Memasuki Purnabakti Karyawan PT Jasa Marga, Inilah Rencana Investasi Jangka Panjang yang di bahas

Memasuki Purnabakti Karyawan PT Jasa Marga, Inilah Rencana Investasi Jangka Panjang yang di bahas

Salah Satu dari banyak investasi yang paling di minati selama dasa warsa ini adalah investasi di bidang property, alasan yang paling mendasar bagi para investor adalah keuntungan yang boleh di bilang maksimum dengan resiko yang cukup rendah. Alhamdulillah pada hari Rabu , 3 Oktober 2018 Simply Homy Management dipercaya PT Jasa Marga ( Persero Tbk ) untuk memberikan Materi Penyuluhan Bisnis Memasuki Purnabakti Karyawan . Para Peserta sangat antusias dan tertarik dengan Bisnis Franchise pengelolaan Guest House Simply Homy , karena selain dikelola oleh management yang Profesional keuntungan juga lebih besar dibanding dikontrakkan , apalagi untuk persiapan investasi bisnis jangka panjang bagi karyawan yang akan mendekati Purna Bakti.

Investasi yang di maksud adalah memberdayakan aset property baik itu berupa rumah/kos/ruko menjadi guest house yang menguntungkan dalam segi passive income dan keterawatan. Jadi berbeda dengan cara menjadikan kos atau di kontrakan, property tersebut akan di ubah menjadi penginapan harian yang lebih menguntungkan daripada di jadikan kos/di kontrakan karena estimasi menginap perhari saja 800 ribu -2 juta dengan di kalkulasi seberapa banyak tamu menginap dalam seminggu yang salah satunya didasari oleh lokasi property strategis yang umumnya banyak di inginkan tamu dekat dengan lokasi tempat-tempat wisata, akses mudah ke tempat perbelanjaan, akses mudah ke terminal/bandara sehingga bila di total estimasi pendapatan menjadi lebih banyak.

Tentu hal tersebut bisa di mulai oleh siapa saja yang memiliki property, namun untuk orang-orang yang belum berpengalaman dengan pengelolaan property ini ada beberapa hal yang harus di hadapi contohnya saja terkait perijinan, standarisasi penginapan, perhitungan operasional, manajemen team, marketing yang tentu membutuhkan waktu yang cukup lama apabila di kerjakan secara sendirian.

Nah untuk itulah Simply Homy Guest House yang memiliki pengalaman pengelolaan property kurang lebih selama 8 tahun (2010-2018) membantu mensolusikan kepada para pemilik property yang tidak termanfaatkan untuk di kelola sebagai penginapan harian (guest house) seperti yang telah di jabarkan di atas.

Jadi bagaimana dengan Homiers yang lain ?? Anda punya Property yang tidak termanfaatkan ?? Kerjasamakan dengan Kami

Share
Tingkat Hunian Hotel Tinggi, Pemudik Masih Bertahan di Yogya

Tingkat Hunian Hotel Tinggi, Pemudik Masih Bertahan di Yogya

Meski masa cuti yang di tetapkan pemerintah telah berakhir, namun para pemudik masih bertahan di Yogyakarta
.
Tingkat hunian hotel pada okupansi di kawasan DIY masih tinggi meski saat kemarin sudah memasuki H+6 lebaran. Memasuki masa peak season libur lebaran saat ini tingkat okupansi hotel mencapai 99 persen. Sementara itu 80 persen para pemudik dan wisatawan masih memilih hotel-hotel bintang tiga dan empat untuk mereka menginap
.
“Tingkat okupansi hampir 100 persen atau kisaran 99 persen. Sejak puasa minggu terakhir hingga saat ini hotel-hotel di Yogyakarta masih penuh. Bahkan tak jarang konsumen terpaksa ditolak karena sudah tidak ada kamar lagi. Bahkan penginapan dan hotel non bintang juga tak kalah penuh. Yang tersisa saat ini hanya kamar-kamar hotel tipe mahal seperti presiden suit, VVIP dan sebagainya. Meski konsumen kamar dengan kelas mahal tetap ada namun tidak sebanyak kamar kelas standar,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab Danunegoro yang simplyhomy kuti dari koran Kedaulatan Rakyat, Kamis Petang (21/6) atau Anda juga bisa membaca koran kedaulatan rakyat di epaper.krjogja.com
.
Berdasarkan data, di DIY ada sekitar 320 hotel bintang dan 1.040 hotel non bintang, kelas melati termasuk penginapan, guest house dan sebagainya. Sementara jumlah kamar ada sekitar 9.000 untuk kamar kelas hotel bintang dan 13.000 untuk kamar kelas non bintang, Sementara untuk lama tinggal di Jogja diperkirakan antara 1,9 hari hingga 2 malam.
.
Apa yang bisa kita dapatkan dari info sumber dari koran kedaulatan Rakyat tadi? Ya potensi untuk memproduktivitaskan aset property menjadi sewa hunian memiliki peluang yang tinggi dan sayang apabila di lewatkan
.
Untuk Anda yang berencana memproduktivitaskan Aset Property di tahun 2018 ini, Ada baiknya Anda mulai berencana untuk memproduktivitaskan aset property baik dari berinvestasi, bisnis sewa property seperti kos-kosan dsb agar di masa peak season ke depan, property Anda siap menampung jumlah wisatawan dari luar
.
Untuk itu bagi Anda yang tidak tahu cara pengelolaan property yang baik dari strategi pemasaran (marketing, selling, branding), pengurusan perijinan, standarisasi hospitality, pencatatan keuangan dan administrasi, Anda boleh kerjasama dengan simply homy yang akan membantu Anda dalam mewujudkan hal-hal tsb dengan tujuan mendapatkan passive income yang tinggi dan property yang terawat
.
sekian informasinya, semoga bisa bermanfaat dan menambah referensi untuk Anda

