Gadget Unik Kesayangan Cat Lover: Petlibro Polar Wet Food Automatic Feeder!

Pergi berlibur adalah salah satu opsi terbaik bagi para pekerja untuk sejenak menenangkan pikiran dari hiruk pikuk dan stress saat bekerja. Liburan terbukti sangat efektif dalam menyediakan distraksi sehingga kita bisa lebih fokus pada diri kita sendiri. Sayangnya hal ini tidak berlaku bagi pet owner yang merantau jauh. Liburan bisa jadi malah membuat kita kepikiran dengan kondisi anabul kesayangan kita.

Sebagai pet owner, saya sendiri sering merasa bimbang jika harus meninggalkan kucing saya pergi ke luar kota untuk urusan kerja maupun liburan. Terutama karena kucing saya mudah stress dan sangat tidak suka jika harus dititipkan ke tempat yang tidak familiar. Sehingga kehadiran cat feeder bisa sangat membantu.

Satu hal yang saya syukuri adalah, kucing saya tidak terlalu pemilih terhadap makanan. Makanan kering atau basah bisa dengan mudah ia lahap. Sayangnya tidak semua cat owner seberuntung saya.

Ada beberapa kucing yang cukup sulit makan, dan mau makan jika disediakan makanan basah setidaknya sekali dalam sehari. Dalam kasus ini, Petlibro Polar Wet Food Automatic Feeder bisa sangat membantu.

Kelebihan dari produk ini adalah kemampuannya untuk mempertahankan kesegaran wet food hingga 3 hari dan mampu terkoneksi ke dalam aplikasi, sehingga pet owner dapat mengatur jadwal makan dengan leluasa.

Dengan kehadiran gadget ini, pet owner bisa lebih tenang jika harus meninggalkan si anabul kesayangan untuk keperluan kerja maupun liburan. Yang membedakan gadget ini dengan gadget serupa lainnya adalah kemampuannya untuk menjaga wet food tetap segar dengan sistem pendinginan melalui teknologi semikonduktor, alih-alih menggunakan ice pack yang tidak praktis. Gadget ini secara global dibanderol dengan harga $130 (sekitar 2,1 juta rupiah). Bagaimana, tertarik?

Sumber : klik

Pekerjaan atau Anak: Mana yang lebih Penting?

Pekerjaan atau anak? Pertanyaan seperti ini pasti sering muncul terutama bagi beberapa orang tua muda yang menunggu kelahiran buah hatinya maupun orang tua yang memiliki anak usia bayi atau balita. Yup, dua pilihan yang cukup sulit untuk dipilih.

Jujur, saya akan dengan mudah memilih anak saya dibandingkan pekerjaan saya. Karena menurut saya tidak ada satu pun di dunia ini yang lebih berharga dibandingkan buah hati saya. Tapi menariknya, ternyata tidak semua orang memiliki pandangan yang sama. Pertanyaan ini saya temukan di Quora, dan menurut saya cukup menarik untuk diulas lebih jauh.

Ketika saya pikir-pikir kembali, alasan saya dengan mudahnya memilih anak saya dibandingkan pekerjaan, adalah karena saya hidup dalam lingkungan yang stabil. Stabil secara finansial, stabil secara emosional, dengan banyak dukungan dari orang-orang terdekat, yang jelas membuat saya mudah dalam menentukan keputusan. Tetapi di luar sana, ada jauh lebih banyak orang yang tidak seberuntung saya. Banyak diantaranya seorang single-mother, yang mau tidak mau harus memilih pekerjaannya karena itu satu-satunya sumber kestabilan yang mereka punya. Karena kehilangan pekerjaan = game over.

Saya bisa memilih anak, karena saya punya pilihan. Karena tanpa bekerja pun, saya masih bisa mengandalkan gaji suami yang cukup untuk keluarga saya. Seandainya saya sangat sibuk dalam pekerjaan, saya masih bisa meminta bantuan pasangan, orang tua, saudara, maupun mertua untuk menjaga anak saya. Tapi tidak semua orang memiliki privilege yang sama. Kebanyakan dari mereka bukannya tidak mau memilih anak sebagai pilihan utama, tetapi lebih kepada pilihan mereka hanyalah bekerja. Karena akan ada jauh lebih banyak hal yang mereka korbankan jika mereka tidak bekerja, salah satunya masa depan buah hati mereka. Dan itu adalah pilihan yang sangat berat.

