Jembatan Gantung Nawacita Bantul Kini Jadi Destinasi Wisata

Jembatan Gantung Nawacita Bantul Kini Jadi Destinasi Wisata

Kampung Tegaldowo, di Desa/Kecamatan Bantul saat ini terus berbenah, dengan mengembangkan beberapa destinasi wisata. Kampung tersebut saat ini mulai ramai dikunjungi oleh beberapa wisatawan, seiring berdirinya Jembatan gantung Nawacita.
Lokasi jembatan tersebut berada di perbatasan antar desa yang menghubungkan warga Kampung Tegaldowo dengan Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan.

Konstruksinya didesain menggantung di atas Sungai Bedog. Untuk sebuah akses penghubung kampung, jembatan gantung Nawacita terlihat cukup ikonik. Karena banyak warga yang penasaran kemudian berkunjung ke sana untuk sekedar berfoto. Setiap harinya bisa ratusan pengunjung, tapi waktu musim liburan sekolah bisa mencapai seribu pengunjung.

Saat ini, destinasi di sana bukan hanya berupa jembatan gantung. Warga menangkap peluang tingginya animo wisatawan dengan membangun taman Puspa Gading, dilengkapi dengan sejumlah wahana rekreasi, seperti kolam renang anak-anak, terapi ikan dan gazebo. Tak ketinggalan, ditempat tersebut sekarang sudah dibangun warung-warung yang menjual beraneka ragam makanan. Daya tarik wisata dari kampung Tegaldowo, anak-anak bisa bermain sepuasnya, baik di kolam renang maupun di area taman. Dimana di sejumlah area terdapat bunga dan spot foto seperti patung kancil maupun komodo. Dan rencananya juga akan dibangun patung beruang, supaya lebih bervariatif dan taman akan indentik dengan hewan-hewan.

Pengembangan destinasi wisata di Tegaldowo yang sekarang masih belum selesai dan masih sebatas 20%, yang artinya masih jauh dari perencanaan. Namun untuk kedepannya kampung Tegaldowo ini akan lebih dikembangkan dan menjadi wahana edukasi untuk anak-anak. Kampung ini akan dilengkapi dengan bumi perkemahan, tempat outbound, perpustakaan hingga edukasi pertanian, baik pertanian tradisional dan modern. Yang nantinya anak-anak akan diajarkan bagaimana menanam padi. Karena terkendala pendanaan, konsep tersebut sampai saat ini belum terealisasikan. Karena selama ini membangun taman dan wahan destinasi bermain anak-anak ini secara swadaya. Bahkan bunga-bunga yang saat ini tumbuh di taman merupakan bunga yang tumbuh dipekarangan warga sekitar, yang kemudian dicabut dan ditaman kembali di lokasi.


Lurah Desa Bantul, Supriyadi mengaku mendukung seandainya Kampung Tegaldowo ingin dikembangkan menjadi desa wisata. Ia sendiri mengapresiasi langkah warga Tegaldowo yang dengan semangat gotong royong cepat menangkap peluang, adanya jembatan gantung, menjadi destinasi wisata. Selama ini, diakui Supriyadi, pemerintah desa Bantul memang belum berkontribusi banyak mengenai arah pengembangan wisata di Kampung Tegaldowo. Semuanya berangkat dari kesadaran warga setempat. Dan sejauh ini Pemerintah Desa hanya melakukan kontribusi berupa pembangunan pendopo yang dilengkapi dengan fasilitas toilet.

Destinasi wisata di Tegaldowo mulai resmi dibuka pada delapan bulan lalu, tepatnya tanggal 5 Juni 2019. Setiap sore dan akhir pekan, banyak anak-anak datang ke sana untuk berwisata, termasuk para pecinta sepeda. Mereka biasanya gowes dari Guwosari Pajangan mengambil rute melintasi jembatan gantung, menuju kampung Tegaldowo.
Wisata Tegaldowo ini sangat cocok sebagai destinasi wisata alternatif, karena tempatnya yang masih alami dan dikelilingi sawah, sehingga udaranya masih segar dan belum tercemar oleh polusi udara seperti di perkotaan.

