Inilah Puasa – Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha yang bisa Anda Kerjakan

Inilah Puasa – Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha yang bisa Anda Kerjakan

 

Puasa menjelang hari raya Idul Adha merupakan suatu yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad Saw. Puasa ini merupakan cara untuk bisa mendapatkan keberkahan bulan Dzulhijjah. Apalagi bulan ini termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Dalam bulan ini terdapat ibadah penyempurna dari rukun Islam, yaitu ibadah haji ke baitullah. Sementara bagi orang yang tidak melakukan ibadah haji, dianjurkan untuk mengamalkan amalan sunnah lainnya, seperti menyembelih kurban, sedekah sebanyak-banyaknya, shalat dan berpuasa.

Anjuran untuk memperbanyak amal tercatat dalam beberapa hadits Nabi. Misalnya hadits riwayat Ibnu Abbas dalam Sunan At-Tirmidzi sebagai berikut;

Para ulama menggunakan hadits ini sebagai dalil anjuran puasa sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah. Hal ini tampak dalam judul bab di kitab Ibnu Majah yang memberi judul Shiyamul ‘asyr (puasa sepuluh hari). Selain itu, Ibnu Hajar al Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari  mengatakan:

 

Puasa Tujuh Hari di Awal Dzulhijjah

Ada tiga hari teristimewa di bulan Dzulhijjah, yaiti tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut yaumu tarwiyah, tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 yang disebut yaumun nahr. Namun, seperti hadis sebelumnya, bahwa keistimewaan Dzulhijjah juga terdapat di tujuh hari di awal Dzulhijjah.

Keistimewaan ini menjadikan tujuh hari sebagai hari yang dianjurkan untuk puasa. Selain itu, secara historis hari-hari menjelang Idul Adha merupakan hari yang memang istimewa. Ibnu Abbas mencatat bahwa rentangan sepuluh hari awal Idul Adha terjadi berbagai peristiwa besar yang berkaitan dengan perubahan kehidupan manusia berikutnya.

Hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari dimaafkannya Nabi Adam oleh Allah Swt, setelah melakukan kesalahan dengan makan buah khuldi. Hari kedua Dzulhijjah merupakan hari diselamatkannya Nabi Yunus as oleh ikan Nun setelah beberapa hari berada di dalam perut ikan sambil terus bertasbih dan beribadah kepada Allah Swt.

Pada hari ketiga, merupakan hari dikabulkannya doa Nabi Zakariya as yang man dikaruniai anak yang bernama Yahya. Hari keempat merupakan hari lahirnya Nabi Isa as. Hari kelima Dzulhijjah ialah hari kelahiran Nabi Musa as. Hari keenam Dzulhijjah merupakan hari-hari kemenangan para Nabi dalam berjuang, menegakkan ajaran tauhid. Sedangkan hari ketujuh yaitu hari ditutupnya pintu neraka Jahannam.

Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 1-7

Niat puasa menjelang Idul Adha merupakan syarat sah yang utama. Jangan sampai, ketika kita melakukan puasa sunnah tanggal satu sampai tujuh namun tidak niat terlebih dahulu. Adapun niatnya sebagai berikut;

 

Puasa Tarwiyah sebelum Idul Adha

Puasa tarwiyah merupakan puasa yang disunnahkan sebelum Idul Adha, tepatnya pada tanggal 8 Dzulhijjah. Kesunnahah puasa ini, teragkum dalam hadis yang mengatakan bahwa sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Artinya : “Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya ; Ya Rasulullah! Walaupun jihad di jalan Allah ? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid).” (HR. Bukhari).

Berdasarkan anjuran tersebut, di bulan yang sangat mulia ini, sudah selayaknya kita turut mengamalkan puasa ini. Adapun niatnya sebagai berikut,

Dalam hadis lain juga disebutkan keutamaan puasa tarwiyah bahwa mampu menghapuskan dosa satu tahun. Namun, ternyata dikatakan juga bahwa hadis tersebut merupakan hadis dlaoif (kurang kuat riwayatnya). Para ulama menyikapi ini bahwa tetap boleh mengamalkan puasa tarwiyah dengan hadis yang lain tadi. Sedangkan menyikapi hadis dlaif, selama tidak berkaitan dengan aqidah dan hukum maka boleh melakukan sebagai fadhail amal.

 

Puasa Arafah sebelum Idul Adha

Puasa arafah ialah puasa sunnah yang dilakukan pada hari arafah, tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa yang paling dianjurkan di bulan Dzulhijjah adalah puasa arafah. Apalagi bagi orang yang tidak sedang melakukan ibadah haji.

Dalam kitab Sahih Muslim keutamaan puasa arafah diriwayatkan oleh Abu Qatadah dari Rasulullah SAW.

Hari arafah dikatakan sebagai hari yang paling utama (afdhal al ayyam),  sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Muslim sebagai berikut,

Namun, puasa sunnah Arafah hanya diperuntukkan untuk muslim selain jamaah haji, sedangkan bagi yang sedang menunaikan ibadah haji tidak disunnahkan, walaupun kuat melaksanakannya.  Hal ini disebabkan ittiba’ kepada sunnah Nabi.  Pendapat Imam an Nawawi dalam hal ini adalah makruh. Namun, berbeda kasusnya jika para jamaah haji sudah tiba di Arafah pada malam hari, maka tidak dimakruhkan.

Adapun niat puasa Arafah sebagaui berikut,

 

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

 

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta’ala.

Itulah tadi uraian mengenai puasa-puasa Idul Adha/ puasa sunnah yang mengiringi bulan mulia Dzulhijjah. dengan adanya momen seperti ini, sangat bagus jika digunakan pula untuk mengqadha puasa wajib/ bulan Ramadhan.

Semoga dengan adanya keutamaan seperti ini, kita bisa lebih semangat mendekatkan diri kepada Allah dengan puasa sebelum Idul Adha. Amiin. (Zainal Abidin).

 

 

Sumber : zakat.or.id

Share
Share