Hidup adalah Persaingan! Viral Ibu Kantin Buang Jajanan Siswi MTs Nurul Huda Brebes

Ungkapan “hidup adalah perjuangan” sering kali kita temui dalam lirik lagu yang mengangkat tema kehidupan. Hal ini mencerminkan kenyataan bahwa kehidupan memang merupakan sebuah perjuangan. Setiap individu berusaha untuk mencapai posisi terbaik, menjadi yang terhebat, mengumpulkan kekayaan, dan meraih popularitas di tengah masyarakat.

Makna dari hidup sebagai perjuangan juga dapat diartikan sebagai bentuk persaingan atau hidup adalah persaingan. Dalam konteks ini, setiap orang berupaya untuk mengungguli yang lain, baik melalui cara yang sehat maupun yang tidak etis. Persaingan ini menciptakan dinamika yang kompleks dalam interaksi sosial, di mana individu atau kelompok berusaha untuk mendapatkan keunggulan.

Persaingan ini dapat ditemukan di berbagai sektor, mulai dari antar sesama buruh pabrik, pedagang di pasar, hingga perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi secara global. Pengalaman di masa sekolah, seperti saat di SD atau SMP, sering kali menunjukkan bagaimana para pedagang saling bersaing, bahkan terkadang terlibat dalam konflik, seperti saling menjatuhkan reputasi dagangan satu sama lain.

Sebuah video yang menunjukkan dagangan seorang siswi MTs di Brebes dibuang oleh ibu kantin menjadi viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di sebuah sekolah yang terletak di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Dalam video berdurasi 28 detik yang telah menyebar luas, tampak jajanan seperti sosis, roti, dan mie tergeletak di tanah. Siswi yang berjualan terlihat sangat sedih dan menangis akibat perlakuan tidak menyenangkan yang diterimanya dari ibu kantin tersebut.

Berdasarkan keterangan yang terdapat dalam caption video, diketahui bahwa ibu dari siswi tersebut telah berusaha keras untuk menabung demi modal dagangannya. Ia bahkan rela bangun di tengah malam untuk menyiapkan makanan yang dijualnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh detikJateng pada Kamis (19/12/2024), insiden pelemparan jajanan siswa terjadi pada Selasa (17/12) sekitar pukul 07:15 WIB di MTS Nurul Huda yang terletak di Desa Kalibuntu, Kecamatan Losari, Brebes.

Dalam sebuah video yang berdurasi 28 detik, terlihat jajanan yang dijual berserakan di tanah akibat tindakan ibu kantin sekolah bernama Sominah (70) yang melemparnya. Video tersebut menjadi viral setelah diunggah di akun Instagram @medsos_rame.

Menurut penjelasan Kepala MTS Nurul Huda, Basuni, tindakan yang dilakukan oleh Sominah bukanlah hal baru, melainkan sudah sering terjadi. Siswa di sekolah tersebut sering kali diperlakukan dengan tidak baik ketika Sominah melihat mereka membeli jajanan dari tempat lain.

Diharapkan pihak sekolah dapat menangani masalah ini dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran bagi semua pihak, di mana persaingan yang sehat harus tetap dijunjung tanpa menghilangkan kompetisi yang ada seperti yang terjadi di sebuah sekolahan di Brebes tersebut, semua siswa diwajibkan membeli ditempat jualan dia orang.

Sumber Tulisan dan Gambar : 1, 2, 3

Demi Keselamatan Warga! Pemerintahan Malaysia bakal Rombak Total Peraturan Internet

Di dunia internet, banyak sekali masalah serius yang muncul dan mengganggu pengguna. Hal ini membuat kita sulit untuk memprediksi dan mencegah berbagai tindakan negatif yang bisa terjadi. Perluasan kendali internet oleh pemerintah mungkin bisa digunakan sebagai cara untuk menanggulangi masalah tersebut.

Menteri Komunikasi, Fahmi Fadzil, menyampaikan kepada Parlemen pada 9 Desember 2024 bahwa pemerintah perlu melakukan revisi terhadap undang-undang yang ada untuk menangani berbagai dampak negatif yang muncul di dunia maya. Beberapa isu yang perlu diperhatikan adalah penipuan, perundungan siber, kejahatan seksual terhadap anak, dan pornografi anak.

