakai maksimal, meskipun begitu bangunan tetap saja akan menyusut.

    Celakanya, kalau rumah anda tidak terjual dalam jangka waktu yang lama, maka bisa-bisa bangunan rumah anda akan hancur atau minimalnya membutuhkan perbaikan atau perawatan. Baik itu perbaikan untuk perawatan maupun perbaikan model atau desain yang tiap waktu terus berubah.

  8. Hancur bila terjadi bencana alam
    Kalau dibandingkan dengan investasi yang lainnya, investasi properti ini dianggap memiliki memiliki risiko kehancuran tanah dan bangunan yang bisa disebabkan alam dengan kemungkinan yang sangat tinggi. Rumah anda bisa saja hancur karena gempa, tsunami, tanah longsor, kebakaran dan lain-lain. Walaupun begitu, ini masih bisa anda atasi dengan mengangsuransikan bangunan anda. Walaupun anda harus membayar preminya tiap bulan. Dengan mengetahui segala strategi dan berbagai macam potensi kerugian dalam bisnis properti ini, diharapkan anda akan lebih bijak dan lebih teliti dalam berbisnis investasi.

    Jadi ketika investasi properti anda mengalami hambatan, maka anda sudah siap dengan investasi lainnya untuk mencover segala kerugian yang akan terjadi. Intinya, keberanian anda dalam berinvestasi dan perhitungan yang tepat akan membuat anda seorang pemain besar dalam dunia investasi.

Source :

Recommended for you :

Share
Share