Share
Tips Travelling Persiapkan 14 Barang Ini Ketika Sedang Traveling dan Harus Ada di List Travelling Homiers

Tips Travelling Persiapkan 14 Barang Ini Ketika Sedang Traveling dan Harus Ada di List Travelling Homiers

Packing saat traveling itu perlu direncanakan dengan baikHomiers, sehingga tidak ada barang yang lupa kita bawa atau tercecer pada waktu packing. Namun terkadang karena bingung atau terburu-buru saat packing, kita malah melupakan satu dua barang yang penting. Jangan meremehkan, barang sepele pun bisa menjelma menjadi barang yang penting dan sangat kita perlukan selama di perjalanan.

Dan kita pun baru akan ingat setelah berangkat dan bergumam, “Ah.. lupa bawa barang yang itu..”

Untuk sedikit membantu Homiers dalam hal packing, kali ini Simply Homy Guest House mau memberikan tips travelling dengan mempersiapkan list barang-barang yang sebaiknya Homiers bawa ketika bepergian :

  1. TRAVEL LOCK (GEMBOK KOMBINASI)
    Saat traveling, hampir pasti kita membawa bawaan yang dimasukkan ke dalam ransel atau koper. Terkadang di dalamnya juga terdapat barang. Untuk memastikan keamanan atau sekedar mengurangi resiko kehilangan barang, kita bisa mengunci ransel atau koper kita tersebut dengan travel lock yang hanya bisa dibuka jika kita mengetahui kombinasi dari angka-angka yang ada pada travel lock tersebut. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kita mencatat kombinasi angka yang kita pakai untuk membuka travel lock dan menyimpannya dalam tempat tertentu, dompet misalnya. Hal ini mencegah kita lupa kombinasi angka yang kita pakai. Kan gawat tuh kalau kita sendiri malah tidak bisa membuka ransel/koper kita sendiri hanya gara-gara kita lupa dengan kombinasi angkanya?
  1. KAMERA ATAU SMARTPHONE
    Jaman sekarang Homiers, Documentation is a must! lebih kita bisa mengabadikan momen perjalanan kita untuk bisa dikenang di kemudian hari.
  1. CHARGER
    Pastikan Homiers tidak lupa membawa charger agar alat elektronik yang kamu bawa bisa terus menyala. Tapi jangan asal colok juga ya, misalnya setiap nemu stop contact langsung seradak-seruduk nyolok. Misalnya pas di warung, atau mushola langsung main colok aja. Colok-mencolok juga ada tata kramanya Homiers.. Usahakan mencolok charger pada tempatnya, misalnya pas di penginapan. Atau kalau memang bener-bener penting dan kepepet, kita bisa meminta ijin dulu kepada pihak yang bersangkutan untuk bisa numpang nge-charge.
  1. KABEL ROL ATAU ‘T’
    Pada saat Homiers traveling, berapa banyak barang elektronik dan gadget yang Homiers bawa? Kamera, handphone, powerbank semuanya akan menuntut untuk di-charge pada saat battery-nya habis. Padahal biasanya waktu kita terbatas untuk melakukan pengisian daya untuk semua gadget dan peralatan elektronik yang kita bawa. Dengan membawa kabel rol sendiri, kita bisa mengefisienkan waktu karena kita bisa melakukan pengisian daya untuk semua gadget dan elektronik yang kita bawa secara bersamaan. Kabel rol menjadi semakin penting untuk dibawa pada saat kita pergi mengikuti trip gabungan, dimana semua peserta pastinya juga mempunyai kebutuhan yang sama dalam hal charge menge-charge, sedangkan sarana dan prasarana (maksudnya colokan) jumlahnya terbatas.
  1. POWERBANK
    Benda yang satu ini mungkin sudah bukan benda asing lagi bagi kita, terutama bagi Homiers yang suka bepergian. Powerbank memang bisa menjadi penyelamat di saat battery gadget kita sedang kritis, sedangkan saat itu kita sedang berada jauh dari colokan. Saat ini powerbank mudah ditemukan karena banyak dijual di berbagai tempat dengan berbagai pilihan daya. Bahkan, saat ini juga sudah tersedia powerbank tenaga surya (Solar cell) yang cocok banget buat para traveler yang sering pergi ke tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh listrik, Gunung ataupun Hutan misalnya.
