Grojogan Sewu, Air Terjun Indah Yang Wajib di kunjungi

Grojogan Sewu, Air Terjun Indah Yang Wajib di kunjungi

Alam selalu menghadirkan pesona yang tak ada duanya. Selain jajaran gunung yang berdiri kokoh, ada juga pesona air terjun yang tidak kalah indahnya. Bahkan, Air terjun bisa dijadikan sebagai tempat untuk melepas penat yang mampu menyegarkan hati dan juga pikiran dengan dinginnya air yang dihasilkan. Air Terjun yang satu ini cukup unik,  Grojogan Sewu mempunyai panorama yang mengundang decak kagum di setiap wilayahnya. Seperti nama Grojogan Sewu yang dimiliki oleh Karanganyar. Terletak di bawah kaki Gunung Lawu, air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 81 meter ini memiliki panorama yang tidak akan tertandingi oleh mana pun.

 

Dua Pintu Masuk Ke Grojogan Sewu

grojogan sewu

Air terjun Grojogan Sewu Karanganyar memiliki dua pintu masuk yang bisa dipilih. Pintu masuk pertama berada di dekat Taman Balekambang. Kemudian, Pintu masuk yang kedua berada di dekat River Hill. Kedua pintu ini memiliki keindahan dan keunikan masing-masing yang mungkin, bisa jadi aternatif plihan buat Homiers jika ingin berkunjung ke Grojogan Sewu ini.

 

Pintu Pertama Grojogan Sewu

grojogan sewu

Pintu masuk pertama adalah pintu masuk yang paling dikenal oleh seluruh masyarakat. Tempatnya yang dekat dengan Terminal Tawangmangu, membuat semua wisatawan akan lebih memilih tempat ini. Pintu masuk ini begitu ramai karena ada banyak kuda-kuda yang berjajar, sehingga menghadirkan sebuah pemandangan yang berbeda. Buat Homiers yang memiliki jiwa petualangan. Pintu masuk ini menjadi yang paling direkomendasikan.

grojogan sewu

Jalur yang harus dilalui merupakan anak tangga yang sudah sangat baik dan nyaman bagi Homiers semua. Lalu, apa yang harus ditakutkan dari jalur ini? Bukankah, Jalur tangga merupakan jalur yang nyaman dan aman. Kenapa harus menuntut fisik? Jawabannya ialah jumlah anak tangga yang cukup fantastis. Kurang lebih ada 1000 anak tangga, ada juga yang bilang kalau jumlahnya ada 1250 anak tangga. Saat jalan menurun, Homiers semua tidak terasa capek. Tetapi, coba saat pulang dan jalur tangga menjadi naik. Disinilah yang tadi disebut dengan membutuhkan tenaga ekstra. Akan lebih susah lagi, bila banyak pengunjung yang datang. Tapi Homiers jangan patah semangat dulu yaa. Rasa lelah Homiers semua akan terbayar karena, di sepanjang perjalanan udara yang sejuk akan selalu menemani. Pepohonan yang rindang akan selalu menjadi sahabat yang baik memberikan sebuah oksigen untuk Homiers semuanya.

 

Pintu Kedua Grojogan Sewu

Pintu masuk yang kedua cukup bersahabat untuk Homiers. Karena jalurnya yang cukup landai. Memang menanjak dan disertai bebatuan. Tetapi, lebih bersahabat apalagi untuk para lansia yang masih bersemangat untuk menikmati keindahan air terjun ini. Di pintu masuk yang ini, Homiers akan disambut dengan sebuah taman mini dimana terdapat patung ular dan juga katak seperti sedang bertengkar. Kedua patung ini dialiri air sehingga membentuk sebuah taman yang menarik untuk dinikmati. Tidak jauh dari sini Homiers akan menemui Tempat makan. Warung makan ini cukup spesial karena, ada menu khas Tawangmangu yaitu Sate Kelinci dan juga Sate landak yang begitu nikmat dan juga lezat. Dijamin Homiers bakal ketagihan kalau menyempatkan untuk berkuline di sini.

