Rahasia Dibalik Selotip Hitam yg Aman Dari Arus Listrik

Ini adalah lanjutan mengenai menyambung kabel headset yang rusak dengan solatip hitam disini. Jadi, kepikiran, apa sih istimewanya selotip hitam ini? Kok, bisa-bisanya jadi solusi yang langsung teringat di kepala ketika ada kabel-kabel elektronik yang putus, meskipun keliatannya sepele banget.

Saya sendiri awalnya ngira kalau solatip hitam cuma buat nutup-nutup aja seperti halnya solasi lakban bening. Tapi, setelah beberapa kali nyobain perbaikin kabel headset, chargeran, atau bahkan kabel di motor, rasanya solatip hitam itu punya “kekuatan mistis” tersendiri. Nggak tau kenapa, setiap kali ngelilit kabel yang rusak selalu pake benda ini. Tapi, beneran aman nggak sih? Terus, kenapa solatip hitam selalu jadi pilihan utama?

Setelah googling, ternyata solatip hitam ,(electrical tape) itu emang didesain khusus buat kelistrikan. Jadi, bukan sekedar selotip biasa yang kita pake buat bungkus kado atau nempel poster di tembok. Solatip hitam terbuat dari PVC, semacam bahan plastik yang tahan panas, air, dan yang paling penting, tahan listrik. Itu alasan kenapa setiap kali kita bungkus kabel, atau memutu komponen kelistrikan dijamin aman.

Fungsi solatip ini bener-bener bertugas untuk mencegah korsleting yang bisa ngebakar kabel atau bahkan perangkat elektronik lainnya istilahya punya sifat isolatif yang bagus. Terdengar sederhana, tapi krusial banget kan maka kita pantas berterimakasih pada penemunya yakni perusahaan 3M (Minnesota Mining and Manufacturing Company) pada 1946, yang kini selain hitam dijual juga warna kuning, biru, putih, hijau dan merah.

 

KEGUNAAN SOLATIP LISTRIK

  • Mencegah Korsleting dalam Sistem Kelistrikan
  • Menghambat Munculnya Percikan dari Bunga Api
  • Menjaga supaya Tidak Terkena Sengatan Listrik
  • Menutup Sambungan dari Listrik sehingga Tidak Tersentuh Anak-anak
  • Memberikan Pelindung untuk Colokan Listrik
  • Melindungi Rangkaian Kabel dari Air
  • Untuk Membedakan Kabel

Saya jadi mikir, gimana caranya orang-orang zaman dulu sebelum ada solatip hitam, ya? Masa iya mereka pake kain perban buat membalut kabel? Hahaha. Tapi, dengan perkembangan zaman, beruntung kita dikasih solusi yang gampang dan murah. Tinggal beli solatip hitam di toko listrik, potong secukupnya, lilit kabel yang rusak, dan voila! Masalah beres dalam hitungan menit.

Tapi ya, kadang, ada yang berpikiran kalo solatip hitam itu cuma solusi sementara, alias nggak bisa bertahan lama. Dan saya setuju sama itu. Meskipun solatip hitam oke buat ngeberesin kabel yang rusak, sebenernya, itu cuma buat sementara waktu.

Misal, kalian punya headset mahal yang kabelnya putus, tentu seteaj disabung lalu tinggal di bunglus solatip hitam ini. Ya, mungkin bertahan beberapa minggu atau bulan, tapi lama-lama, ya kabel itu bakal rusak lagi. Kenapa? Karena solatip hitam nggak bisa memperbaiki kabel secara permanen. Itu hanya menutupi kerusakan dan memastikan aliran listrik nggak bocor. Jadi tetap harus mempertimbangkan buat beli headset baru kalau masalah kabelnya udah terlalu parah.

Jadi, apa sih yang bikin solatip hitam ini jadi spesial? Saya rasa, ini lebih ke “reliability” atau kehandalan. Setiap orang yang pegang perangkat elektronik atau barang yang ada kabelnya, pasti punya solatip hitam di kotak perkakas mereka. Ini semacam toolkit wajib yang ada di setiap rumah.

Sumber : klik

Sabar Ada Batasnya, Berarti Bukan Sabar Dong Namanya?

Kita mungkin sering dengar ada orang bilang, “Sabar itu ada batasnya.” Hm, tapi kalau sabar ada batasnya, apa masih bisa disebut sabar, ya? Apa kesabaran itu kayak tali tambang yang kalo ditarik terus bisa putus juga? Atau kesabaran tuh sesuatu yang bisa kita panjang-panjangin terus tanpa ujung? Hm..