  1. EARPHONE
    Pernah kah Homiers bosen dan mati gaya sewaktu di perjalanan? Misalnya saat kita duduk berjam-jam di bus, di dalam perahu, ataupun kereta. Apalagi kalau kita sendirian Homiers dan tidak ada teman buat ngobrol.. Beuhh.. udah pasti langsung krik.. krik.. banget. Makanya, selalu sedia earphone di tas kita Homiers.
  1. KACAMATA HITAM
    Benda yang satu ini mungkin sering dikenal sebagai aksesoris untuk bergaya. Gak ada salahnya juga untuk kita memakai kacamata hitam. Guna melindungi mata kita dari banyak hal seperti silaunya cahaya matahari serta debu-debu dan pasir yang berterbangan biar gak masuk ke mata.
  1. P3K PRIBADI
    Selama di perjalanan, kita gak akan pernah tau apa yang akan terjadi dan hal apa yang akan menimpa kita. Oleh karena itu, biasakanlah untuk membawa P3K sederhana jika sedang bepergian. Gak perlu banyak-banyak Homiers, gak usah bawa botol infus segala, cukup membawa obat-obatan seperlunya saja. Contohnya kamu bisa membawa plester buat luka, obat untuk sakit kepala dan masuk angin, serta minyak kayu putih.
  1. SENTER
    Senter merupakan salah satu benda penting yang harus Homiers bawa terutama ketika Homiers bepergian ke alam bebas. Walaupun sebenernya kita bisa nebeng temen karena Homiers gak mau ribet bawa, tapi usahakan selalu membawa senter sendiri karena benda ini bisa menjadi yang sangat kita butuhkan, misalnya saat kita tersesat, terpisah dengan teman-teman lainnya sedangkan hari mulai gelap. Bayangkan jika kita tersesat sendirian di tengah hutan/gunung tanpa membawa alat penerangan apa pun, hiiii…
  1. PERALATAN MANDI
    Tidak semua traveler merencanakan perjalanannya dengan menginap di hotel yang menyediakan satu set peralatan mandi lengkap. Hal ini khususnya untuk mereka yang bepergian ala backpacker, yang pasti kita mencari hotel dengan harga seminimal mungkin sehingga fasilitas yang kita didapatkanpun juga minim, termasuk tidak menyediakan peralatan mandi bagi tamunya. Makanya, persiapkan peralatan mandimu sendiri Homiers ketika sedang traveling.
  1. PERMEN MINT
    Benda yang satu ini recommended banget untuk selalu dibawa. Mungkin pada saat bepergian, karena satu dan lain hal mungkin kita tidak sempat untuk menyikat gigi. Oleh karena itu, saat kita merasa kurang pede dengan bau mulut kita, maka dari itu kita bisa memakan perment mint untuk menyamarkan bau tersebut. Hehehe..
  1. DRY BAG
    Buat Homiers yang membawa banyak gadget dan barang elektronik, terutama saat destinasi kita berhubungan dengan air, maka sebaiknya Homiers menyiapkan dry bag untuk mengamankan barang bawaanmu agar tidak basah terkena air. Bisa saja kan tiba-tiba hujan turun saat kamu sedang berada di luar, dimana kamu susah untuk mencari tempat berteduh? Atau mungkin saat Homiers sedang berada di atas perahu (misalnya pada saat diving dan snorkeling), dry bag ini akan menjadi barang yang sangat berguna.
  1. KOMPAS
    Kompas berfungsi menunjukkan arah dan hampir selalu bisa diandalkan saat kita sedang kehilangan arah atau bingung dalam mencari tujuan. Apa lagi saat kita sedang berada di tempat dimana tidak ada orang yang bisa kita tanyai? Misalnya kita sedang tersesat. Apa iya kita mau mengandalkan rasi bintang untuk memandu jalan kita? Makanya, bawa kompas buat berjaga-jaga.