 

Kera-Kera Yang Berkeliaran

grojogan sewu

Inilah yang membuat tempat ini semakin menarik. Kera-kera yang berkeliaran dan bebas bergelantungan kesana-kemari. Tetapi, Homiers harus behati-hati dengan kera-kera ini. Mereka akan mengambil makanan secara paksa jika, ketahuan ada yang membawa makanan. Jangan sekali-kali melawan kera ini. Karena, saat satu kera datang untuk mengambil makanan. Maka, kera yang lain pun akan ikut membantu mengambil makanannya. Kera-kera disini cukup besar dengan kuku yang cukup bisa membuat Homiers semua terluka. Tapi, tidak semua kera nakal dan jahat. Homiers semua bisa foto bersama dengan kera-kera ini saat mereka sedang duduk santai di jembatan. Saat membidik kera ini, mereka pun juga akan sedikit narcis lho Homiers.

 

Harga Tiket Grojogan Sewu

Jika Homiers ingin naik transportasi umum. Homiers bisa naik bus dari Terminal Tirtonadi menuju Terminal Tawangmangu dengan harga 20 ribu rupiah. Dari Terminal ini menuju pintu masuk Homiers bisa naik ojek dengan harga 10 ribu rupiah.

 

Rute Dan Lokasi Grojogan Sewu

Air terjun Grojogan Sewu terletak di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Homiers bisa mencapai tempat ini dengan menggunakan kendaraan pribadi. Arahkan kendaran menuju ke Terminal Tawangmangu. Jalur menuju Terminal Tawangmangu pun cukup mudah. Hanya berjalan lurus mengikuti jalan, mulai dari Terminal Tirtonadi. Dari Terminal Tawangmangu, Homiers bisa berjalan perlahan karena, jarak antara Terminal dan pintu masuk 1 cukup dekat seitar 1 kilometer saja. Dan, jarak menuju ke pintu masuk ke dua 500 meter dari Pintu masuk pertama.

Grojogan Sewu Tawangmangu, adalah salah satu pesona air terjun yang dimiliki oleh karanganyar. Dengan pesona dan keindahan yang luar biasa, membuat Homiers wajib berkunjung ke sini bila berkujung ke Solo atau Karanganyar.

 

 

Sumber : nativeindonesia.com

Wisata ke Jogja ke Desa Wisata Gabugan sambil Menikmati Agrowisata Perkebunan Salak

Wisata ke Jogja ke Desa Wisata Gabugan sambil Menikmati Agrowisata Perkebunan Salak

Desa Wisata Gabugan atau yang lebih dikenal dengan sebutan DEWIGA merupakan desa wisata yang mengusung konsep pedesaan alami yang menawarkan kehidupan masyarakat daerah yang kental dengan tradisi jawa. Desa wisata Gabugan tepatnya berada di Dusun Gabugan, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta atau sekitar 17km dari pusat Kota Yogyakarta menuju arah Utara.

Selain nuansa pedesaan yang masih sangat kental, daya tarik wisata desa ini adalah agrowisata berupa perkebunan salak. Berbeda dengan desa wisata lainnya, disini jenis salak yang dibudidayakan adalah salak gading yang memiliki daging buah berwarna kekuning-kuningan. Disini Homiers tidak hanya berkeliling, memanen, dan makan buah salak sepuasnya saja. Homiers juga diajak mengenal lebih mengenai berbagai jenis salak dan cara budidayanya.

Budidaya Salak

Selain belajar mengenai budidaya salak, Homiers juga diajak untuk bercocok tanam mulai dari pengolahan lahan sampai proses memanen. Dengan berbagai jenis tanaman yang ada, Homiers juga bebas memilih tanaman yang pas untuk bercocok tanam.

Tak hanya belajar mengenai pertanian saja, Homiers disini juga diajak belajar mengenai perikanan dan peternakan. Desa wisata gabungan ini memiliki tambak-tambak yang cukup luas dimana Homiers dapat memancing dan menikmati hasil tangkapan ikan. Dalam bidang peternakan, Homiers akan dikenalkan berwirausaha dengan beternak unggas puyuh. Mulai dari pembibitan, pemeliharaan, pemasaran, hingga pengelolaan limbah ternak.

