Dari Properti Diam Jadi Mesin Uang!

Halo Calon Property Preneur, Saat ini saya ingin ngajak ngobrol para pemilik properti di luar sana. Yang punya rumah, apartemen, atau villa yang lagi nganggur atau cuma dipakai sesekali.

Jujur deh, sayang banget kalau aset berharga kayak gitu cuma jadi ‘debu’ dan ‘laba-laba’. Padahal, di zaman sekarang, setiap meter persegi properti Anda itu bisa banget jadi mesin penghasil uang.

Saya paham banget, kadang kita bingung mau ngapain. Disewakan tahunan? Ribet urus perjanjian, pajak, apalagi kalau dapat penyewa yang kurang bertanggung jawab. Dibiarkan kosong? Ya rugi. Capek pikiran.

Apalagi kalau Anda tinggal di kota berbeda atau sibuk kerja kantoran. Buat nge-handle kecil-kecil kayak kebersihan, kebocoran air, pohon yang sudah lebat, dan banyak lainnya, pasti pusing sendiri.

Nah, di sinilah saatnya properti Anda kami ‘produktivitaskan’. Ya, betul. Jangan cuma jadi beban pikiran. Ubah jadi aset produktif yang menghasilkan cuan tiap minggu, bahkan tiap hari Bersama tim manajemen SIMPLY HOMY, Anda nggak perlu pegang kerjaan apa-apa lagi.

Mulai dari:
1. Foto dan Styling : Kami datangkan fotografer profesional biar properti Anda keliatan aesthetic dan laku keras di marketplace.
2. Marketing: Kami pasang di Airbnb, Traveloka, Agoda, TikTok, Instagram—pokoknya semua saluran biar tamu penuh!
3. Operasional & Housekeeping: Ada tim kebersihan yang siap sedia 24/7 buat jaga properti tetap kinclong.
4. Layanan Tamu: Tim customer service kami yang handle chat dan telepon tamu.
Hasilnya? Properti Anda hidup 24 jam. Penghasilan terus mengalir. Dan yang paling penting, Anda bisa tidur nyenyak tanpa diganggu telepon tengah malam.

Bapak/Ibu tinggal duduk manis, terima laporan keuangan tiap bulan. Itulah yang namanya *passive income* sebenarnya. Bukan cuma mimpi, tapi properti Anda yang kerja.

Banyak yang takut di awal karena mikir ‘ah, nanti rumah saya rusak’, atau ‘bagi hasilnya tinggi. Tenang, di SIMPLY HOMY kita transparan. Kerjasama itu saling untung.

Jadi, tunggu apa lagi? Jangan biarkan properti Anda hanya jadi pajangan. Saatnya properti Anda produktif dan menghasilkan bareng SIMPLY HOMY. KELOLA PROPERTI ANTI RIBET? Ya di SIMPLY HOMY!

Semoga Bermanfaat, Salam sukses berkah berlimpah!
Simply Homy – Waralaba Guest House Pertama di Indonesia
Kelola Properti Anti Ribet!
Info Franchise : 0856.4356.7337
www.simplyhomy.com

Jurus Jitu Bookingan Tetap Jalan di Bulan Ramadhan

Bulan puasa tiba banyak pengusaha penginapan yang mulai deg-degan. ‘Waduh, low season nih, sepi pasti.’Tapi stop! Jangan panik dulu.

Berdasarkan pengalaman 16 tahun kami di industri ini, bulan puasa itu bukan bulan terjun bebas. Dia cuma bergeser. Yang tadinya tamu wisatawan biasa, sekarang bergeser ke tipe tamu yang lain.

Ini dia Dua jurus jitu ini yang bikin bookingan kita tetap jalan,
Rahasia pertama, MICRO-INFLUENCER LOKAL
Bukan artis. Bukan selebgram dengan jutaan followers. Tapi anak-anak muda kreatif di kota anda yang punya followers 5.000 sampe 50.000.
Caranya gampang. Setiap bulan puasa, alokasikan 3 sampai 5 kamar / unit gratis buat mereka. invite untuk staycation 1 malam.
Mereka dateng, mereka bikin konten—entah itu konten ‘ngabuburit di homestay’, ‘sahur dengan view aesthetic’, atau ‘buka puasa ala anak kos’.
Hasilnya? Konten mereka itu lebih dipercaya masyarakat daripada iklan kita sendiri. Engagement-nya tinggi, reach-nya organik.”