Melihat pertanyaan ini di Quora, yang awalnya saya merasa aneh dengan model pertanyaan ini dan berpikir, “Mana ada orang memilih pekerjaan dibandingkan anak sendiri”, saya merasa ditampar. Saya merasa malu, karena itu artinya selama ini saya cukup judgemental terhadap pilihan orang lain yang saya anggap salah, tanpa sadar apa yang ada di balik pilihan mereka. Semoga tulisan ini bisa menjadi sudut pandang baru untuk kita semua agar lebih bijak dalam menyikapi pilihan-pilihan penting dalam kehidupan orang lain.

Sumber : klik

Kebutuhan atau Keinginan? Yuk kenali perbedaannya!

Melihat proyeksi ekonomi ke depan yang semakin suram, dengan melemahnya mata uang Indonesia yang mencapai Rp 16.264/ dollar dan juga kenaikan PPN hingga 12%, kita harus bersiap dengan mulai mengencangkan ikat pinggang. Manajemen keuangan sangat penting untuk dilakukan, terutama bagi masyarakat yang sudah berkeluarga.

Walaupun PPN 12% kabarnya hanya akan dikenakan pada barang-barang premium saja, nyatanya barang-barang pokok seperti beras, dan lain sebagainya tetap terkena imbasnya. Karena salah satu komoditas yang terkena PPN 12% adalah listrik dan kemungkinan besar BBM juga, maka jelas seluruh barang lain juga akan terkena imbasnya. Karena tidak mungkin padi diolah tanpa listrik, tidak mungkin bahan pokok dapat masuk pasar tanpa ada rantai distribusi yang jelas-jelas memerlukan BBM.

Oleh karena itu, jauh lebih baik untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dengan berbelanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali bingung membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Memahami perbedaan keduanya sangat penting, terutama dalam mengelola keuangan dan kehidupan yang lebih terarah.

Kebutuhanadalah segala sesuatu yang penting dan mendasar untuk kelangsungan hidup. Kebutuhan ini meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, dan akses terhadap layanan kesehatan. Tanpa pemenuhan kebutuhan ini, kualitas hidup kita akan terganggu.

Sebaliknya, keinginanadalah hal-hal yang tidak mendesak dan lebih bersifat sebagai tambahan atau pelengkap hidup. Contoh keinginan adalah membeli barang-barang mewah, berlibur, atau memiliki gadget terbaru. Keinginan ini lebih bersifat sekunder dan dapat dipenuhi jika ada dana lebih setelah kebutuhan utama tercukupi.

Keputusan dalam manajemen keuangan tetaplah hak masing-masing orang, hanya saja dengan tulisan ini saya berharap untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang melemah.

Semoga tulisan ini membantu!

Sumber : klik

Mengenal FOMO: Fenomena Sosial yang Semakin Meluas di Era Digital

Pernah tidak sih, terbersit dalam kepala, kenapa ya orang-orang bisa mengikuti banyak sekali tren-tren tidak jelas tanpa alasan yang pasti? Contohnya saja membeli boneka Labubu dengan harga jutaan, atau ikut tren ice bucket challenge yang sempat viral beberapa waktu silam yang akhirnya menelan beberapa korban. Fenomena tersebut dinamakan FOMO: Fear of Missing Out. Sebuah fenomena dimana seseorang merasa cemas atau takut kehilangan kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas sosial atau tren yang sedang populer. Meskipun terdengar sepele, FOMO dapat memengaruhi kehidupan sosial, mental, dan perilaku seseorang secara signifikan.

Apa Itu FOMO?

FOMO adalah singkatan dari “Fear of Missing Out,” yang berarti ketakutan atau kecemasan seseorang akan kehilangan informasi, kesempatan, atau pengalaman sosial yang dianggap penting atau menarik. Istilah ini pertama kali populer di dunia digital pada tahun 2004, dan semakin dikenal seiring berkembangnya media sosial.

Dalam konteks media sosial, FOMO muncul ketika seseorang melihat teman-teman atau orang lain mengunggah foto, video, atau status tentang aktivitas yang mereka lakukan, sementara orang tersebut merasa tertinggal atau tidak terlibat. Misalnya, seseorang merasa cemas ketika melihat teman-temannya berlibur ke tempat eksotis atau menghadiri acara sosial yang menyenangkan, sementara mereka tidak bisa ikut. FOMO dapat menyebabkan seseorang bertingkah ekstrim dan tidak rasional. Seperti mengambil hutang besar agar dapat membeli barang yang sedang trend saat itu, tidak peduli apakah barang tersebut memiliki fungsi atau tidak. Atau bahkan tidak peduli apakah orang dia memiliki kemampuan untuk membayar hutang tersebut, selama dia tidak merasa tertinggal.