Rancangan Undang-Undang (RUU) ini akan memberlakukan sanksi yang lebih berat bagi pelanggar konten dan memberikan kekuasaan lebih kepada aparat penegak hukum, termasuk hak untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan tanpa perlu surat perintah. Dengan adanya peraturan yang lebih ketat ini, diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kebebasan berpendapat memang ada, tapi kami juga diberi wewenang melalui Parlemen untuk menerapkan pembatasan apa pun yang diperlukan demi keselamatan masyarakat,” kata Fahmi, dilaporkan Bloomberd, dikutip dari The Straits Times, Selasa (10/12/2024).

Tindakan pemerintah Malaysia dalam mengatur penggunaan internet di negara tersebut terbilang cukup ketat, dan mungkin banyak negara lain yang tidak mampu menerapkan kebijakan serupa. Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keamanan siber dan mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat.

Penanganan masalah yang berkaitan dengan internet perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul. Dengan melakukan pengawasan dan penegakan hukum yang ketat, pemerintah dapat mencegah terjadinya kejahatan siber sebelum hal tersebut terjadi, sehingga menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi warganya.

Penerapan hukuman yang tegas dan keras terhadap pelanggaran di dunia maya diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan. Langkah ini tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai upaya untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menggunakan internet.

Namun, mungkin peristiwa atau regulasi terbaru di Malaysia ini bisa menjadi pelajaran bagi negara tetangganya. Internet yang semakin sulit untuk dikendalikan adalah hal yang perlu diwaspadai. Di Malaysia, meskipun kejahatan siber tidak terlalu parah, mereka mampu untuk bertindak cepat dan tegas untuk mengurangi potensi kejahatan yang muncul.

 

Sumber Tulisan dan Gambar : 1, 2

Laporan 2024: Indonesia Nomor Satu Dunia, Warganya sudah Kecanduan Parah pakai Hape!

Di era modern ini, keberadaan smartphone sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Banyak orang, termasuk yang di Indonesia, sangat bergantung pada perangkat tersebut untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat kita cenderung mengalami kecanduan terhadap penggunaan smartphone. Hal ini bisa dilihat dari seberapa sering orang-orang menghabiskan waktu dengan perangkat tersebut, baik untuk bersosialisasi maupun mencari informasi.

Tentu saja, ada sisi positif dan negatif dari penggunaan smartphone. Di satu sisi, teknologi ini memudahkan komunikasi dan akses informasi, tetapi di sisi lain, bisa menyebabkan masalah seperti kurangnya interaksi langsung dan gangguan kesehatan mental.

Diungkap oleh media CNBC Indonesia pada (26/12), menurut laporan State of Mobile 2024 yang dirilis oleh Data.AI, orang-orang di Indonesia menghabiskan lebih dari seperempat waktu mereka setiap hari, yaitu sekitar 6,05 jam, untuk menggunakan perangkat mobile selama tahun 2023.

Di posisi kedua, Thailand tercatat menggunakan ponsel selama 5,64 jam setiap harinya, sementara Argentina berada di urutan ketiga dengan durasi penggunaan ponsel sekitar 5,33 jam per hari. Dalam hal ini, peringkat pertama pun terpaut jauh dengan peringkat kedua, bahkan jika dibandingkan dengan rentan antara peringkat kedua dengan peringkat ketiga.

Hal ini menunjukkan betapa besar minat masyarakat Indonesia terhadap penggunaan ponsel. Ada kemungkinan dua alasan utama di balik fenomena ini, yaitu untuk mengisi waktu luang dengan berselancar di internet atau untuk mencari penghasilan tambahan.

Namun dalam laporan ini juga mengungkapkan bahwa hanya orang Indonesia yang menghabiskan lebih dari 6 jam sehari untuk menggunakan smartphone, dibandingkan dengan orang-orang di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan penggunaan ponsel di Indonesia cukup tinggi.

Dalam berita yang beredar, terdapat judul yang menyebutkan bahwa fenomena ini merupakan bentuk kecanduan terhadap smartphone. Istilah “kecanduan” biasanya memiliki makna negatif, yang menunjukkan bahwa dampak buruk dari penggunaan ponsel lebih banyak dibandingkan manfaat yang didapatkan.

Diharapkan mudah-mudahan masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan smartphone mereka, dengan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Penggunaan ponsel yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan, sehingga penting untuk mengatur waktu penggunaan dengan baik.