Sekarang kita masuk ke poin kedua. Siapa sih yang harus kita incar di bulan puasa?”
jangan pasang jaring terlalu lebar. Fokus ke tiga tipe tamu ini.”

Tipe pertama: Keluarga yang rumahnya lagi direnovasi atau lagi dikontrak
Banyak lho keluarga butuh tempat transit selama bulan puasa. Mereka butuh tempat bersih buat sahur, tempat nyaman buat buka puasa. Dan biasanya mereka nginep minimal 3-7 hari. Lumayan banget buat nutup biaya operasional.

Tipe kedua: Anak kos atau anak rantau
ini yang sering kelewat. Banyak anak kos yang mau mudik, tapi orang tuanya nggak bisa jemput. Mereka harus transit dulu di kota. Mereka butuh hotel atau homestay yang dekat stasiun atau bandara. Atau juga sebaliknya banyak orang tua yang mau jemput anaknya dan butuh tempat penginapan.

Tipe ketiga: Pekerja kantoran yang butuh ‘me-time’
Bulan puasa itu hectic banget buat mereka. Pagi kerja, sore macet, malem Tarawih. Kadang mereka butuh kabur sejenak. Staycation 1 malam, bareng keluarga. Mereka nggak mau masak, nggak mau ribet. Mereka cari hotel yang tinggal dateng, semua beres.

Nah sudah begitu berikan fasilitas-fasilitas pendukung selama bulan Ramadhan, seperti paket sahur dan buka puasa, musholla dan AC dingin untuk taraweh, juga sajadah, al quran dan mukena bersih di kamar, atau kalau di simply homy juga ada dapur komplit kitchen set untuk memasak sendiri. Ini yang membuat tamu merasa hotel Anda care terhadap kebutuhan ibadah mereka.

Oke jadi begitu inshaallah omzet bisa tetap jalan meskipun low season.
SIMPLY HOMY GUEST HOUSE waralaba guest house pertama di indonesia

Semoga Bermanfaat, Salam sukses berkah berlimpah!
Simply Homy – Waralaba Guest House Pertama di Indonesia
Kelola Properti Anti Ribet!
Info Franchise : 0856.4356.7337
www.simplyhomy.com

Untuk Yang Mau Nginep di Hotel, Ini Etika Sebelum Kamu Check-Out!

Meskipun kamu bukanlah seseorang yang menyukai travelling, dan melakukan perjalanan hanya karena pekerjaan, kamu setidaknya harus tetap bersyukur bahwa kamu bisa tidur di ranjang hotel yang bersih dan baru setiap malam.

Dan seperti sihir (Puf!)setelah kamu kembali dari seharian berjalan-jalan atau rapat yang melelahkan, kamarmu sudah terlihat bersih dan wangi kembali.

Dibalik keajaiban tersebut, ada manusia-manusia yang menjadikannya nyata. Ucapkanlah terima kasih, berikan sedikit penghargaan dan kompensasi yang layak kepada orang-orang itu.

Stephanie Land adalah author dari buku best seller-nya yang berjudul “Maid”, isinya mengenai waktunya bekerja sebagai housekeeper di sebuah hotel, untuk menunjang putrinya agar bisa mendapatkan gelarnya secara online.

Banyak orang yang bekerja dan mencari nafkah di industri pelayanan & jasa, dan standar tentang bagimana mereka dibayar serta diperlakukan sangatlah bervariasi. Sebagai seorang traveler, kamu bisa menaikkan standar tersebut melalui perilakumu sendiri.

Dan di bawah ini Stephanie memberikan saran tentang bagaimana kamu seharusnya meninggalkan kamar hotel ketika perjalanan atau liburanmu sudah berakhir.

 

Handuk


quote]Seni kemewahan bisa langsung dapat kamu rasakan dengan melihat berbagai bentuk dan ukuran handuk yang disediakan di hotel yang kamu tempati. Apakah kamu mendapatkan yang baru setiap harinya? atau kamu hanya menggunakan yang itu-itu saja selama perjalananmu?