Sumber : jogja.tribunnews.com

Share
Inilah Keindahan Pantai Di Jogja, Bak Pulau Pribadi

Inilah Keindahan Pantai Di Jogja, Bak Pulau Pribadi

Menghabiskan waktu akhir pekan untuk menenangkan hati memang perlu dilakukan ya Homiers. Suasana kota yang hiruk pikuk membuat Homiers harus keluar dari rutinitas, sesekali. Buat Homiers yang belum memiliki jadwal menghabiskan malam minggu, Homiers bisa melihat sederet keindahan pantai di Jogya yang cukup memberikan privasi bagi para pengunjungnya. Penasaran ada pantai apa saja? Yuk, simak daftar berikut!

1. Pantai Ngrawah

Pantai satu ini mempunyai pesona keindahan menarik untuk dikunjungi. Uniknya pantai ini terletak di balik perkebunan singkong dan jagung milik penduduk yang ada di sekitar pantai. Keindahan alamnya yang memanjakan mata tentu membuat pantai ini tak bisa disembunyikan selamanya. Penampakan pantai Ngrawah terlihat tampak seperti dataran landai yang diapit oleh dua tebing sehingga tampak memberikan ruang privasi. Pantai yang berpasir putih ini juga menawarkan pesona sunset yang sangat mengaggumkan dan udara malam yang bersahabat sehingga pas buat Homiers yang hobi berkemah. Pantai Ngrawah ini terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Sapto Sari, Kabupaten Gunung Kidul.

2. Pantai Jogan

Pantai Jogan ini memberikan keunikan panorama air terjun yang langsung jatuh dari tebing ke bibir laut. Pantai Jogan ini berlokasi di pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Lokasi ini tepat berada di arah sejalan dengan pantai Siung. Disini Homiers dapat merasakan grojokan langsung dibawah air terjun. Tapi Homiers harus berhati-hati ketika melewati bebatuan dan melewati kayu-kayu yang licin. Gak hanya itu, ribuan kepiting juga dapat menghalangi perjalanan yang membawa ke air terjun.

3. Pantai Watulawang

Tak kalah indahnya dari pantai-pantai yang ada di Gunungkidul lainnya, Pantai Watulawang ini memiliki gua batu yang masih biasa digunakan oleh penduduk setempat untuk melakukan upacara di bulan Sya’ban. Di sini Homiers juga akan dimanjakan dengan sejuta keindahan pemandangan yang berupa batu karang dan pasir yang masih putih. Di Pantai Watulawang Homiers akan menemukan bukit karang yang menjulang bagi menemukan surga tersembunyi. Homiers dapat menemukan pantai ini dengan mudah, karena terletak diantara dua pantai terkenal yairu Pantai Indrayanti dan Pantai Pok Tunggal.

4. Pantai Ngrawe

Pantai Ngrawe merupkan pantai baru yang ada di kabupaten Gunung Kidul. Keindahan dan keunikan pantai ini tak patut untuk dilewatkan ketika Homiers berkunjung ke Jogja. Mengusung konsep taman di pinggir pantai dan dihiasi oleh pohon palm, membuat pantai Ngrawe ini terlihat berbeda dengan pantai-pantai lainnya yang ada di kabupaten ini. Pantai Ngrawe ini dapat memancing daya tarik pengunjung, karena pantai Ngrawe ini sangat cantik dan menyediakan banyak spot foto yang instagramable. Untuk mengunjungi pantai Ngrawe, Homiers gak bisa langsung memarkirakn mobil atau kendaraan pribadi di dekat pantai. Homiers perlu memarkirkan kendaraan dengan tarif yang cukup terjangkau yakni Rp. 3000 untuk sepeda motor. Pantai Ngrawe ini berlokasi di kelurahan Kemadang, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Gunung Kidul.