Saya mikir mungkin kesabaran memang ada limitnya, tapi itu bukan berarti kita nggak sabar. Semua orang punya batasan, punya momen di mana akhirnya mereka bilang, “Ok, udah cukup.” Tapi, apa itu berarti dari awal mereka nggak sabar? Kayaknya nggak sesederhana itu.

Kesabaran itu semacam latihan. Dari yang benar-benar diuji lalu tiba-tiba harus sabar, apalagi kalau masalah hidup lagi bertubi-tubi. Kayak misal, kalian punya temen yang bawaannya nyebelin terus. Hari pertama, oke lah kalian sabar. Hari kedua, sabar lagi. Hari ketiga, kalian masih bisa ketawa sambil bilang, “Santai aja, gue bisa sabar.” Tapi setelah seminggu, sebulan, bahkan bertahun-tahun? Kalian pasti mulai ngerasa capek kan? Nah, itu bukan berarti kalian nggak sabar, tapi lebih ke kalian udah terlalu lama ngelatih kesabaran sampai rasanya capek sendiri. Keluh.

Tapi kenapa ya, ada yang bilang namanya sabar harusnya emang nggak ada batasnya? Menurut saya, orang yang terlalu sabar itu sama saja menumbalkan dirisendiri. Ketika kita bisa sabar sama orang lain, tapi kita sebenarnya lagi mengorbankan diri sendiri. Dengan terus-terusan menahan rasa kesal, rasa sakit, atau bahkan kekecewaan mendalam, sampai akhirnya kita nggak sadar kalo yang kita tahan itu udah bikin diri kita terluka. Di sinilah batas kesabaran itu masuk akal, jadi bukan berarti kita nggak sabar, tapi kita juga harusnya sadar sama kesehatan mental dan emosi kuta sendiri.

Diantara kita mungkin pernah ngerasain gimana rasanya sabar sampe di titik penghabisan. Misalnya, saya sabar banget sama pasangan yang terus-terusan bikin masalah. Saya akan mikir, “Ah, namanya juga hubungan, selisih paham itu hal biasa.” Tapi kalau sudah di titik di mana semua kesalahan yang sama terus diulang dan saya terus-terusan nahan diri, apa masih bisa dibilang sabar?

Kadang, batas kesabaran itu bukan tentang gimana caranya kita nahan, tapi gimana kita bisa bilang “CUKUP” di saat yang tepat. Dan itu bukan berarti kita nggak sabar, tapi justru kita tahu kapan waktunya berhenti bertahan diwaktu yang tepat.

Saya percaya, kesabaran itu bukan soal seberapa lama kita bisa tahan atau seberapa sering kita mengalah. Kesabaran itu juga tentang gimana kita bisa mengenali waktu kapan harus maju atau kapan harus mundur. Kadang, kita terlalu fokus buat sabar sama orang lain, sampai lupa sabar sama diri sendiri, numbalin dirisendiri dari sebuah ketidakadilan.

Menurut saya, sabar itu harus punya arah yang jelas, dan kita harus tahu kapan waktunya berhenti. Jadi, kalo ada yang bilang, “Kesabaran kok ada batasnya? Berarti bukan sabar namanya,” kita boleh banget senyum dan jawab, “Sabar gue punya batas karena gue juga sayang sama diri gue sendiri.”. Ini bukan kegagalan, tapi justru keberhasilan kita buat paham batasan diri sendiri.

Saya setuju kalau sabar itu penting, bahkan dalam banyak kasus, sabar bisa jadi jalan keluar yang terbaik. Tapi kita juga harus sadar bahwa sabar bukan berarti ngorbanin diri sendiri sampai hancur. Sabar adalah seni untuk tahu kapan harus nahan dan kapan harus lepaskan. Jadi, nggak perlu takut buat pasang batasan. It’s okay to step back, and it’s okay to say, “I’ve had enough.”

Sumber : Klik

5 Cara Cepat, Bikin Hp Lega Seperti Baru Lagi (Antimainstream!)

Kalau penyimpanan internal smartphone mulai penuh, ini bisa bikin pengalaman menggunakannya jadi kurang nyaman seperti lemot, nge-lag atau nggak bisa lagi menyimpan file. Masalah ini akan sering dialami dan pasti mengganggu kinerja smartphone kita, kan?

