7 Kuliner Jogja Yang Cocok Dinikmati Saat Sedang Turun Hujan

7 Kuliner Jogja Yang Cocok Dinikmati Saat Sedang Turun Hujan

Kuliner Jogja – Brrr… dingin-dingin karena hujan. Air mengguyur dari langit seakan tak berniat berhenti barang sejenak. Apa yang Homiers lakukan? Udah sampai Yogyakarta, sayang kan kalau cuma berdiam di kamar gak kemana-mana gara-gara hujan? Yuk makan santapan enak berikut ini, atau angetin badan dengan minuman-minuman khas yang menyehatkan ini.

 

  1. Bakmi Jawa Mbah Mo
    kuliner jogja

Yang cocok dinikmati saat hujan di Yogyakarta adalah mie godok, atau mie rebus. Banyak juga yang menyebutnya dengan bakmi jawa karena tampilan dan rasanya yang sangat khas. Memang ada banyak kedai yang menyajikan bakmi Jawa di daerah yang memang istimewa dalam segala hal ini, dan salah satunya adalah Bakmi Jawa Mbah Mo. Kalau termasuk picky soal makanan, Homiers pasti tahu apa yang istimewa dengan Bakmi Mbah Mo. Perpaduan bumbunya yang gurih sangat pas, tingkat kematangan mie-nya juga pas, dengan kuah mie godok yang kental creamy karena kombinasi telur bebek, kuah kaldu, dan aneka bumbu. Kurang suka mie kuah? Homiers juga bisa coba bakmi gorengnya yang kesat, tak basah dan berminyak seperti kebanyakan bakmi goreng.

Alamat: Jl. Parangtritis KM. 11, Dusun Code, Kelurahan Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kota Bantul
Jam Buka: 17.00 – 23.00 WIB
Harga: Rp 17.000,-

 

  1. Wedang Tahu Bu Kardi

kuliner jogja

Wedang tahu atau kembang tahu merupakan menu hangat yang cocok banget dinikmati saat hujan mengguyur. Dibuat dari saripati tahu lalu disiram kuah jahe dan gula aren, wedang tahu tak hanya menghangatkan badan tapi juga bikin perut nyaman. Nah, kalau Homiers mau tahu khasiatnya wedang tahu, Homiers langsung saja ke kawasan Kranggan. Ada sebuah gerobak kecil di seberang gudeg Bu Djuminten yang menyediakan semangkuk wedang tahu hangat setiap pagi. Masih di Kota Yogyakarta, Homiers tak perlu menerjang badai, jauh-jauh hujan-hujanan demi wedang tahunya Bu Kardi. Cobain dulu, biar tahu se-worth-it apa kuliner ini.

Alamat: Jl. Kranggan No.75, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta
Jam Buka: 06.30 – 10.00 WIB
Harga: Rp 6.000,-

 

  1. Jamu Ginggang

kuliner jogja

Jamu? Minum jamu? Wait, jangan keburu kabur dulu ya Homiers. Jamu Ginggang beda jauh dari kesan jamu tradisional yang pahit dan tidak menarik. Racikan Jamu Ginggang pertama kali dibuat pada tahun 1925, pada masa pemerintahan Sri Pakualam VI. Pengelola Jamu Jinggam saat ini sudah generasi ke-5 keluarga Bilowo, sang abdi dalem Sri Pakualam VI. Kebayang bagaimana jamu ini berkembang dan bertahan selama sekian tahun? Tentu beda lah, dari rasa jamu yang bikin Homiers gak pingin njamu lagi. Cobain yang enteng-enteng dulu seperti beras kencur, temulawak, atau kunir asemnya. Kalau terasa oke, baru deh, coba racikan jamu-jamu yang lain.