5. Pantai Jungwok

Pantai Jungwok terkenal dengan keindahan alamnya yang masih sangat alami. Jika Homiers berkunjung ke pantai Jungwok, bersiaplah untuk terhipnotis dengan putihnya pasir yang terbentang luas dan birunya laut berpadu dengan laut yang dapat memanjakan mata setiap Homiers melihatnya. Pantai Jungwok ini juga sering digunakan sebagai lokasi camping, karena suasananya yang cukup sepi dan sangat nyaman. Jika dilihat dari kejauhan, pantai Jungwok ini terlihat seperti pantai pribadi yang memberikan rasa dan nyaman bagi pengunjung. Ketika Homiers sudah berada di pantai Jungwok, maka Homiers dapat melihat keindahan tambahan yaitu sebuah pulau kecil yang membentang di tengah laut. Pulau tersebut rindang tak tak berpenghuni. Tapi Homiers dapat memanfaatkan pemandangan tersebut untuk mengabadikan momen bak di pantai sendiri. Batu itu sering disebut dengan watu topi atau batu topi, sebab bentuknya yang seperti topi. Biasanya watu topi ini dimanfaatkan oleh para nelayan untuk memancing. Homiers juga dapat menemukan patrick si bintang laut, ikan hingga lobster di balik setiap batu karang yang menyebar disekitar pantai. Pantai Jungwok ini juga dekat dengan pantai Wediombo, pantai Greweng, pantai Jogan dan pantai Nglambor. Lokasi pantai Jungwok ini berada di Pendowo, Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul.

6. Pantai Greweng

Pantai Greweng ini bak surga tersembunyi yang berada di Gunung Kidul. Kabupaten ini menyimpan banyak keindahan pantai yang masih belum diketahui oleh banyak orang, begitu pula dengan berbagai kisah yang tersembunyi dibalik panorama mempesona. Pantai Greweng tak hanya seperti surga tersembunyi di Gunung Kidul. Keberadaan Pantai Greweng ini mungkin tak banyak diketahui orang lantaran posisinya yang masih jarang dikunjungi para penikmat pantai. Namun, sesampainya di sana, Homiers juga gak akan rugi berkat panorama alam yang begitu indah dan suasannya yang tenang. Deburab ombak dan suara burung pantai akan memberikan kedamaian bagi pikiran dan hati Homiers dikala ingin melepas penat. Disini Homiers akan merasakan perbedaan yang mencolok saat kesibukan sehari-hari menguasai pikiran dan tenaga dengan heningnya pantai.

7. Pantai Kesirat

Pantai Kesirat merupakan destinasi wisata yang berada di desa Gunung Kidul. Keindahan alam yang bahari memikat hati para pecinta pantai. Pantai Kesirat ini pasti terdengar asing di telinga tak seperti tempat wisata yang lainnya. Birunya air dan putihnya pasir gak akan mengecewakan Homiers untuk bersantai sejenak disana. Pesona alam yang natural masih bisa Homiers nikmati. Disini Homiers bisa memancing, mengabadikan momen bersama kerabat terdekat, serta menikmati kuliner di pinggir pantai.

Sumber : jogja.tribunnews.com

Share
Deretan Wisata Di Yogyakarta Dengan Hawa Sejuk

Deretan Wisata Di Yogyakarta Dengan Hawa Sejuk

Tak ada salahnya untuk berkunjung ke daerah wisata yang menawarkan hawa-hawa sejuk. Biasanya, hawa sejuk akan menambah keromantisan Homiers dengan pasangan. Apalagi kalau tempat wisata itu tidak menguras kantong. Nah, sebagai referensi tempat wisata, berikut sederet tempat wisata dengan hawa sejuk. Yuk, simak!

1. Persawahan Songgo Langit Sukorame

Hamparan sawah nan hijau mengelilingi jembatan bambu serasa menghipnotis diri sejenak. Suasana sejuk dan udara yang masih bersih ini cocok untuk Homiers melepas stres selama hampir seminggu bekerja. Persawahan Sukorame ini sempat viral di tahun 2018. Sehingga tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang kekinian dan selalu diburu para penggemar swafoto. Homiers dapat berfoto di jembatan bambu yang berlatar belakang hamparan sawah yang luas. Lokasi ini terletak di Dusun Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo. Kabupaten Bantul.