Stephanie menuliskan bahwa kamu seharusnya mengumpulkan semua handuk yang telah kamu pakai dengan cara yang lebih spesifik sehingga memudahkan pekerjaan mereka, caranya hanya dengan menggulungnya menjadi satu dengan handuk yang lebih kecil di bagian dalam, karena handuk tersebut biasanya paling basah dan paling kotor dari yang lainnya.

Kamar mandi


Kamu tidak disuruh untuk menggosok wastafel atau menyikat kamar mandi kok, tapi ada beberapa hal kecil yang bisa kamu lakukan untuk memudahkan hidup para housekeeper yang sudah berjasa itu.

Yang perlu kamu lakukan dan sering terlupakan oleh semua orang adalah: Ambil gumpalan rambutmu yang biasanya tersangkut di lubang pembuangan air, buang ke tempat sampah dan cuci tanganmu. Selesai.

Me-Flush toilet seharusnya tidak perlu diingatkan, ya? tapi sepertinya beberapa orang memerlukan itu. Jadi tolong dilakukan juga.

 

“Jangan Ganggu”


Stephanie tidak membahas tetang tanda “Jangan Ganggu”,tetapi banyak yang berkomentar tentang ini, so let’s talk about it.

Secara teori kamu bisa menggunakan tanda tersebut untuk membatasi akses housekeeper ke kamarmu. Namun sayangnya tidak sesederhana itu.

Dalam sebuah artikel di situs Travel Skills, tanda “Jangan ganggu” bukanlah sebuah kontrak atau peraturan kaku yang wajib ditaati oleh para housekeepers dan manajemen hotel. Mereka tetap bisa dan berhak memasuki kamarmu terlepas dari ada atau tidaknya tanda tersebut.

Di sisi lain, para tamu sering berbohong mengenai tanda jangan ganggu. Mereka meletakan tanda tersebut di depan pintu, dan ketika mereka kembali ke kamar … Voila! kamar mereka tetap kotor seperti sebelumnya.

Setelah itu mereka akan melakukan komplain karena kamar mereka tidak dibersihkan dan berdalih bahwa mereka tidak meletakan tanda tersebut di depan pintu.

Dan sehubungan dengan pembahasan kita tentang bagaimana hal ini bisa membantu para housekeeper adalah dengan mengetahui fakta bahwa dengan menaruh tanda jangan ganggu di depan pintu yang bertujuan agar mereka tidak membersihkan kamar kita, dapat membuat mereka mendapatkan pemotongan gaji.

Housekeeper biasanya diberi tugas untuk membersihkan kamar tertentu, terutama yang akan melakukan check out hari itu. Dan gaji mereka akan dipotong jika kamar yang sudah ditentukan tidak bersih. Mereka juga ingin melihat apakah tamu mereka meninggalkan tip.

Jadi biarkan para pekerja tersebut melakukan tugas mereka, terkadang karena hal tersebut meskipun kamu sudah memasang tanda jangan ganggu, mereka akan tetap masuk dan membersihkan kamarmu.

Jadi sebelum kamu meninggalkan kamar, jangan lupa simpan dulu barang-barang nakal dan privasimu, ya.

 

Bantu pekerjaan mereka sedikit


Daftar mengenai hal-hal kecil yang akan sangat membantu pekerjaan housekeeper :

Lepaskan seprai dan sarung bantal kemudian tumpukan dan tinggalkan di lantai di seberang pintu kamar mandi.
Ambil semua handuk bekas, waslap, dan keset kamar mandi dan letakkan dalam satu tumpukan di lantai kamar mandi.
Ambil tempat sampah dari bawah meja dan kamar mandi lalu tempatkan bersama di samping tumpukan seprai (dekat pintu kamar mandi).
Pasang lalu rapihkan kembali setrika dan papan setrika (jika ada)
Taruh remote tv dan ac pada tempatnya.
Buka gorden.
Tidak perlu merapikan selimutmu karena, kerena mereka harus membawanya untuk dibersihkan

Sumber : klik

Penampakan R-100 Airship : Hotel “MELAYANG” Yang Menakjubkan Dan Berujung Tragis!

