Sebanyak 428 Kendaraan Keluar Dari Daerah Istimewa Yogyakarta

Sebanyak 428 Kendaraan Keluar Dari Daerah Istimewa Yogyakarta

Dinas Perhubungan Yogyakarta mencatat ada 428.310 kendaraan yang keluar dari Yogyakarta dalam tiga hari sejak Kamis (6/9) sampai Sabtu (8/6). Kepadatan kendaraan terpantau dari pos Gamping, Prambanan, Denggung dan Piyungan. Agha Perdana Putra staff manajemen lalu lintas Dishub DIY saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (9/6) mengatakan arus balik sudah mulai terlihat sejak hari Sabtu (8/6) Juni 2019, terlihat dari antrean kendaraan yang sangat panjang di beberapa akses keluar masuk di wilayah Yogyakarta, terutama di wilayah Prambanan dan jalan Magelang.

arus balik lebaran

Tribun Jogja/nto.Petugas Dishub DIY memantau CCTV pada Minggu (9/6/2019) 

 

“Untuk siang hari ini (minggu *red) arus balik terpantau sudah agak terurai, terpantau dari CCTV. Untuk simpang-simpang yang berada di luar koridor Jogja juga sudah mulai lengang, sehingga tidak terlihat kepadatan lalu lintas,” terangnya. Berdasarkan pantauan CCTV Dishub DIY kebanyakan kendaraan yang digunakan adalah roda empat atau mobil pribadi. Bus tidak terlalu banyak. Namun yang menjadi permasalahan pada hari Minggu itu adalah titik-titik yang menuju lokasi wisata seperti ke arah Parangtritis di Manding dan ke arah Gunungkidul, di mana terlihat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi. “Jadi hari Minggu masih dimanfaatkan oleh para pemudik atau wisatawan yang masih berada di wilayah Jogja untuk mendatangi wisata-wisata yang ada di Jogja baik wisata alam atau wisata kuliner,” terangnya. Tak hanya CCTV, untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas Dishub DIY telah mendirikan beberapa pos pantau yakni di Gamping, Prambanan, Denggung dan Piyungan.

Personel yang ditugaskan akan melakukan pemantauan untuk kemudian melakukan koordinasi dengan pos induk di Dishub DIY. “Dari sini kita bisa mengatur waktu-waktu traffic light yang ada di wilayah Jogja, sehingga kita bisa mengatur durasi waktu lampu hijau mana yang harus diprioritaskan apakah yang keluar dari Jogja ataupun yang masuk ke dalam Jogja,” paparnya. Dengan pengaturan lampu lalu lintas secara real time  ini maka bisa mengurai antriean yang ada di persimpangan tersebut. Selain itu untuk mengurai kepadatan, pihaknya juga berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas jika siklus APILL tidak bisa mengurai kendaraan.

Dalam kesempatan itu ia mengungkapkan bahwa Dishub DIY memili kurang lebih 80 titik CCTV di mana yang paling luar berada di Prambanan, Palbapan dan Tempel. Rekaman CCTV itu bisa diakses masyarakat melalui Instagram Dishub DIY di atcs_jogja atau witter @atcs_diy. “Informasi lalu lintas akan kami update per satu jam sekali kami juga akan live lewat Instagram,” imbuhnya.

Sementara itu, Iptu Riki Heriyanto, KBO Sat Lantas Polres Sleman dari pantauannya titik yang mengalami kepadatan berada di simpang Maguwo, bandara , Proliman, simpang Prambanan dan simpang Gamping. Beberapa rekayasa lalu lintas telah dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Misalnya rekayasa di simpang proliman, pihaknya berkordinasi dengan Area Traffic Control System (ATCS) Dishub untuk mem-flashing lampu APILL baik yang keluar atau masuk Jogja. Selain itu juga menutup dengan stickcone atau tolo-tolo di simpang Proliman dengan mengarahkan arus dari utara ke timur, sementara arus yang dari timur di jalur cepat dilarang belok ke kanan namun bisa untuk u-turn di penggal mbok berek atau sendang sari. “Untuk di prambanan kami kordinasi dengan pihak polres klaten dan TWC untuk menarik arus yang keluar DIY, dan mengalihkan arus yang gunakan jalur lambat dari barat ke arah dalam TWC dan keluar di wilayah klaten,” terangnya. (nto)

 

Sumber : jogja.tribunnews.com

 

Share
Share