Pencinta Kopi Sejati Itu Tanpa Gula? 2 Ahli Kopi Ini Buka Rahasianya!

Sumber : google

Ngopi itu soal selera, ya, dan setiap orang punya cara sendiri untuk menikmatinya. Ada yang suka kopi hitam pekat tanpa gula, dengan alasan ingin menikmati rasa asli dari kopi itu sendiri. Di sisi lain, ada juga yang lebih suka kopi dengan tambahan gula, agar rasa pahitnya berkurang dan lebih mudah dinikmati. Jadi, apakah ngopi sejati itu tanpa gula? Atau mungkin semua tergantung dari selera masing-masing?

Dua teman saya, sebut saja si A dan si B, punya pandangan yang berbeda tentang hal ini. Si A tipe orang yang selalu minum kopi tanpa gula. Katanya, “Ngopi itu, ya nikmatin rasa pahitnya. Gula itu cuma bikin rasa asli kopinya hilang.” Sementara itu, si B lebih suka kopi dengan campuran gula, merasa bahwa kopi itu minuman yang fleksibel. “Saya suka kopi ada manisnya,, menurutku nikmat. Pahitnya kopi yang dicampur manisnya gula itu paduan yang pas banget di lidah,” ujar si B.

Diluar sana ada banyak juga orang seperti si A, yang percaya bahwa pecinta kopi sejati harus diminum tanpa gula. Mereka menganggap bahwa gula bisa mengganggu rasa aslinya kopi, yang memang seharusnya dinikmati dalam bentuk paling murninya. Menurutnya, kopi adalah minuman yang kompleks, penuh dengan rasa yang hanya bisa dirasakan jika kita meminumnya tanpa tambahan apapun. Setiap tegukan memberikan pengalaman yang berbeda, mulai dari rasa pahit di awal hingga sedikit asam di akhir. Menurutnya, minum kopi tanpa gula adalah cara yang benar-benar memahami dan menikmati secangkir kopi. Hm.

Namun, di sisi lain, si B dan yang sealiran dengannya, dengan cara menambahkan gula sesuai selera tidaklah mengurangi kenikmatan kopi, malah justru meningkatkan rasa kopi. Menurutnya, kopi dengan tambahan gula adalah kombinasi sempurna antara rasa pahit dan manis. Si B cs, tidak terlalu memikirkan apakah rasa asli kopi itu terganggu atau tidak. Yang penting adalah bagaimana mereka bisa menikmati kopi itu sendiri.

“Coffee first. Schemes later.”
“Ngopi dulu.. Rencana belakangan.”
Leanna Renee Hieber.

Lebih luas lagi bagi aliran C, kopi seharusnya bisa dinikmati sesuai selera dan caranya masing-masing. Tidak ada aturan baku yang menentukan bagaimana kopi harus disajikan atau diminum misalkan dalam keadaan dingin (es kopi) sekalipun bisa dengan variasi susu, cream, sirup dan lainnya. Yang terpenting adalah kenyamanan dan kepuasan saat menikmati secangkir kopi benar-benar bisa dinikmati.

Menurut saya, setiap orang memiliki preferensi dan pengalaman yang berbeda-beda, justru ini yang membuat pengalaman “ngopi” jadi begitu pribadi dan menyenangkan. Pada akhirnya, apakah ngopi sejati itu tanpa gula atau tidak, semuanya kembali pada kita sendiri sebagai penikmat.

Meminum kopi adalah tentang momen, suasana, dan perasaan yang didapatkan dari setiap cangkirnya. Setuju?

Sumber : Klik

Gumregah Merti Uwuh Malioboro

Gumregah Merti Uwuh Malioboro. Kegiatan bersih bersih malioboro Selasa Wage. Selain bersih-bersih kawasan malioboro, juga tersedia pemeriksaan mata dan gigi gratis.

Peduli Satwa Langka Puluhan Karyawan Simply Homy Lepas Liarkan Tukik di Pantai Goa Cemara

 

YOGYAKARTA,CAKRAWALA.CO- Tingkat kesadaran masyarakat terhadap penyelematan dan pelstarian satwa langka Penyu meningkat. Mulai dari pelajar hingga masyarakat umum mulai peduli terhadap upaya pelestarian penyu agar tidak punah. Puluhan karyawan Simply Homy Yogyakarta mendatangi lokasi konservasi Penyu Mina Raharja di Pantai Goa Cemara, Sanden Bantul Yogyakarta, Kamis (13/7). Selain melihat secara langsung proses penyelamatan penyu, para laryawan ini juga melakukan pelepasan tukik anak penyu di Pantai Goa Cemara.

Presiden direktur Simply Homy Guest House, Agung Nugroho Susanto didampingi Manager Simply Homy Guest House, Muhammad Anwar, mengatakan, pelepasan tukik sebagai bentuk kepedulian kami terhadap penyelamatan penyu dan lingkungan.