Sumber Tulisan dan Gambar : 1, 2

Nasib Penjual Kecil Ditengah Gempuran Official Store Di Marketplace? FJB Yuk, Gerak!

Sebagai pemilik usaha sampingan, rasanya nggak ada yang lebih bikin gemes kalau melihat harga di marketplace sekarang. Dulu, jualan di marketplace terasa kayak lahan subur buat usaha kecil seperti saya. Tapi sekarang, semenjak official store, merk ternama atau pemodal besar mulai dominan bikin persaingan harga jadi gila-gilaan. Kadang, barang yang saya jual tiba-tiba harganya bisa lebih mahal dari harganya official store, merk ternama, dan pemain besar, padahal saya udah nyari stok termurah sampai “ke ujung dunia”..

Perang harga ini nggak cuma soal siapa yang jual lebih murah, tapi juga soal siapa yang bisa bertahan. Official store, merk ternama atau pemain besar punya kekuatan buat ngasih diskon gede-gedean (bakar uang) dan promo tanpa batas. Sebagai penjual kecil, saya cuma bisa ngeliatin dengan miris. Belum lagi, sistem marketplace sebagai pihak ketiga yang seringkali otomatis nampilin produk yang lebih murah di urutan paling atas atau merubah algoritma sesukanya membuat penjual seperti saya seolah mati kutu dan sia-sia melakukan optimasi iklan.

Dengan harga yang lebih murah dan promo gila-gilaan otomatis banyak pembeli yang ngebandingin harga dan akhirnya milih produk mereka. Sebagai penjual kecil, tantangan terbesar ya jelas ngadepin dominasi mereka itu.

Ibarat saya menemui jalan buntu, tapi mereka punya akses langsung ke pintu utama untuk memdapatkan stok, dan bisa ngebanting harga. Sementara saya? Cuma bisa ikut arus, berusaha jaga margin kecil biar tetep dapet untung. Rasanya kayak, tiap kali ada official store yang jual produk serupa, peluang saya buat laku otomatis menurun drastis.

Gimana nggak stress, coba? Saya akhirnya harus benar-benar ngitung dengan teliti tiap biaya yang keluar, mulai dari modal barang, ongkos kirim, sampai biaya admin dari marketplace itu sendiri. Margin keuntungan jadi semakin tipis, tapi nggak ada cara lain selain ikut harga pasar. Karena kalo nggak, ya siap-siap aja dagangan nggak laku karena pembeli udah keburu milih yang lebih murah. Ini bikin saya mikir, apakah marketplace bener-bener tempat yang ramah buat penjual kecil seperti saya?

Persaingan jualan via online zaman sekarang memang semakin keras dan sengit, ibarat kolam yang sudah penuh sesak oleh ikan besar dan keberadaan saya si ikan kecil jadi nggak terlihat.

Saya jadi mikir, nggak adil rasanya kalo Official store, merk ternama atau pemain besar terlalu bebas mengatur harga seenaknya, sementara reseller, droshiper dan penjual kecil kayak saya harus ngikutin arus tanpa perlindungan. Saya ngerasa pemerintah perlu bikin aturan yang bisa melindungi kami di marketplace. Contohnya ada pembatasan diskon atau promosi yanh dilakukan mereka, biar kami juga punya kesempatan buat bersaing secara sehat.

Selain itu, ada baiknya marketplace menyediakan slot khusus atau mekanisme supaya produk seperti kami tetap bisa bersaing dan nggak kalah pamor sama produk mereka. Ini bukan cuma soal agar kami bisa jualan dengan nyaman, tapi juga soal bagaimana marketplace bisa jadi lahan usaha yang adil dan seimbang buat semua pemain. Karena pada akhirnya, saya yakin banyak pembeli yang juga pengen dukung penjual kecil, asalkan ada kesempatan yang setara buat kami bersaing.

Kalo situasi ini terus dibiarkan, takutnya kami reseller, dropshiper, dan pedagang kecil seperti saya bakalan tersingkir secara perlahan. Pembeli juga mungkin bakal makin jarang nemu pilihan barang yang unik atau berbeda karena semuanya dikuasai oleh brand besar dan kaku. Semoga saja regulasi yang adil bisa bantu menciptakan keseimbangan, adil dan membuat marketplace jadi tempat yang sehat buat semua.