Desa wisata Gabugan juga ikut serta dalam melestarikan kesenian dan ketrampilan tradisional. Homiers akan diajak belajar dan praktek langsung belajar berbagai hal seperti Jathilan, karawitan, dolanan anak, merangkai janur, handycraft, dan membatik.

Tidak hanya kegiatan edukatif, Homiers juga akan diajak berkeliling menelusuri perkampungan warga, area persawahan dan perkebunan, serta menelusuri sungai. Dengan alamnya yang masih alami, hawa sejuk khas pedesaan, serta view Merapi di backgroundnya, tracking lintas desa akan terasa sangat menyenangkan.

Selama di desa, Homiers akan disuguhkan berbagai macam makanan tradisional seperti mangut lele, sego megono, tiwul slondok, dan berbagai hasil olahan salak. Homiers bisa ikut membuat makanan-makanan tersebut sembari berbaur dengan penduduk setempat.

 

Sumber : visitingjogja.com

Desa Wisata Ketingan

Desa Wisata Ketingan

Berawal kehadiran burung-burung kuntul yang meresahkan warga karena dianggap hama, siapa sangka kini desa ini menjadi salah satu desa wisata unggulan di daerah Sleman Yogyakarta. Desa Wisata Ketingan inilah yang sampai saat ini terkenal dengan desa wisata Burung Kuntul (Bangau).

desa wisata ketingan

Pada awalnya warga Ketingan khawatir akan keberadaan kawanan burung yang bermigrasi ke desa mereka pada saat memasuki musim kawin tepatnya saat musim penghujan tiba. Warga khawatir burung-burung ini akan mengganggu tanaman padi dan melinjo yang menjadi sumber utama penghasilan mereka. Beberapa warga pun mencoba mengusir kawanan burung ini. Namun alih-alih pergi, justru mereka berkembang biak dan populasinya semakin banyak. Akhirnya warga pun membiarkan kawanan burung ini, bahkan kini desa ini menjadi dusun konservasi burung kuntul di Yogyakarta.

Birdwatching

Birdwatching atau mengamati burung menjadi aktivitas favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Ketingan ini, terutama bagi mereka yang menyukai dunia binatang. Selain itu, pada bulan September, wisatawan dapat menyaksikan acara adat Merti Bumi yang menampilkan berbagai pertunjukan seni seperti kirab, kenduri, dan pagelaran wayang. Merti Bumi sendiri dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil bumi yang melimpah.

Desa Wisata Ketingan menyediakan penginapan buat Homiers yang ingin tinggal lebih lama disini sembari mengikuti kegiatan warga sehari-hari seperti bertani di sawah, mengikuti kegiatan seni tradisional, dan belajar langsung membuat makanan dan minuman tradisional khas Desa Ketingan.

desa wisata ketingan

Agar Homiers tidak kehilangan momen, cobalah datang pada pagi atau sore hari saat burung-burung kuntul ini sedang mencari makan di sawah dan pulang ke sarang. Jangan lupa juga memakai topi atau pelindung kepala agar tidak terkena kotoran burung ya Homiers.

 

Lokasi

Desa wisata Ketingan terletak di Dusun Ketingan, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta.

 

Sumber : visitingjogja.com

7 Kuliner Jogja Yang Cocok Dinikmati Saat Sedang Turun Hujan

7 Kuliner Jogja Yang Cocok Dinikmati Saat Sedang Turun Hujan

Kuliner Jogja – Brrr… dingin-dingin karena hujan. Air mengguyur dari langit seakan tak berniat berhenti barang sejenak. Apa yang Homiers lakukan? Udah sampai Yogyakarta, sayang kan kalau cuma berdiam di kamar gak kemana-mana gara-gara hujan? Yuk makan santapan enak berikut ini, atau angetin badan dengan minuman-minuman khas yang menyehatkan ini.