Alamat: Jl. Masjid No.32 RT 034/RW09, Kauman, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta
Jam Buka: 09.00 – 20.00 WIB
Kisaran Harga: Rp 3.000 – Rp 12.000,-

 

  1. Warung Bajigur & Bandrek Budhe Warsi

kuliner jogja

Bajigur dan bandrek memang minuman penghangat badan khas dari Jawa Barat, tapi bukan berarti di Yogyakarta gak ada, ya! Kalau pingin menikmati segelas bajigur atau bandrek, warungnya Budhe Warsi yang sanggup memberikan rasa mantap. Lokasinya mudah ditemukan, berada di pusat kota, tepatnya di alun-alun utara Yogyakarta. Warung Budhe Warsi ini tak hanya menghidangkan bajigur dan bandrek, tapi juga minuman rempah yang lain seperti kopi bandrek, bandrek susu, teh bandrek, bajigur tape, dan berbagai kombinasi yang lain. Minuman-minuman rempah ini diyakini tak hanya menghangatkan badan saat musim hujan, tapi juga meningkatkan stamina. Rasanya juga sedap.

Alamat: Jl. Alun-Alun Utara No.1, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta
Jam Buka: Senin – Sabtu: 18.00 – 23.00
Minggu: tutup
Harga: Rp 5.000,-

 

  1. Soto Kadipiro

kuliner jogja

Gak cukup minum? Makan, yuk! Gimana kalau makan soto? Bukan sembarang soto, tapi soto enak di Yogyakarta, ya Soto Kadipiro. Soto Kadipiro sudah dinikmati warga Yogyakarta sejak tahun 1921. Sekarang udah banyak cabang Soto Kadipiro ini, tapi kalau Homiers picky banget soal makanan, sebaiknya ke warung aslinya di Jalan Wates. Sebenarnya, Soto Kadipiro di manapun cabangnya juga sama-sama enak, kok. Jadi gak masalah, samperin aja ke warung cabangnya yang terdekat.

Alamat: Jl. Janti, Banguntapan, Kota Yogyakarta
Jam Buka: 07.00 -19.00 WIB
Harga: Rp 13.000,-

 

  1. Bakso Idolaku Pak Tikno

kuliner jogja

Bakso hanya ada di Malang? Jangan salah, di Yogyakarta juga ada. Dan tentu, tak kalah enak. Apalagi, kalau Homiers makannya di Bakso Idolaku Pak Tikno. Dengan semangkuk bakso sedap yang hangat, hujan sederas apapun gak bakalan bikin muram. Yang bikin nagih dari bakso di kedai Pak Tikno ini adalah iga sapi yang turut berenang dalam kuah bersama dengan bakso-bakso yang lain. Tak hanya bakso, kedai ini juga menyajikan mie ayam. Tinggal pilih deh, Homiers

Alamat: jl. Taman Siswa No. 138, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta
Jam Buka:10.00 – 21.00 WIB
Kisaran Harga: Rp 12.000 – Rp 20.000,-

 

  1. Sate Petir Pak Nano

kuliner jogja

Kuliner Yogyakarta memang terkenal akan rasa manisnya yang kuat. Tapi kan kurang sreg gitu, kalau pas dingin-dingin hujan, makan yang manis-manis. Paling cocok dengan suasana dingin hujan kan, rasa pedas. Setuju, Homiers?

Gak usah pusing nyari menu pedas di Yogyakarta, Homiers. Coba dulu Sate Petir Pak Nano. Pak Nano sanggup meracik rasa sate yang beda, dengan rasa pedas yang mendominasi. Masih bisa dipesan pula, Homiers mau rasa pedasnya seberapa. Tak hanya sate, Pak Nano juga menyediakan tongseng. Sesuai selera deh, Homiers mau yang mana. Tapi yang jelas, kombo daging kambing sama cabe bakal bikin Homiers strong mernerjang hujan. Mau buktiin?

Alamat: Jl. Jogja Ring Road Selatan No.90, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul
Jam Buka: 12.00 – 20.00 WIB
Harga: Rp 20.000,-

 

Jadi, jangan surut semangat gara-gara hujan. Masih bisa seru-seruan kok! Mau makanan, mau minuman, Yogyakarta punya semua yang bikin hari-hari Homiers di sini tetap istimewa. Kalau belum berani coba yang baru, santap saja yang sudah familiar. Mie, misalnya. Tapi kalau mau lebih seru, coba deh kuliner-kuliner yang belum familiar di lidah. Enjoyyy!

 

Sumber : dolandolen.com

Share
Share