“Kami menyelenggarakan kegiatan konservasi penyu, jadi penyu ini memang salah satu hewan yang dilindungi bahkan sampai ada Peraturan Menteri Lingkungan juga mengenai spesies penyu ini dilindungi dan sekarang sudah mengalami kepunahan,” ungkap Agung Nugroho Susanto.

Agung Nugroho menambahkan seluruh spesies penyu itu hampir mengalami kepunahan. Disatu sisi, penyu ini bermanfaat bagi ekosistem, diantaranya untuk terumbu karang. Sehingga keberadaan penyu ini cukup penting bagi ekosistem di laut.

“Dengan begitu kami berpartisipasi juga dalam lingkungan khususnya dari Simply Homy Guest House dalam bentuk kepedulian dan untuk mengonservasi penyu untuk dilepaskan. Harapannya nanti bisa berkembang biak di laut juga dan spesies penyu ini menjadi semakin banyak kembali jumlahnya,” ujarnya..

Dalam menyalurkan program Corporote Responbility ( CSR ) program dari Simply Homy telah berlangsung dan berubah – ubah setiap tahunnya. Diantaranya donor darah, pembagian sembako, seminar untuk mahasiswa dan saat ini peduli satwa langka penyu.

“Banyak kegiatan dan tahun ini kita membantu upaya konservasi penyu di Pantai Goa Cemara. Jadi memang bagian dari corporate social responsibility (CSR) kami untuk peduli terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

Pengelola Konservasi Pantai Goa Cemara , Yatiman mengatakan, memasuki musim penyu bertelur. Sejak Mei hingga Juli,setidaknya sudah 40 sarang berhasil diselamatkan. Sesuai kalender, biasanya penyu akan bertelur mulai Mei hingga September. Tetapi puncaknya akan terjadi hingga Juni. Yatiman mengatakan, setiap sarang rata rata 70 butir telur. Dijelaskan, setelah diambil dari alam terbuka, telur masuk dalam konservasi di Pantai Goa Cemara. “Membutuhkan waktu kira kira 50 hari untuk telur menetas sejak diambil dari alam terbuka dan masuk ke konservasi,” ujarnya.

Fajar Surbekti, salah satu relawan konservasi penyu mengaku senang dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap upaya penyelamatan penyu.

” Khusus warga masyarakat sekitar pantai Goa Cemara, kesadarannya sangat tinggi dan sangat membantu. Jika warga melihat ada penyu bertelur di tepi pantai, mereka langsung lapor ke relawan sehingga langsung dilakukan penyelamatan terhadap telur penyu tersebut dan dilakukan upaya penetasan,” kata Fajar. ( Sts )

Sumber : cakrawala.co

Publikasi

KARENA MENIKAH UNTUK BAHAGIA

Dalam kehidupan rumah tangga hal yang biasa timbul konflik antara suami dan istri. Adakalanya dapat terselesaikan, namun ada juga yang berujung kepada perceraian.

Maka bagi suami dan istri wajib memiliki ilmu rumah tangga. Agar bisa mengarungi bahtera rumah tangga melewati berbagai badai yang menerjang.

Buku dengan judul Karena Menikah Untuk Bahagia ini adalah kumpulan kisah nyata dari peserta pelatihan online Sekolah Muslimah Bahagia. Dikemas dalam bentuk cerita pendek kemudian ditutup dengan Pandangan dan Solusi Islam.

Buku ini ditulis oleh Tria Meriza yang juga founder dari Sekolah Muslimah Bahagia. Walau diperuntukkan untuk target pembaca wanita, namun juga masih relate bagi kaum Adam yang ingin mencari solusi Islam terhadap persoalan rumah tangga.

INFORMASI TAMBAHAN 

Judul  : Karena Menikah Untuk Bahagia

Penulis : Tria Meriza

Jumlah Halaman : 276

ISBN : Dalam Proses

Harga : Rp.150.000

Penerbit : PT. Sushantco Tria Jaya

Kategori : Pernikahan

Penerbit

PT.Sushantco Tria Jaya yang berkantor pusat di Jalan Palagan Tentara Pelajar No.21, Sleman, Yogyakarta memiliki unit bisnis penerbitan.

Kecintaan sang Founder terhadap dunia literasi membawa kepada dunia penerbitan buku.

Visinya menjadi penerbit buku yang menjual buku bernuansa Islami dengan pembawaan yang ringan disertai solusi praktis Islam.

Harapannya buku-buku yang diterbitkan menambah khazanah pengetahuan dan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi pembacanya.

Membaca dan memahami makna buku, hingga mengajarkannya menjadi sangat penting, karena dimensinya bisa menjadi bekal di akhirat kelak.

Bahkan ‘ilmu yang bermanfaat’ merupakan ladang amal jariyah bagi orang yang mengajarkan dan mendakwahkannya. Seperti disampaikan hadits Rasulullah SAW berikut ini:

“Ketika anak cucu adam meninggal dunia maka putuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara : Pertama Amal jariyah, Kedua Doa anak yang sholeh, Ketiga Ilmu yang bermanfaat” (HR. Bukhari Muslim)

Salam Literasi !