2. Agrowisata Bhumi Merapi

Tak ada salahnya sesekali berwisata mengenal alam dan menjelajahi kekayaan Gunung Merapi. Dan salah satu wisata terbaik di kawasan tersebut adalah Agrowisata Bhumi Merapi. Di sini, buat Homiers yang sudah menikah dan memiliki anak, Homiers dapat mengajak si kecil untuk mengenal alam dan mengajaknya untuk bercocok tanam, berternak bahkan berkuda. Homiers juga dapat mengabadikan momen di rumah Hobbit yang tersedia di sekitar situ.

Agrowisata Bhumi Merapi masih menyatu dengan alam dan keunikan wisatanya tergolong bersahabat untuk anak-anak. Jangan lupa untuk mencoba sensasi berkuda di arena ini ya Homiers. Tenang, kuda di tempat ini jinak dan ditemani pemandu wisata sehingga Homiers akan merasa aman dan tidak khawatir ketika melihat anak-anak menunggang kuda poni. Tak hanya terkenal dengan ramah anak, baru-baru ini obyek wisata Bhumi Merapi menjadi perbincangan di media sosial. Sebab, destinasi wisata Sleman ini menyajikan spot berfoto seakan pengunjung sedang berada di Eropa dan berpose bak turis asing. Saat Homiers tiba di lokasi ini, Homiers akan disambut langsung oleh lorong sempit dengan tembok berwarna-warni seakan-akan sedang berada di Italia atau Prancis.

Selanjutnya, Homiers akan menemukan area kecil yang mirip dengan lorong kota London, Inggris. Dilanjut dengan bangunan serba kayu berhias bendera layaknya berada di Swedia. Area berikutnya, Homiers akan disambut dengan tembok bata coklat bersusun tinggi menyerupai bangunan di Roma. Diakhir perjalanan sebagai penutup, Homiers dibuat terpesona dengan bangunan serba putih mirip dengan Santorini sebagai destinasi populer di negara Yunani. Wisata ini berada di Jalan Kaliurang Km 20, Sawangan, Hargobinangun, Pakem Kabupaten Sleman. Homiers juga akan dikenakan biaya sekitar Rp 10.000,-/orang.

3. Bukit Lintang Sewu, Dlingo, Bantul

Bukit Lintang Sewu merupakan tempat wisata yang berada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul. Berjarak sekitar 43 menit dari kota Yogyakarta menuju obyek wisata tersebut. Rute yang tercepat dari kota Yoyakarta melalui Jl. Imogiri Barat-Dlingo atau Jl. Mangunan ke Mangunan. Kemudian ambil arah ke Jl. Hutan Pinus Nganjir ke Jl. Dahromo di Karang Asem. Opsi rute ke dua, melalui Bukit Bintang kemudian dilanjutkan ke arah Jl. Patuk – Dlingo dan Dlingo – Mangunan. Lokasi Bukit Lintang Sewu ini jaraknya gak terlalu jauh dari lokasi wisata yang lainnya, seperti Pintu Pengger, Pintu Langit Dharmo dan Pinus Puncak Becici.

Di Bukit Lintang Sewu ini Homiers akan dikenakan biaya kurang lebih Rp. 3000,- Sesuai dengan namanya ‘Lintang’ menawarkan keindahan panorama bintang dan dimanjakan dengan gemerlap lampu kota. Wiisata ini cocok menjadi jujugan ketika malam hari. Buat Homiers yang suka berkemah, lokasi ini menjadi tempat yang tepat untuk menikmati malam dan matahari terbit. Ketika musim libur, banyak pengunjung yang datang untuk berkemah, bersantai melepas penat sejenak dari hiru pikuk kota. Jika Homiers ingin berkunjung ke Bukit Lintang Sewu, lebih baik berangkat siang hari agar menikmati matahari terbenam dan melihat bintang di malam hari.