    Selain itu Homiers, kompas juga sangat berguna untuk kita traveler yang beragama muslim sehingga kita bisa tahu dimana arah kiblat untuk menjalankan ibadah dimanapun kita berada.

  1. DUIT CASH
    Mungkin bagi Homiers yang tinggal di kota besar telah terbiasa hidup dengan onggokan kartu di dompet. Mulai dari kartu debit, kartu kredit, kartu fl*sh, e-money, dan sederet kartu-kartu lainnya yang bisa dan biasa kita gunakan untuk bertransaksi. Saat Homiers melakukan traveling, belum tentu daerah yang Homiers tuju bisa men-support transaksi yang dilakukan dengan dengan kartu-kartumu tersebut. Biasanya Homiers semakin terpencil suatu daerah, maka ‘kekuatan’ kartu kita akan semakin melemah. Gak percaya? coba saja saat traveling di pedesaan Homiers membeli es cendol di warung desa dengan kartu kredit yang limitnya puluhan juta sekalipun, gak akan laku! Hal yang sama berlaku juga saat kamu melakukan traveling ke luar negeri, pelajari dulu apakah kartu-kartu yang support di lokasi yang akan kita kunjungi. Maka alangkah baiknya kita untuk membawa uang cash. Hal ini akan berguna untuk menentukan berapa jumlah uang yang sebaiknya kita bawa.

Dan satu lagi Homiers, usahakan menyimpan uang cadangan yang diletakkan terpisah dengan dompet untuk berjaga-jaga di saat darurat misalnya pada saat dompet kita hilang, atau menjadi korban pencurian atau perampokan.

Semoga Bermanfaat.

Sumber:

Recommended for you

Share
Apakah Bisnis Franchise Yang Aman Bagi Pemula?

Apakah Bisnis Franchise Yang Aman Bagi Pemula?

Bisnis franchise yang aman tentunya menjadi keinginan bagi semua pihak. Menjadi pemula atau newbie memang pernah dialami semua orang. Pemula artinya baru akan mulai mencoba atau pertama kalinya melakukan dan belum ada pengalaman. Tak perlu untuk takut ketika menjadi pemula, segala hal bagi pemula adalah pembelajaran bukan tentang kegagalan atau kesuksesan. Jika ada yang bertanya, “Usaha apa yang aman bagi para pemula?” Jawabnya bisa apa saja, tergantung sudut pandang masing-masing, bisa ada juga bisa tidak.

Mayoritas orang menganggap tiada bisnis yang tidak beresiko, walaupun skala resiko tersebut bervariasi, dimulai dari yang paling minim resiko hingga resiko yang paling besar. Basanya pula bisnis yang beresiko besar, juga menjanjikan hasil yang besar pula. Tidak percaya? Contohnya bisnis di bidang property. Cobalah lihat, pengusaha-pengusaha property kebanyakan merupakan kaum elite yang bermain keuntungan dan resiko secara besar-besaran.

Untung saja, anda semua membaca artikel ini, dimana anda akan mengetahui bisnis seperti apa yang aman bagi pemula. Bisnis ini lebih dikerucutkan lagi ke arah franchise atau waralaba, supaya kita semua lebih mudah memahaminya. Kita ambil contohnya lagi pada bisnis di bidang property dimana disebutkan sebelumnya bahwa ada resiko besar dan keuntungan besar di dalamnya. Sejenak kita ubah bisnisnya menjadi franchise property. Seperti apakah itu jadinya? Apakah aman? Mari kita ulas bersama.

Setiap bisnis tentu butuh modal, termasuk pada franchise. Jika kita ingin memiliki franchise, tentunya kita memposisikan diri sebagai investor. Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa franchise adalah suatu bentuk duplikasi bisnis yang telah sukses dan mempunyai brand yang sudah dikenal luas, sehingga bisnis itu sudah teruji dan pasti sukses jika dijalankan mengikuti prosedur yang diberikan. Kita tinggal menyetor modal untuk membeli merk dagang tersebut dan menjalankannya. Inilah jaminan keamanan yang di dapatkan bagi para pemula. Disamping itu, anggapan yang beredar di masyarakat bahwa bisnis yang kestabilan dan keamannya paling bagus adalah bisnis yang menggunakan sistem syariah. Mungkin hal tersebut layak dipertimbangkan bagi kita para pemula.