Pernah naik balon udara? atau minimal waktu kecil pernah main balon udara? nah, pasti kita semua tahu ya jika balon udara yang berisi gas ini sangat rawan meledak, entah itu ketusuk atau terkena percikan api, dan karena hal inilah tentu sering kita dengar jika proyek-proyek pesawat udara di masa lalu banyak yang harus berakhir dengan tragedi atau insiden fatal, dan salah satunya adalah proyek ambisius pemerintah Inggris untuk membangun kapal udara yang sangat besar yaitu R100 dan R101.

Pesawat R100 dibangun sebagai bagian dari program pemerintah Inggris untuk mengembangkan kapal udara untuk menyediakan transportasi penumpang dan surat antara Inggris dan negara-negara di sekitar Kerajaan Inggris, termasuk juga wilayah India, Australia dan Kanada. Awalnya, diusulkan agar dua kapal udara dibangun: satu diberi nama R101, dirancang dan dibangun di bawah arahan Kementerian Udara, dan yang lain, diberi nama R100, yang akan dibangun oleh perusahaan swasta berdasarkan kontrak harga tetap.

R100, dirancang oleh Barnes Wallis, dan selesai dibuat di Howden, Yorkshire pada tahun 1929. Badan pesawat itu terbuat dari duralumin, paduan aluminium versi awal, dan ditutupi dengan lapisan kain raksasa yang dijahit menjadi potongan-potongan dan direntangkan keseluruh bagian kapal. Didalamnya diisi 17 kantong gas yang memberikan daya mengapung yang sangat krusial.

Kantong-kantong gas tersebuyt itu diisi dengan 500 juta kaki kubik hidrogen yang sangat mudah terbakar. Amerika Serikat memiliki monopoli helium, gas lain yang lebih ringan dari udara, tapi sayangnya gas tersebut tidak tersedia dalam kualitas yang dibutuhkan oleh Inggris untuk program pesawat udara mereka.

Bertolak belakang dengan konstruksi dasar didalam R100, kru dan penumpang di pesawat difasilitasi dengan mewah. Tangga ganda mengarah ke ruang makan dengan interior yang indah. Ruang makan dan ruang tengah memiliki galeri di mana penumpang dapat mengakses berbagai akomodasi. Diapit di setiap sisi adalah dua jendela panorama besar dan lega.

R100 dikatakan dapat mengangkut 100 penumpang dalam berbagai pilihan kelas, tersedia 14 kabin dengan dua tempat tidur dan 18 kabin empat tempat tidur. Dengan dua set jendela ganda tinggi dengan bentuk melengkung di kedua sisi kapal, yang dapat memberi cahaya pada dua set dek berjalan di kedua sisi akomodasi penumpang.

R100 melakukan penerbangan perdananya di pagi hari tanggal 16 Desember 1929. Setelah berangkat dari Howden pada pukul 07:53, pesawat itu terbang perlahan, menggunakan jalur untuk Royal Airship Works di Cardington, Bedfordshire, pesaway udara ini berjalan hanya dengan lima mesin karena salah satu mesin terpaksa harus ditutup karena masalah teknis, dan pesawat berhasil menyelesaikan perjalananan pertama pada pukul 13:40.

Penerbangan kedua dilakukan keesokan harinya, dengan tujuan melakukan penerbangan ke London, tetapi mengalami insiden ketika tiang penyangga tergelincir, lalu kain terlepas dari sirip bawah, dan penerbangan dibatasi pada pelayaran di sekitar Bedfordshire hanya untuk menguji respons kontrol. Penerbangan kedua itu berlangsung 6 jam 29 mnt. Keesokan harinya, R100 dibawa dari tiang ke gudang No.2 di Cardington untuk proses memodifikasi kekurangan, dan ini memakan waktu hingga 11 Januari 1930.

Beralih ke pesawat udara kedua yaitu R101 yang dibuat untuk perjalanan dengan rute yang jauh,
dengan berbagai modifikasi dan pembaruan terutama di sektor teknis, R101 pun memulai perjalanan untuk mengujinya, tetapi sayang sekali R101 mengalami insiden fatal sehingga membuatnya jatuh dan terbakar di Perancis, dalam perjalanan menuju ke India pada 5 Oktober 1930, akibat kejadian itu Kementerian Udara Inggris memerintahkan kepada pesawat udara R100 untuk diturunkan lalu dikempiskan dan kemudian digantung di disebuah tempat di Cardington selama satu tahun sementara pemerintah memikirkan tiga opsi untuk dipertimbangkan proyek pesawat udara ini, tetapi karena situasinya dirasa tidak memungkinkan akhirnya proyek pesawat udara ini ditutup dan sisa-sisa dari pesawat udarapun dijual.