4. Kebun Buah Mangunan

Di sini Homiers akan diajak berdiri di atas awan. Pemandangan Kebun Buah Mangunan termasuk wisata baru yang sangat eksotik. Buat Homiers yang gemar dengan foto, lokasi ini tentu cocok menjadi pilihan berikutnya. Terletak di Jl. Imogiri – Dlingo, Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul. Homiers dapat berkunjung ke lokasi ini pada jam 05.00-18.00 WIB. Disini Homiers cukup merogoh kocek Rp. 5000. Sangat disarankan jika ingin berkunjung ke Mangunan, sebaiknya berangkat dari pukul 03.00 WIB agar Homiers dapat menyaksikan berdiri di atas awan dan melihat matahari terbit.

5. Hutan-hutan Pinus Imogiri

Dengar dari namanya saja, wilayah hutan pinus tersebut sudah terbayang keindahannya. Suara nyanyian dedaunan dan hembusan angin membuat Homiers tak ingin meninggalkan lokasi ini. Homiers dapat mengunjungi berbagai macam tempat wisata pinus seperti Pintu Langit Dharmo, Bukit Lintang dan masih banyak lainnya. Hal ini dikarenakan, lokasinya yang berdekatan. Namun, untuk spot foto yang ada di setiap tempat tentu berbeda-beda. Jika Homiers cukup waktu untuk mengeliling semua spot foto gunakanlah sebaik-baiknya. Setiap lokasi Hutan Pinus Homiers akan merogoh kocek senilai Rp. 5000. Akan tetapi, jika ingin berfoto di spot-spot foto, Homiers akan dikenakan biaya tambahan.

6. Bukit Panguk, Kediwung,Dlingo, Bantul

Habiskan waktu seharian untuk spot-spot yang tersedia di Dlingo, Bantul. Tak lengkap jika melewatkan Bukit Panguk ketika berkunjung ke Hutan Pinus. Lokasi yang tak jauh dari Hutan Pinus memilik beberapa spot instagramable. Pengunjung dapat menikmati indahnya matahari terbit dan mengambil momen yang indah di spot foto yang sudah di sediakan. Setiap spot foto akan ditarik biaya, jika pengunjung ingin berfoto di semua spot yang ada disana. Sebaiknya sediakan uang dikantong kurang lebih Rp. 200 ribu rupiah.

Nah, itu tadi 6 deretan wisata di Jogja dengan hawa sejuk. Mungkin itu bisa jadi pilihan destinasi wisata Homiers bersama keluarga ketika sedang berlibur di Jogja. Dan jangan lupa, sebelum pergi liburan diskusikan terlebih dahulu bersama keluarga, wisata mana saja yang ingin Homiers dan keluarga datangi. Agar waktu liburan Homiers tidak terbuang sia-sia dijalan, melainkan dapat mengunjungi beberapa wisata yang ada di Jogja.
Semoga Bermanfaat Homiers..

Sumber : jogja.tribunnews.com

Share
Keindahan Air Terjun Sri Gethuk Yang Letaknya Bersebelahan Dengan Aliran Sungai

Keindahan Air Terjun Sri Gethuk Yang Letaknya Bersebelahan Dengan Aliran Sungai

Banyak yang gak nyangka kalau Jogja punya berbagai destinasi wisata yang tersembunyi tapi tetap memiliki keindahan yang gak kalah dengan destinasi wisata populer lainnya yang ada di Jogja. Salah satunya adalah Air Terjun Sri Gethuk.