Jika anda menginginkan mencoba franchise property, maka sangat dianjurkan berkonsultasi dengan yang sudah ahli dan sudah pula berpengalaman di bidang tersebut. Simply Homy misalnya, sebuah perusahaan waralaba Guest House Pertama dan Terbesar di Indonesia yang sudah berpengalaman dan profesional dalam mengolah puluhan property dengan sistem yang syariah. Tunggu apalagi? Tanggalkan julukan pemula anda dan mulailah untuk berbisnis.

Recommended for you

Share
Tips Membangun Sistem Manajemen Jaringan Bisnis Franchise Yang Baik

Tips Membangun Sistem Manajemen Jaringan Bisnis Franchise Yang Baik

Jaringan bisnis franchise akan lebih baik apabila sebagai franchisor, tentunya menginginkan franchisee yang semakin banyak. Banyaknya franchisee yang tergabung ke dalam sistem menjadi indikasi bahwa bisnis franchise yang dikembangkan memang profitable dan sustainable. Banyaknya franchisee juga mengindikasikan kepercayaan dari para investor terhadap bisnisnya. Namun begitu, ternyata ada tantangan tersendiri bagi franchisor terkait banyaknya franchisee yang ada, yaitu bagaimana menjamin semua franchisee dapat menjalankan bisnisnya dengan baik tanpa ada yang keluar dari sistem.

Kunci sukses bagi franchisor yang berkembang besar adalah bukan sekedar menjual merk dagang tetapi juga menjual dan mendoktrinkan sistemnya. Sistem disini mencangkup semua lini bisnis waralaba yang bersangkutan dan bersifat fundamental, sehingga apabila ada yang keluar dari sistem berarti juga sudah keluar dari brand yang dipakai. Untuk menjamin hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, maka berikut tips membangun sistem manajemen jaringan bisnis franchise yang baik.

  1. Himpun permasalahan dan selesaikan menyeluruh.
    Pada bisnis yang besar sering kali terjadi masalah di tiap-tiap bagian bisnis, dalam hal ini bisnis yang dijalankan investor. Tak perlu menyelesaikan masalah tersebut satu persatu di setiap gerai atau outlet. Cukup himpunlah dulu permasalahan-permasalahan sejenis yang sudah terjadi, lalu berikan solusi yang matang secara menyeluruh.
  1. Usahakan jangan ada yang dirugikan.
    Prinsip waralaba yang tersistem adalah harus saling menguntungkan satu sama lain, sehingga masing-masing bisa dan mau bertahan di dalam bisnisnya. Jangan sampai ada salah satu pihak yang dirugikan. Jikalau ada, pasti akan membuat pihak yang dirugikan mencari kelemahan sistem untuk menutup kerugian yang diderita, sehingga hal itu justru akan menggerogoti bisnis waralaba dari dalam.
  1. Tegas dalam menerapkan sistem dan aturannya.
    Sistem yang dibangun pada dasarnya adalah untuk memastikan kesuksesan bersama, sehingga franchisor harus bisa menegaskan sistemnya untuk dipatuhi para mitra kerjanya. Kepatuhan terhadap sistem juga akan menjamin kestabilan bisnis, karena bisnis yang sudah memiliki jaringan yang besar akan lebih rentan untuk lepas jika tidak ada ketegasan dari pusat, dalam hal ini pihak franchisor.
  1. Lakukan supervisi secara berkala.
    Melakukan kontrol dan monitoring secara berkala juga penting dilakukan untuk mencegah dan mengetahui sedini mungkin hal-hal abnormal yang terjadi di setiap gerai atau outlet. Dari sini akan kelihatan seberapa bagus sistemnya sudah berjalan selain menjadi bagian dari perhatian franchisor kepada franchisee agar bisnisnya terus maju dan berkembang.
  1. Gunakan teknologi.
    Makin besar jaringan yang terbentuk, maka akan semakin susah untuk memanajemen setiap hal yang diperlukan apabila dilakukan dengan cara-cara biasa atau manual dari manusianya itu sendiri. Untuk itu, gunakan teknologi informasi yang sudah berkembang di jaman ini agar mempermudah dan mempercepat proses manajemen jaringan franchise ini. Optimalkan penggunaan teknologi untuk misalnya kontroling gerai atau outlet, pembuatan laporan keuangan, transaksi penjualan, sistem order, menghimpun stok barang, dan lain sebagainya.

Recommended for you

Share