Tenang & Damai Di Penginapan Syariah


Kedamaian hati adalah sesuatu yang tak ternilai harganya. Termasuk dalam Pilihan gaya hidup berbasis syariah mencerminkan komitmen terhadap nilai-nilai Islam bagi penganutnya. Kami percaya di simply homy yang merupakan penginapan berbasis syariah bisa memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan nilai-nilai spiritual ini. Penginapan syariah adalah akomodasi yang dirancang untuk memberikan layanan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Hal ini mencakup aturan dan fasilitas yang lebih terjaga, seperti larangan ikhtilat campur baur pria wanita, larangan satu kamar yang bukan mahram, tidak menyediakan alkohol, serta memastikan semua makanan dan minuman halal.

Selain itu, di simply homy juga menyediakan fasilitas pendukung ibadah, seperti sajadah, mukena, adzan reminder dan Al-Qur’an di setiap kamar. Juga kami sangat memperhatikan privasi tamu dimana di simply homy, satu guest house hanya untuk satu rombongan keluarga. Inilah yang menjadi pembeda menginap di penginapan syariah , memberikan suasana tenang, berkah dan rasa kedamaian karena lingkungan yang terjaga terhindar dari berbagai kemaksiatan. jadi kapan mau nginap disini ? Simply Homy Anda tuan rumahnya!

Menginap di Hotel VS Menginap di Guest House


Sebenarnya tidak bisa dibandingkan secara langsung karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang sangat tergantung dengan kebutuhan.
Oke kita bahas Hotel Sewa Per kamar :
Plusnya : lokasi banyak terdapat di titik strategis, dan fasilitas cenderung lengkap untuk hotel berbintang.
Minusnya : Tentu biayanya lebih mahal, ruang terbatas dan kurang privasi.
Sementara untuk konsep Guest House / Villa
Plusnya : Harga lebih murah karena 1 rumah bisa untuk 10-15 orang, ruang bersama lebih luas, dan privasi terjamin.
Minusnya : Lokasi terbatas tidak di tengah kota dan fasilitas lebih terbatas.
Jadi pastikan memilih akomodasi menginap sesuai kebutuhan anda.
Nah kalau di simply homy tambahannya ada fasilitas dapur lengkap beserta alat masaknya, ada fasilitas kolam renang di unit tertentu, fasilitas adzan reminder, alat sholat dan al quran, serta yang nggak ada di tempat lain yaitu ada fasilitas digital healing. Di SIMPLY HOMY GUEST HOUSE anda tuan RUMAHNYA!

Dari Properti Diam Jadi Mesin Uang!

Halo Calon Property Preneur, Saat ini saya ingin ngajak ngobrol para pemilik properti di luar sana. Yang punya rumah, apartemen, atau villa yang lagi nganggur atau cuma dipakai sesekali.

Jujur deh, sayang banget kalau aset berharga kayak gitu cuma jadi ‘debu’ dan ‘laba-laba’. Padahal, di zaman sekarang, setiap meter persegi properti Anda itu bisa banget jadi mesin penghasil uang.

Saya paham banget, kadang kita bingung mau ngapain. Disewakan tahunan? Ribet urus perjanjian, pajak, apalagi kalau dapat penyewa yang kurang bertanggung jawab. Dibiarkan kosong? Ya rugi. Capek pikiran.

Apalagi kalau Anda tinggal di kota berbeda atau sibuk kerja kantoran. Buat nge-handle kecil-kecil kayak kebersihan, kebocoran air, pohon yang sudah lebat, dan banyak lainnya, pasti pusing sendiri.

Nah, di sinilah saatnya properti Anda kami ‘produktivitaskan’. Ya, betul. Jangan cuma jadi beban pikiran. Ubah jadi aset produktif yang menghasilkan cuan tiap minggu, bahkan tiap hari Bersama tim manajemen SIMPLY HOMY, Anda nggak perlu pegang kerjaan apa-apa lagi.

Mulai dari:
1. Foto dan Styling : Kami datangkan fotografer profesional biar properti Anda keliatan aesthetic dan laku keras di marketplace.
2. Marketing: Kami pasang di Airbnb, Traveloka, Agoda, TikTok, Instagram—pokoknya semua saluran biar tamu penuh!
3. Operasional & Housekeeping: Ada tim kebersihan yang siap sedia 24/7 buat jaga properti tetap kinclong.
4. Layanan Tamu: Tim customer service kami yang handle chat dan telepon tamu.
Hasilnya? Properti Anda hidup 24 jam. Penghasilan terus mengalir. Dan yang paling penting, Anda bisa tidur nyenyak tanpa diganggu telepon tengah malam.

Bapak/Ibu tinggal duduk manis, terima laporan keuangan tiap bulan. Itulah yang namanya *passive income* sebenarnya. Bukan cuma mimpi, tapi properti Anda yang kerja.

Banyak yang takut di awal karena mikir ‘ah, nanti rumah saya rusak’, atau ‘bagi hasilnya tinggi. Tenang, di SIMPLY HOMY kita transparan. Kerjasama itu saling untung.