Umumnya kita mulai bebersih atau menghapus file besar dan sampah di smartphone. Disini saya akan berikan cara tambahan supaya ruang penyimpanan smartphone mu semakin lega dan ringan lagi kerjanya, hasilnya smartphone mu kembali optimal.

Aplikasi Bloatware
Bloatware adalah aplikasi yang sudah terpasang secara default pada perangkat dan mungkin tidak dibutuhkan oleh semua pengguna. Tapi buat pengguna yang jarang digunakan sebaiknya dihapus saja karena jelas sudah menggunakan ruang penyimpanan. Caranya bisa dengan meng-uninstall seperti biasa atau melalui akses root terlebih dahulu.

Aplikasi Duplikat
Tanpa sadar atau ketidaktahuan kita kadang kita meng-install beberapa aplikasi yang kalau diamati fungsinya sama saja seperti ada beberapa browser, player, catatan dan lainnya. Putuskan mana yang harus dihapus saja dan pilih satu aplikasi terbaik atau sering dipakai. Cara ini bisa bikin ruang penyimpanan smartphone mu jadi lebih lega.

Aplikasi Media Sosial
Kita tahu sekarang ini banyak banget aplikasi media sosial ditemukan, yang paling populer saat ini cuma WhatsApp, Facebook Messenger, WeChat. Kalau ada yang jarang di gunakan atau nggak menarik lagi seperti Friendster, Vine, Digg dan lainnya mending dihapus aja.

Game
Game-game besar yang jarang dimainkan dipastikan bisa makan banyak ruang. Kalau udah nggak pernah dimainkan seperti Grand Theft Auto: San Andreas, Asphalt 8: Airborne, Modern Combat 4: Zero Hour dan lainnya sangat disarankan di hapus aja dan simpan yang masih seru maksimal 3 saja.

Aplikasi Peningkat Performa
Aplikasi pembersih RAM dan penghemat baterai sering kali malah bikin smartphone jadi lemot bahkan jadi sarang penyusupan!
DroidCleaner, Speed Booster dan lainnya diketahui sebagai adware atau malware yang dapat mengancam privasi dan keamanan pengguna.

Dengan mengelola aplikasi yang ada di smartphone kita secara pintar membuat kinerjanya tetap optimal. Aplikasi yang tersisa seharusnya yang benar-benar dibutuhkan, jika pun terpaksa maka gunakan prinsip “habis pakai buang” ini mencegah kelupaan kita untuk segera menghapusnya dan pastikan juga untuk memeriksa kapasitas penyimpanan dan optimalisasi secara berkala dengan aplikasi bawaan saja.

Sumber : klik

Bukan Hoaks! Kabel HDMI Kalian Sekarang Ini Bisa Disadap, Waspadalah?

Tersiar kabar baru bahwa kabel HDMI sekarang mulai bisa disadap orang tidak bertanggung jawab. Kabel HDMI, yang sering digunakan untuk mentransfer video dan audio berkualitas tinggi antara perangkat seperti TV, konsol game, dan komputer, ternyata bisa disadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab!

Pelaku menggunakan perangkat khusus seperti HDMI splitter atau capture device, seseorang dapat menangkap sinyal digital yang melewati kabel tersebut. Bayangkan saja jika pengguna menggunakan kabel HDMI untuk melakukan pekerjaan yang bersifat sensitif yang berhubungan dengan keamanan negara, hukum dan lain sebagainya tentu ini sangat berbahaya!

Setahu saya kabel HDMI umumnya dilindungi oleh teknologi HDCP (dirancang untuk mencegah penggandaan konten secara ilegal), tapi sekarang ancaman penyadapan tetap ada jika perlindungan ini tidak diaktifkan atau dilewati.

Teknik menyadap saya rasa juga tidak sembarangan prosesnya pasti kompleks. Pelaku harus paham benar teknologi komputer terkini dan perkabelan HDMI, kerja pelaku adalah dengan mendekode sinyal data digital berbandwidth tinggi ini dengan perangkat keras yang canggih.

Maka dari itu, kita sebagai pengguna atau pemilik kabel HDMI mulai saat ini harus waspada dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan perangkat dan jaringan mereka demi mencegah penyadapan yang bisa membahayakan privasi dan keamanan data. Tidak ada cara lain dengan mempercayakan pada instalator yang tersertifikasi dan terpercaya untuk memasangnya dan menggunakan kabel HDMI berkualitas tinggi.