Tempat  ini memiliki keunikan dan berbeda dengan air tejun lain yang ada di Jogja. Terletak di tebing yang disampingnya mengalir aliran sungai. Untuk itu jika Homiers harus menyusuri sungai dengan jarak kurang lebih 700 meter. Tidak perlu khawatir, Homiers akan disediakan semacam perahu yang terbuat dari drum hasil kretivitas pengelola. Dengan menggunakan perahu ini Homiers akan dibawa menyusuri sungai eksotis dengan pemandangan kanan kiri yang luar biasa.

air terjun sri gethuk
Jaraknya yang kurang lebih 700 meter menuju air terjun, durasi anda menaiki perahu kurang lebih 10 hingga 15 menit. Tapi Jika Homiers seseorang dengan jiwa petualangan yang tinggi, Homiers dapat memilih jalur jalan setapak naik turun bukit untuk mencapai air terjun ini. Pemandangan dari jalur ini pun gak kalah menarik, tapi Homiers hanya perlu tenaga dan waktu ekstra untuk bolak-balik menuju dan kembali dari Air Terjun Sri Gethuk.

Lokasi

Lokasi  berada lumayan jauh dari pusat Kota Jogja, tepatnya berada di sebelah timur Kota Jogja yaitu terletak di Kabupaten Gunungkidul. Untuk akses saat ini sudah bagus. Dan untuk alamatnya sendiri berada di Desa Bleberab, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harga Tiket dan Parkir

Harga tiket masuk ke Air Terjun Sri Gethuk sangatlah terjangkau.Untuk dapat masuk saat ini Homiers akan dikenakan biaya sebesar Rp. 13.000 / orang dan Rp. 10.000 untuk tiket mengendarai perahu. Sedangkan untuk harga parkir untuk sepeda motor yaitu Rp. 2.000 dan Mobil Rp. 5.000.

Fasilitas

Fasilitas saat ini sudah cukup lengkap bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Air Terjun Sri Gethuk, diantaranya ada warung makan, mushola, tempat parkir, toilet dan tentunya ada perahu wisata yang siap mengantar Homiers.

Sumber : www.alodiatour.com

Share
Rasakan Sensasi Berkuda Di Tiga Tempat Wisata Yogyakarta Ini

Rasakan Sensasi Berkuda Di Tiga Tempat Wisata Yogyakarta Ini

Pernah gak sih Homiers berkuda? Kalau belum, cobalah untuk menaiki salah satu hewan transportasi tersebut dan rasakan sensasinya saat menunggang kuda. Berkuda merupakan salah satu olahraga yang ada di dunia. Akan tetapi, berkuda juga bisa digunakan sebagai cara melepaskan penat. Jadi, pilihan untuk menunggangi kuda di akhir pekan bukanlah pilihan yang salah ya Homiers. Mungkin untuk awalan Homiers akan merasa takut, tapi ketika sudah duduk di sadel dengan sempurna, bisa jadi Homiers gak mau turun. Nah, mana aja nih tempat wisata di Yogyakarta yang menyediakan penyewaan kuda? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Agrowisata Bhumi Merapi
wisata berkuda yogyakarta

Salah satu spot berfoto-foto ala Eropa di Agrowisata Bhumi Merapi Kaliurang (Tribun Jogja/Alexander Ermando)

Homiers mau berwisata ke Gunung Merapi tapi bersama si kecil? Gak ada salahnya kan sesekali mengajak mereka mengenal alam dan menjelajahi kekayaan Gunung Merapi. Spot terbaik di kawasan tersebut adalah Agrowisata Bhumi Merapi. Di sini Homiers bisa mengajak si kecil untuk mengenal alam dan mengajaknya untuk bercocok tanam, berternak bahkan berkuda. Homiers juga bisa mengabadikan momen di rumah Hobbit yang berada di sekitar wisata tersebut.

wisata berkuda yogyakarta
Sejumlah wisatawan saat menikmati wahana menunggang kuda di Agrowisata Bhumi Merapi, Sleman, DIY, Senin (11/3/2019). (Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho)

Agrowisata Bhumi Merapi masih menyatu dengan alam dan keunikan wisatanya tergolong sangat bersahabat untuk anak-anak. Jangan lupa untuk mencoba sensasi berkuda di arena ini ya Homiers. Tenang, kuda di tempat ini jinak dan ditemani pemandu wisata sehingga Homiers akan merasa aman dan tidak khawatir ketika melihat anak-anak menunggang kuda poni. Wisata ini berada di Jalan Kaliurang Km 20, Sawangan, Hargobinangun, Pakem Kabupaten Sleman. Homiers juga akan dikenakan biaya sekitar Rp 10.000,-/orang.