Jadi, tunggu apa lagi? Jangan biarkan properti Anda hanya jadi pajangan. Saatnya properti Anda produktif dan menghasilkan bareng SIMPLY HOMY. KELOLA PROPERTI ANTI RIBET? Ya di SIMPLY HOMY!

Semoga Bermanfaat, Salam sukses berkah berlimpah!
Simply Homy – Waralaba Guest House Pertama di Indonesia
Kelola Properti Anti Ribet!
Info Franchise : 0856.4356.7337
www.simplyhomy.com

Jurus Jitu Bookingan Tetap Jalan di Bulan Ramadhan

Bulan puasa tiba banyak pengusaha penginapan yang mulai deg-degan. ‘Waduh, low season nih, sepi pasti.’Tapi stop! Jangan panik dulu.

Berdasarkan pengalaman 16 tahun kami di industri ini, bulan puasa itu bukan bulan terjun bebas. Dia cuma bergeser. Yang tadinya tamu wisatawan biasa, sekarang bergeser ke tipe tamu yang lain.

Ini dia Dua jurus jitu ini yang bikin bookingan kita tetap jalan,
Rahasia pertama, MICRO-INFLUENCER LOKAL
Bukan artis. Bukan selebgram dengan jutaan followers. Tapi anak-anak muda kreatif di kota anda yang punya followers 5.000 sampe 50.000.
Caranya gampang. Setiap bulan puasa, alokasikan 3 sampai 5 kamar / unit gratis buat mereka. invite untuk staycation 1 malam.
Mereka dateng, mereka bikin konten—entah itu konten ‘ngabuburit di homestay’, ‘sahur dengan view aesthetic’, atau ‘buka puasa ala anak kos’.
Hasilnya? Konten mereka itu lebih dipercaya masyarakat daripada iklan kita sendiri. Engagement-nya tinggi, reach-nya organik.”

Sekarang kita masuk ke poin kedua. Siapa sih yang harus kita incar di bulan puasa?”
jangan pasang jaring terlalu lebar. Fokus ke tiga tipe tamu ini.”

Tipe pertama: Keluarga yang rumahnya lagi direnovasi atau lagi dikontrak
Banyak lho keluarga butuh tempat transit selama bulan puasa. Mereka butuh tempat bersih buat sahur, tempat nyaman buat buka puasa. Dan biasanya mereka nginep minimal 3-7 hari. Lumayan banget buat nutup biaya operasional.

Tipe kedua: Anak kos atau anak rantau
ini yang sering kelewat. Banyak anak kos yang mau mudik, tapi orang tuanya nggak bisa jemput. Mereka harus transit dulu di kota. Mereka butuh hotel atau homestay yang dekat stasiun atau bandara. Atau juga sebaliknya banyak orang tua yang mau jemput anaknya dan butuh tempat penginapan.

Tipe ketiga: Pekerja kantoran yang butuh ‘me-time’
Bulan puasa itu hectic banget buat mereka. Pagi kerja, sore macet, malem Tarawih. Kadang mereka butuh kabur sejenak. Staycation 1 malam, bareng keluarga. Mereka nggak mau masak, nggak mau ribet. Mereka cari hotel yang tinggal dateng, semua beres.

Nah sudah begitu berikan fasilitas-fasilitas pendukung selama bulan Ramadhan, seperti paket sahur dan buka puasa, musholla dan AC dingin untuk taraweh, juga sajadah, al quran dan mukena bersih di kamar, atau kalau di simply homy juga ada dapur komplit kitchen set untuk memasak sendiri. Ini yang membuat tamu merasa hotel Anda care terhadap kebutuhan ibadah mereka.

Oke jadi begitu inshaallah omzet bisa tetap jalan meskipun low season.
SIMPLY HOMY GUEST HOUSE waralaba guest house pertama di indonesia

Semoga Bermanfaat, Salam sukses berkah berlimpah!
Simply Homy – Waralaba Guest House Pertama di Indonesia
Kelola Properti Anti Ribet!
Info Franchise : 0856.4356.7337
www.simplyhomy.com

Untuk Yang Mau Nginep di Hotel, Ini Etika Sebelum Kamu Check-Out!

Meskipun kamu bukanlah seseorang yang menyukai travelling, dan melakukan perjalanan hanya karena pekerjaan, kamu setidaknya harus tetap bersyukur bahwa kamu bisa tidur di ranjang hotel yang bersih dan baru setiap malam.

Dan seperti sihir (Puf!)setelah kamu kembali dari seharian berjalan-jalan atau rapat yang melelahkan, kamarmu sudah terlihat bersih dan wangi kembali.

Dibalik keajaiban tersebut, ada manusia-manusia yang menjadikannya nyata. Ucapkanlah terima kasih, berikan sedikit penghargaan dan kompensasi yang layak kepada orang-orang itu.