Jika kalian merasa terganggu atau tidak nyaman dengan temuan ini maka sebaiknya segera cek keberadaan kabel HDMI kalian pada TV dan Home Theater, Set-Top Box dan Decoder, beragam Konsol Game, Player Blu-ray/DVD, perkabelan HDMI Komputer ke Monitor atau TV, Proyektor dan Streaming Devices.

Apapun alasannya menyadap sinyal HDMI tanpa izin dari pemilik perangkat yang sah adalah pelanggaran privasi dan di banyak tempat, bisa menjadi tindakan ilegal. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak hukum sebelum mencoba melakukan hal semacam ini.

Sumber : 1, 2, 3

Pencinta Kopi Sejati Itu Tanpa Gula? 2 Ahli Kopi Ini Buka Rahasianya!

Sumber : google

Ngopi itu soal selera, ya, dan setiap orang punya cara sendiri untuk menikmatinya. Ada yang suka kopi hitam pekat tanpa gula, dengan alasan ingin menikmati rasa asli dari kopi itu sendiri. Di sisi lain, ada juga yang lebih suka kopi dengan tambahan gula, agar rasa pahitnya berkurang dan lebih mudah dinikmati. Jadi, apakah ngopi sejati itu tanpa gula? Atau mungkin semua tergantung dari selera masing-masing?

Dua teman saya, sebut saja si A dan si B, punya pandangan yang berbeda tentang hal ini. Si A tipe orang yang selalu minum kopi tanpa gula. Katanya, “Ngopi itu, ya nikmatin rasa pahitnya. Gula itu cuma bikin rasa asli kopinya hilang.” Sementara itu, si B lebih suka kopi dengan campuran gula, merasa bahwa kopi itu minuman yang fleksibel. “Saya suka kopi ada manisnya,, menurutku nikmat. Pahitnya kopi yang dicampur manisnya gula itu paduan yang pas banget di lidah,” ujar si B.

Diluar sana ada banyak juga orang seperti si A, yang percaya bahwa pecinta kopi sejati harus diminum tanpa gula. Mereka menganggap bahwa gula bisa mengganggu rasa aslinya kopi, yang memang seharusnya dinikmati dalam bentuk paling murninya. Menurutnya, kopi adalah minuman yang kompleks, penuh dengan rasa yang hanya bisa dirasakan jika kita meminumnya tanpa tambahan apapun. Setiap tegukan memberikan pengalaman yang berbeda, mulai dari rasa pahit di awal hingga sedikit asam di akhir. Menurutnya, minum kopi tanpa gula adalah cara yang benar-benar memahami dan menikmati secangkir kopi. Hm.

Namun, di sisi lain, si B dan yang sealiran dengannya, dengan cara menambahkan gula sesuai selera tidaklah mengurangi kenikmatan kopi, malah justru meningkatkan rasa kopi. Menurutnya, kopi dengan tambahan gula adalah kombinasi sempurna antara rasa pahit dan manis. Si B cs, tidak terlalu memikirkan apakah rasa asli kopi itu terganggu atau tidak. Yang penting adalah bagaimana mereka bisa menikmati kopi itu sendiri.

“Coffee first. Schemes later.”
“Ngopi dulu.. Rencana belakangan.”
Leanna Renee Hieber.

Lebih luas lagi bagi aliran C, kopi seharusnya bisa dinikmati sesuai selera dan caranya masing-masing. Tidak ada aturan baku yang menentukan bagaimana kopi harus disajikan atau diminum misalkan dalam keadaan dingin (es kopi) sekalipun bisa dengan variasi susu, cream, sirup dan lainnya. Yang terpenting adalah kenyamanan dan kepuasan saat menikmati secangkir kopi benar-benar bisa dinikmati.

Menurut saya, setiap orang memiliki preferensi dan pengalaman yang berbeda-beda, justru ini yang membuat pengalaman “ngopi” jadi begitu pribadi dan menyenangkan. Pada akhirnya, apakah ngopi sejati itu tanpa gula atau tidak, semuanya kembali pada kita sendiri sebagai penikmat.

Meminum kopi adalah tentang momen, suasana, dan perasaan yang didapatkan dari setiap cangkirnya. Setuju?

Sumber : Klik