Cobalah 9 Desa Wisata di Jogja yang Seru untuk Liburan

Cobalah 9 Desa Wisata di Jogja yang Seru untuk Liburan

Yogyakarta memang surganya tempat liburan. Mulai dari destinasi wisata alam sampai budaya, semua ada di sini. Jika Homiers sudah pernah menelusuri jalanan Malioboro atau berburu sunset di Istana Ratu Boko, coba sesekali berwisata ke desa wisata di jogja.

Ada banyak kegiatan seru anti mainstream yang bisa Homiers lakukan di desa-desa wisata di jogja ini. Mulai dari menanam padi, memetik buah langsung dari pohon, hingga membuat kerajinan dari gerabah. Sebagai referensi, berikut adalah 9 desa wisata di jogja yang bisa menjadi destinasi liburan Homiers selanjutnya.

Daftar isi 9 Desa Wisata di Jogja :

 

  1. Belajar Membuat Gerabah di Desa Wisata Kasongan

desa wisata di jogja

Sumber: Instagram hervieade

 

Desa wisata di jogja ini yang satu ini sudah banyak diliput oleh koran dan televisi nasional. Desa Wisata Kasongan terletak di Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Letak wisata Bantul Yogyakarta ini sekitar 7 km dari pusat kota.

Desa ini terkenal akan industri gerabahnya. Penggemar gerabah dari berbagai penjuru Indonesia sering datang ke desa ini untuk membeli gerabah dari berbagai pengrajin di Kasongan. Selain membeli gerabah yang sudah jadi, Homiers juga bisa belajar membuat gerabah sendiri lho!

[kembali ke atas]

  1. Belajar Kebudayaan Jawa di Desa Wisata Tembi
    desa wisata di jogja

Sumber: Instagram desawisatatembi

Homiers ingin merasakan tinggal di daerah pedesaan yang nyaman, tenang, dan asri sambil belajar tentang kebudayaan Jawa? Homiers bisa berkunjung ke Desa Wisata Tembi. Terletak di Desa Timbulharjo, Kabupaten Bantul, Desa Wisata Tembi menawarkan banyak lokasi wisata menarik untuk dikunjungi.

Misalnya saja galeri batik, galeri lukisan, restoran unik, cottage, hingga Museum Rumah Budaya Tembi yang memiliki koleksi berbagai peralatan tradisional yang biasa digunakan masyarakat Jawa. Koleksi tersebut seperti peralatan bertani, keris, tombak, gamelan, peralatan membatik, dan masih banyak lainnya.

Yang paling seru, Homiers bisa menginap di cottage atau rumah warga dengan biaya Rp 50.000—Rp 100.000 per orang untuk satu malam. Cocok banget kan untuk jadi pilihan wisata keluarga!

[kembali ke atas]

  1. Membuat Kerajinan Kulit di Desa Wisata Manding
    desa wisata di jogja

Desa wisata di jogja yang satu ini merupakan sentra pengrajin kulit yang terkenal di Yogyakarta. Hampir semua warga yang tinggal di desa ini berprofesi sebagai pengrajin berbagai kerajinan yang terbuat dari kulit, seperti tas, sepatu, dompet, jaket, topi, dan masih banyak lagi.

Desa wisata Manding ini terletak di Jalan Parangtritis KM 11, Kabupaten Bantul. Di desa ini, Homiers tak hanya bisa membeli berbagai aksesori yang terbuat dari kulit, tetapi bisa juga melihat proses pembuatan berbagai barang kerajinan. Homiers juga bisa belajar cara membuat kerajinan kulit hingga memesan aksesori maupun kerajinan kulit kepada pengrajin setempat.

[kembali ke atas]

  1. Membatik Kayu di Desa Wisata Krebet
    desa wisata di jogja

Desa wisata yang satu ini terkenal akan pahatan kayunya. Ada sekitar 14 sanggar seni di desa ini yang mengerjakan berbagai kerajinan dari kayu. Desa wisata di jogja ini, Homiers bisa melukis batik di atas kayu, istilahnya batik kayu. Mulai dari gelang topeng hingga patung pun bisa didekorasi dengan motif batik. Homiers juga bisa membeli hasil kerajinan dari para pengrajin di desa ini.

[kembali ke atas]

  1. Desa Wisata Ketingan, Surga Pecinta Burung
    desa wisata di jogja

Buat Homiers pecinta burung, wajib sekali singgah di Desa Wisata Ketingan. Desa ini dikhususkan untuk tempat pelestarian burung Kuntul dan Blekok yang saat ini populasinya semakin menurun. Selain mengunjungi tempat pelestarian burung, Homiers juga bisa mengunjungi pasar burung yang menjual berbagai jenis burung.

[kembali ke atas]

  1. Memetik Salak di Desa Wisata Trumpon
    desa wisata di jogja

Homiers suka buah salak pondoh? Cocok sekali jika mampir ke desa wisata Trumpon yang ada di Desa Merdikurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Di desa agrowisata ini, Homiers bisa berkeliling kebun salak pondoh, memetik buah salak langsung dari pohonnya, dan makan sepuasnya.

Kamu juga bisa mengetahui seluk beluk salak pondoh di sini. Perkebunan salak di sini ditata sangat indah dan nyaman untuk ditelusuri. Selain itu, kamu juga bisa melihat Gunung Merapi dari menara pandang yang ada di desa ini, lho!

[kembali ke atas]

  1. Membeli Kerajinan Bambu Langka di Desa Wisata Sendari
    desa wisata di jogja

Di Desa Wisata Sendari, Homiers bisa melihat pembuatan berbagai aksesori dari bahan baku bambu. Banyak di antara aksesori tersebut yang termasuk langka dan sulit ditemukan di daerah lain. Selain itu, kamu juga bisa melihat para pengrajin di desa ini yang membuat berbagai macam furnitur dari bambu.

[kembali ke atas]

  1. Desa Wisata Brajan, Sentra Kerajinan Bambu

Hampir mirip dengan Desa Wisata Sendari, Desa Brajan juga dikembangkan menjadi sentra kerajinan bambu. Kerajinan berbahan dasar bambu yang dihasilkan di desa ini bahkan sudah diekspor ke luar negeri. Di sini Homiers bisa menemukan berbagai jenis kerajinan bambu berkualitas yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

[kembali ke atas]

  1. Suasana Tradisional Masyarakat Jawa di Desa Wisata Tanjung

Desa wisata yang satu ini diresmikan pada tahun 2001 lalu dan menawarkan suasana tradisional masyarakat Jawa yang kental sekali. Mulai dari kebiasaan masyarakatnya sampai peralatan yang dipakai. Desa Wisata Yogyakarta ini berada di Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Sekitar 30 menit dari pusat kota Yogyakarta.

Banyak hal yang bisa Homiers nikmati di desa wisata Yogyakarta ini. Misalnya, ikut warga bertani di sawah karena mayoritas warga di desa ini berprofesi sebagai petani. Homiers juga bisa membuat batik, melihat atraksi jathilan, karawitan, dan juga ciciblung yang asyik sekali. Di desa ini juga terdapat bangunan Rumah Joglo yang konon telah berusia 200 tahun, lho!

[kembali ke atas]

Itu tadi 9 desa wisata di Yogyakarta yang harus Homiers kunjungi. Dan jangan lupa, jika Homiers punya rencana untuk liburan bersama keluarga atau teman nginepnya di Simply Homy Guest House. Karena di Simply Homy “Anda Tuan Rumahnya”

 

Sumber : blog.pergi.com

Share
Share