Stephanie Land adalah author dari buku best seller-nya yang berjudul “Maid”, isinya mengenai waktunya bekerja sebagai housekeeper di sebuah hotel, untuk menunjang putrinya agar bisa mendapatkan gelarnya secara online.

Banyak orang yang bekerja dan mencari nafkah di industri pelayanan & jasa, dan standar tentang bagimana mereka dibayar serta diperlakukan sangatlah bervariasi. Sebagai seorang traveler, kamu bisa menaikkan standar tersebut melalui perilakumu sendiri.

Dan di bawah ini Stephanie memberikan saran tentang bagaimana kamu seharusnya meninggalkan kamar hotel ketika perjalanan atau liburanmu sudah berakhir.

 

Handuk


quote]Seni kemewahan bisa langsung dapat kamu rasakan dengan melihat berbagai bentuk dan ukuran handuk yang disediakan di hotel yang kamu tempati. Apakah kamu mendapatkan yang baru setiap harinya? atau kamu hanya menggunakan yang itu-itu saja selama perjalananmu?

Stephanie menuliskan bahwa kamu seharusnya mengumpulkan semua handuk yang telah kamu pakai dengan cara yang lebih spesifik sehingga memudahkan pekerjaan mereka, caranya hanya dengan menggulungnya menjadi satu dengan handuk yang lebih kecil di bagian dalam, karena handuk tersebut biasanya paling basah dan paling kotor dari yang lainnya.

Kamar mandi


Kamu tidak disuruh untuk menggosok wastafel atau menyikat kamar mandi kok, tapi ada beberapa hal kecil yang bisa kamu lakukan untuk memudahkan hidup para housekeeper yang sudah berjasa itu.

Yang perlu kamu lakukan dan sering terlupakan oleh semua orang adalah: Ambil gumpalan rambutmu yang biasanya tersangkut di lubang pembuangan air, buang ke tempat sampah dan cuci tanganmu. Selesai.

Me-Flush toilet seharusnya tidak perlu diingatkan, ya? tapi sepertinya beberapa orang memerlukan itu. Jadi tolong dilakukan juga.

 

“Jangan Ganggu”


Stephanie tidak membahas tetang tanda “Jangan Ganggu”,tetapi banyak yang berkomentar tentang ini, so let’s talk about it.

Secara teori kamu bisa menggunakan tanda tersebut untuk membatasi akses housekeeper ke kamarmu. Namun sayangnya tidak sesederhana itu.

Dalam sebuah artikel di situs Travel Skills, tanda “Jangan ganggu” bukanlah sebuah kontrak atau peraturan kaku yang wajib ditaati oleh para housekeepers dan manajemen hotel. Mereka tetap bisa dan berhak memasuki kamarmu terlepas dari ada atau tidaknya tanda tersebut.

Di sisi lain, para tamu sering berbohong mengenai tanda jangan ganggu. Mereka meletakan tanda tersebut di depan pintu, dan ketika mereka kembali ke kamar … Voila! kamar mereka tetap kotor seperti sebelumnya.

Setelah itu mereka akan melakukan komplain karena kamar mereka tidak dibersihkan dan berdalih bahwa mereka tidak meletakan tanda tersebut di depan pintu.

Dan sehubungan dengan pembahasan kita tentang bagaimana hal ini bisa membantu para housekeeper adalah dengan mengetahui fakta bahwa dengan menaruh tanda jangan ganggu di depan pintu yang bertujuan agar mereka tidak membersihkan kamar kita, dapat membuat mereka mendapatkan pemotongan gaji.

Housekeeper biasanya diberi tugas untuk membersihkan kamar tertentu, terutama yang akan melakukan check out hari itu. Dan gaji mereka akan dipotong jika kamar yang sudah ditentukan tidak bersih. Mereka juga ingin melihat apakah tamu mereka meninggalkan tip.

Jadi biarkan para pekerja tersebut melakukan tugas mereka, terkadang karena hal tersebut meskipun kamu sudah memasang tanda jangan ganggu, mereka akan tetap masuk dan membersihkan kamarmu.

Jadi sebelum kamu meninggalkan kamar, jangan lupa simpan dulu barang-barang nakal dan privasimu, ya.

 

Bantu pekerjaan mereka sedikit


Daftar mengenai hal-hal kecil yang akan sangat membantu pekerjaan housekeeper :

Lepaskan seprai dan sarung bantal kemudian tumpukan dan tinggalkan di lantai di seberang pintu kamar mandi.
Ambil semua handuk bekas, waslap, dan keset kamar mandi dan letakkan dalam satu tumpukan di lantai kamar mandi.
Ambil tempat sampah dari bawah meja dan kamar mandi lalu tempatkan bersama di samping tumpukan seprai (dekat pintu kamar mandi).
Pasang lalu rapihkan kembali setrika dan papan setrika (jika ada)
Taruh remote tv dan ac pada tempatnya.
Buka gorden.
Tidak perlu merapikan selimutmu karena, kerena mereka harus membawanya untuk dibersihkan

Sumber : klik