Sumber : 1, 2, 3

Saat Menginap Di Hotel, Jangan Bikin 5 Hal Ini. Memalukan!

Menginap di hotel, untuk saat ini adalah bukan hal mewah lagi. Sekarang sudah banyak hotel-hotel yang menawarkan fasilitas bagus, dengan harga yang lumayan. Apalagi kalo agan sista rajin mencari promo di waktu-waktu tertentu, akan banyak penawaran yang bisa didapat dengan harga yang ramah di kantong.

Tamu adalah raja, kita pasti sudah tak asing dengan istilah ini kan? Tapi meskipun tamu diibaratkan sebagai raja, jangan sampai kita melupakan sikap dan adab saat menginap dihotel.

Para pekerja maupun staff hotel bagaimanapun mereka adalah manusia, jadi janganlah kita memberatkan pekerjaan mereka dengan sikap norak kita saat menginap.

Apalagi kalo kita menginap di luar negeri. Sikap dan attitudekita harus betul-betul diperhatikan. Bukan ane menyarankan untuk sok jaim, tapi sikap dan perilaku kita akan berimbas pada tamu selanjutnya. Iya kalo sikap kita bagus, maka tamu selanjutnya akan mendapat kesan yang sama.

Tapi jika sikap kita buruk, kasian kan tamu selanjutnya. Berkemungkinan akan dicap sama buruknya dengan kita, cuma gara-gara berasal satu negara dengan kita. Ibarat kata, kita yang makan nangka, orang yang kena getahnya. Apes kali kan?

 

1. Mengambil Barang Milik Hotel
Sudah tak aneh jika di hotel disediakan barang-barang yang bisa dipakai oleh tamu sebagai fasilitas hotel, tapi ada beberapa yang tidak boleh apalagi sampai diambil.

2. Merokok di Kamar
Tolong hindari untuk merokok di dalam kamar. Selain asap nya akan menempel pada bahan kain yang menimbulkan bau, di kamar juga biasanya dilengkapi dengan smoke detectoryang akan berbunyi jika ada indikasi asap yang tebal.

Merokoklah di tempat yang sudah di sediakan.

3. Mengambil Sarapan Dengan Porsi Besar
Pada saat breakfast atau makan pagi, alias sarapan. Plis deh, jangan mengambil makanan dalam porsi banyak sekaligus, atau menyusun semua menu hingga meja penuh dengan makanan. Plis deh, jatahnya emang bebas, tapi gosah gitu juga keleees.

Apalagi pas udah ngambil banyak, eh ujung-ujungnya malah ngga habis. Kan mubazir. Ambillah dengan porsi kecil, karena kalian bisa mengulang jika kalian mau menambah porsi. Pastikan kalian mengambil dengan piring baru yang bersih dan jangan memakai piring bekas pakai. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tanyakan pada chef atau pelayan yang standbydi dekat meja sajian.

4. Berbicara Dengan Suara Keras
Keseruan saat menginap rame-rame bareng kawan atau kerabat kadang suka bikin kita lupa sekitar.

Berbicara dan becanda tidak dengan suara yang keterlaluan. Baik itu di lobby, di lorong atau pun di kamar. Karena suara kita bisa mengganggu dan membuat tamu lain menjadi kurang nyaman.

5. Komplain Saat Check Out
Ini sebaiknya dihindari. Jika ada keluhan utarakan beberapa saat setelah Check in, agar bisa diganti atau diperbaiki dengan segera.

Apalagi kalo komplainnya pas mau check out, lalu ujung-ujungnya minta diskon. Jangan ditiru ya.

Nah, itu sebagian sikap yang jangan dilakukan saat menginap di hotel. Untuk para bolangers silakan tambahkan tips saat kalian traveling bareng sama temen atau keluarga pas waktu liburan atau kesempatan lainnya.

Atau boleh juga share jika kalian punya cerita seru tentang kelakuan temen, saudara atau kalian sendiri mungkin, kali-kali ada yang sama dengan ulasan di atas.

Sumber : 1, 2, 3, 4, 5