Sumber : klik

Negara “Loyo” Harusnya Segera Sadar Dan Berantas 5 Hal Ini , Setuju?

Pernah nggak sih, kalian ngerasa kalau hidup dan tinggal di sebuah negara yang negaranya itu terasa loyo, kayak jalan di tempat? Ibarat tanaman, udah disiram air tapi tetap aja layu, boro-boro ngarep buahnya, berbunga saja nggak. Saking sabar dan lelahnya kita jadi cemburu ketika melihat negara lain yang tumbuh dan berkembang pesat, saya yakin negera saya tinggal bisa lebih dari mereka!

Menurut saya, ada lima hal yang wajib hukumnya segera di BERANTAS HABIS SAMPAI KE AKARNYA kalau kita pengen negara loyo itu bisa segar dan tumbuh subur. Bukan cuma soal pemerintah yang mesti kerja keras, tapi kita semua juga harus sadar dan bergerak penuh kesadaran, iklash dan kompak!

5 hal yang saya maksudkan adalah mulai dari urusan pinjol, judi online, korupsi, jual-beli hukum, sampai premanisme dan tukang parkir liar.

1. Berantas Pinjol (Pinjaman Online)
Pinjol itu seolah jadi jalan pintas yang bikin orang tergiur. Tapi, udah tahu sendiri kan kalau banyak orang yang akhirnya terjebak bunga tinggi yang mencekik akibat iklan pinjolnya sangatlah manis? Dari kasus utang menumpuk sampai ke intimidasi, pinjol nggak hanya merugikan secara finansial tapi juga mental. Negara harus bisa lebih tegas buat menutup semua pinjol ilegal ini. Kita juga harus sadar buat nggak lagi tergiur hal instan yang ternyata bikin rugi.

2. Berantas Judi Online
Gila, judi online itu udah kayak wabah. Mulai dari anak muda sampai orang tua, semuanya kalangan bisa kena! Masalahnya bukan cuma soal duit yang habis buat taruhan, tapi gimana efeknya ke kehidupan sosial. Orang-orang bisa jadi kecanduan, kehilangan kerjaan, kehilangan harta, dan kehilangan keluarga. Negara nggak boleh diam, harusnya judi online ini ditumpas sampai ke akarnya. Sulit, tapi tetap harus diperjuangkan, peran pemuka agama juga harus berada di depan!

3. Berantas Korupsi
Ngomongin korupsi tuh nggak ada habisnya, kayak ngukur jalan yang seolah nggak ada ujungnya. Padahal korupsi ini akar dari banyak masalah lainnya. Uang rakyat yang harusnya dipakai buat pembangunan, pendidikan, dan kesehatan, malah disikat oknum-oknum baik! Kalau korupsi nggak diberantas, ya siap-siap aja negara kita terus-terusan terjebak dalam lingkaran setan. Negara kaya makin miskin.

4. Hukum Jual Beli
Masalah yang sering bikin frustasi juga adalah ketika hukum bisa diperjualbelikan. Mau salah atau benar, semua bisa diatur asal ada duit. Banyak conroh sudah kita melihat dimedia orang benar dikalahkan atau hatinurani dibutakan karena kalah harta dan jabatan. Kalau negara kita mau maju, hukum harus adil dan nggak boleh bisa dibeli. Orang salah ya harus dihukum, yang benar harus dibela, bukan malah sebaliknya. Hukum yang adil bakal bikin kita semua lebih percaya sama negara!

5. Premanisme dan Tukang Parkir Liar
Satu lagi yang sering bikin kita gregetan, premanisme dan tukang parkir liar. Ke mana-mana ada aja yang pungut duit, bahkan di tempat yang harusnya gratis. Ini bukan cuma soal duit receh yang hilang, tapi juga soal keamanan dan kenyamanan kita. Negara harus lebih tegas buat membersihkan preman dan tukang parkir liar ini. Buat aturan yang tegas dan membuat jera Kita butuh ruang publik yang aman dan nyaman, bukan malah was-was.

Kalau kita sadar dan kompak bisa ngelakuin ini semua, harapan saya pelan-pelan negara yang sudah ‘loyo’ ini bisa segar lagi, bisa tumbuh subur, berbunga dan berbuah manis! Mungkin kita nggak bisa langsung ngelihat hasilnya besok, tapi untuk anak cucu kita yang dimulai dari sekarang!

Sumber : klik