2. Jogja House and Resto (Johnsto)

wisata berkuda yogyakarta
Johnsto tampak dari depan (Tribun Jogja/ Alexander Ermando)

Homiers butuh destinasi wisata baru sebagai tempat melepas lelah? Homiers bisa mengunjungi wisata Jogja House and Resto atau biasa disingkat Johnsto. Destinasi wisata berkuda itu terletak di Kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman. Dibutuhkan adrenalin yang tinggi agar kuda mau ditunggangi oleh penunggang. Ini adalah tantangan buat Homiers yang menyukai wisata penuh adrenalin. Luas lahan Johnsto ini adalah 4000 meter persegi. Jadi, Homiers gak perlu takut tidak kebagian lahan saat Homiers berkuda, karena memang lokasi wisata yang satu ini sangatlah luas. Tempat ini juga menyajikan sensasi berkuda, baik yang bertujuan fun riding maupun riding class. Buat Homiers yang mau masuk ke wahana wisata berkuda, ini gratis, tapi Homiers perlu membayar untuk mencoba naik kuda.


Halaman tempat belajar berkuda di Johnsto: Jogja Horse and Resto (Tribun Jogja/ Alexander Ermando)

Untuk biayanya juga sangat terjangkau, Homiers hanya perlu membayar Rp. 35.000,- untuk kuda besar dan Rp. 25.000,- untuk kuda kecil. Satu tiket bisa berlaku untuk tiga kali putaran. Tempat wisata Jhonsto ini buka dari jam 08.00-23.00. Meskipun begitu, jam operasional berkuda hanya ada dua sesi, yakni pukul 08.00 – 11.00 dan 14.30 – 17.30 WIB saja. Ini bertujuan agar kuda memiliki waktu istirahat yang cukup dan tidak kelelahan. Di Johnsto, terdapat 8 kuda yang bisa disewa, mulai dari lokal, keturunan dan juga impor dari Belanda. Ada pula Seatland Ponny atau kuda poni yang bisa dimanfaatkan untuk berswafoto. Yang pastinya kuda ini tak bisa ditunggangi karena berukuran kecil. Gak hanya berkuda saja, Johnsto juga menawarkan pelatihan memanah. Selama 10 menit, dengan merogoh kocek Rp. 10.000,- , Homiers bisa berlatih memanah didampingi pelatih. Sesuai namanya tidak hanya kuda yang bisa dilihat, pengunjung juga bisa sekadar makan di restoran yang menyajikan beragam menu dengan harga relatif terjangkau. Tertarik untuk mencoba naik kuda di Johnsto? Siapkan pakaian terbaik Homiers karena Homiers bisa mengambil foto bersama dengan kuda-kuda Johnsto.

3. Pantai Parangtritis


Bendi wisata di Pantai Parangtritis sepi peminat dibanding tahun lalu. Minggu (9/6/2019). (Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty)

Pantai Parangtritis terletak di Kabupaten Bantul. Jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 27 kilometer dari Kota Yogyakarta menuju arah selatan. Destinasi ini menjadi kebanggaan masyarakat Yogyakarta dan setiap harinya ramai didatangi pengunjung terutama saat liburan. Homiers gak perlu takut banyak mitos yang beredar dari pantai ini. Sebab, ketika Homiers sampai di Parangtritis, keindahan alamnya akan segera menyapa Homiers serta keluarga. Uniknya lagi, di sini Homiers gak hanya melihat pemandangan cantik saja, tapi juga bisa berkuda. Di beberapa sudut pantai, ada sejumlah kuda yang bisa disewakan. Pastikan Homiers mengenakan pelindung dengan benar agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan. Bagaimana, tertarik untuk mengunjunginya?

Sumber : jogja.tribunnews.com

Share
Share