Penyebab Munculnya FOMO

Ada beberapa faktor yang menyebabkan FOMO berkembang pesat, terutama di kalangan pengguna media sosial :

Akses Informasi yang Tak TerbatasMedia sosial memberikan akses cepat terhadap berbagai informasi, baik itu tentang kegiatan teman, acara terkini, atau tren yang sedang berkembang. Informasi ini bisa memicu perasaan takut ketinggalan.
Kecenderungan Perbandingan Sosial Banyak orang cenderung membandingkan diri mereka dengan orang lain. Ketika melihat orang lain menikmati momen-momen tertentu yang tampaknya lebih menyenangkan atau lebih menguntungkan, timbul perasaan tidak puas dengan kondisi diri sendiri.
Tekanan Sosial Tekanan untuk terus terlihat aktif atau terlibat dalam tren terbaru sering kali memicu rasa FOMO. Orang merasa terpaksa mengikuti perkembangan zaman dan gaya hidup tertentu untuk tidak merasa tertinggal.
Kebutuhan untuk Terhubung Keterikatan sosial menjadi kebutuhan dasar manusia. Dalam dunia digital, FOMO sering kali muncul ketika seseorang merasa tidak terhubung dengan lingkaran sosial mereka, meskipun mereka sedang tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

FOMO dalam beberapa kasus jelas memberikan dampak yang buruk pada kehidupan sehari-hari kita. FOMO yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi kesehatan mental, membuat seseorang merasa tidak pernah puas, kehilangan fokus, kehidupan sosial yang tidak seimbang, dan juga pengambilan keputusan yang tidak rasional. Oleh karena itu, mulai sekarang belajar untuk menerima kehidupan dan tidak terlalu membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang asing yang ada di media sosial. Fokus pada kebahagiaan diri sendiri dan pencapaian pribadi, sesekali jauhkan diri dari media sosial dan nikmati apa yang telah kita miliki di depan mata kita! Semoga tulisan ini membantu.

Sumber : klik

5 Hal Paling Nyaman Dilakukan Saat Musim Hujan

Tidak terasa sekarang sudah pergantian musim ke musim hujan. Musim hujan sering kali membawa suasana yang tenang dan nyaman. Hawa yang sejuk dan suara rintik hujan memberikan efek tenang bagi kebanyakan orang. Terutama jika hujan turun di hari Minggu, hari dimana kebanyakan orang menghabiskan waktu di luar rumah setelah jenuh bekerja, akhirnya memilih untuk bersantai di rumah menikmati segarnya hujan. Namun kalau hujan sudah datang sejak pagi, agak bingung juga ya menghabiskan waktu santai seperti apa. Berikut adalah lima hal paling nyaman yang bisa dilakukan saat musim hujan:

1. Membaca Buku Favorit dengan Secangkir Minuman Hangat

Buat saya yang hobi banget baca buku, tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menikmati buku favorit di sudut rumah yang nyaman sambil ditemani secangkir teh, kopi, atau cokelat panas. Suara hujan diluar jendela memberikan latar yang sempurna untuk tenggelam dalam cerita yang menarik.

2. Menonton Film atau Drama

Musim hujan adalah waktu yang tepat untuk maraton film atau serial yang sudah lama ingin ditonton. Siapkan selimut hangat, cemilan favorit, dan nikmati hiburan tanpa gangguan. Jujur saja, suasana mendung atau hujan membuat pengalaman menonton menjadi lebih menyenangkan.

3. Memasak atau Sekedar Membuat Camilan Favorit

Hujan di luar menjadi alasan sempurna untuk mencoba resep baru atau membuat kudapan hangat seperti gorengan, sup, atau kue. Kegiatan ini tidak hanya mengusir kebosanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dengan aroma masakan yang menghangatkan hati.

4. Bermain Game atau Berkumpul Bersama Keluarga
Saat hujan deras membuat aktivitas di luar rumah terbatas, ini adalah kesempatan untuk bermain board game, kartu, atau bahkan video game bersama keluarga atau teman. Kegiatan ini dapat mempererat hubungan sekaligus menciptakan kenangan yang menyenangkan.

5. Menikmati Waktu untuk Diri Sendiri

Musim hujan sering kali memberikan kesempatan untuk lebih banyak merenung dan menikmati waktu sendiri. Sebenarnya menikmati waktu untuk diri sendiri bisa sangat beragam, seperti sekedar melihat hujan sambil daydreaming, tidur, dan juga sekedar bersantai sambil mendengarkan musik.

Musim hujan memang identik dengan suasana yang nyaman dan damai. Dengan melakukan salah satu dari aktivitas di atas, Anda bisa memaksimalkan momen tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Selamat menikmati musim hujan!

Sumber : klik