 

  1. Bakmi Jawa Mbah Mo
    kuliner jogja

Yang cocok dinikmati saat hujan di Yogyakarta adalah mie godok, atau mie rebus. Banyak juga yang menyebutnya dengan bakmi jawa karena tampilan dan rasanya yang sangat khas. Memang ada banyak kedai yang menyajikan bakmi Jawa di daerah yang memang istimewa dalam segala hal ini, dan salah satunya adalah Bakmi Jawa Mbah Mo. Kalau termasuk picky soal makanan, Homiers pasti tahu apa yang istimewa dengan Bakmi Mbah Mo. Perpaduan bumbunya yang gurih sangat pas, tingkat kematangan mie-nya juga pas, dengan kuah mie godok yang kental creamy karena kombinasi telur bebek, kuah kaldu, dan aneka bumbu. Kurang suka mie kuah? Homiers juga bisa coba bakmi gorengnya yang kesat, tak basah dan berminyak seperti kebanyakan bakmi goreng.

Alamat: Jl. Parangtritis KM. 11, Dusun Code, Kelurahan Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kota Bantul
Jam Buka: 17.00 – 23.00 WIB
Harga: Rp 17.000,-

 

  1. Wedang Tahu Bu Kardi

kuliner jogja

Wedang tahu atau kembang tahu merupakan menu hangat yang cocok banget dinikmati saat hujan mengguyur. Dibuat dari saripati tahu lalu disiram kuah jahe dan gula aren, wedang tahu tak hanya menghangatkan badan tapi juga bikin perut nyaman. Nah, kalau Homiers mau tahu khasiatnya wedang tahu, Homiers langsung saja ke kawasan Kranggan. Ada sebuah gerobak kecil di seberang gudeg Bu Djuminten yang menyediakan semangkuk wedang tahu hangat setiap pagi. Masih di Kota Yogyakarta, Homiers tak perlu menerjang badai, jauh-jauh hujan-hujanan demi wedang tahunya Bu Kardi. Cobain dulu, biar tahu se-worth-it apa kuliner ini.

Alamat: Jl. Kranggan No.75, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta
Jam Buka: 06.30 – 10.00 WIB
Harga: Rp 6.000,-

 

  1. Jamu Ginggang

kuliner jogja

Jamu? Minum jamu? Wait, jangan keburu kabur dulu ya Homiers. Jamu Ginggang beda jauh dari kesan jamu tradisional yang pahit dan tidak menarik. Racikan Jamu Ginggang pertama kali dibuat pada tahun 1925, pada masa pemerintahan Sri Pakualam VI. Pengelola Jamu Jinggam saat ini sudah generasi ke-5 keluarga Bilowo, sang abdi dalem Sri Pakualam VI. Kebayang bagaimana jamu ini berkembang dan bertahan selama sekian tahun? Tentu beda lah, dari rasa jamu yang bikin Homiers gak pingin njamu lagi. Cobain yang enteng-enteng dulu seperti beras kencur, temulawak, atau kunir asemnya. Kalau terasa oke, baru deh, coba racikan jamu-jamu yang lain.

Alamat: Jl. Masjid No.32 RT 034/RW09, Kauman, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta
Jam Buka: 09.00 – 20.00 WIB
Kisaran Harga: Rp 3.000 – Rp 12.000,-

 

  1. Warung Bajigur & Bandrek Budhe Warsi

kuliner jogja

Bajigur dan bandrek memang minuman penghangat badan khas dari Jawa Barat, tapi bukan berarti di Yogyakarta gak ada, ya! Kalau pingin menikmati segelas bajigur atau bandrek, warungnya Budhe Warsi yang sanggup memberikan rasa mantap. Lokasinya mudah ditemukan, berada di pusat kota, tepatnya di alun-alun utara Yogyakarta. Warung Budhe Warsi ini tak hanya menghidangkan bajigur dan bandrek, tapi juga minuman rempah yang lain seperti kopi bandrek, bandrek susu, teh bandrek, bajigur tape, dan berbagai kombinasi yang lain. Minuman-minuman rempah ini diyakini tak hanya menghangatkan badan saat musim hujan, tapi juga meningkatkan stamina. Rasanya juga sedap.

Alamat: Jl. Alun-Alun Utara No.1, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta
Jam Buka: Senin – Sabtu: 18.00 – 23.00
Minggu: tutup
Harga: Rp 5.000,-

 

  1. Soto Kadipiro

kuliner jogja

Gak cukup minum? Makan, yuk! Gimana kalau makan soto? Bukan sembarang soto, tapi soto enak di Yogyakarta, ya Soto Kadipiro. Soto Kadipiro sudah dinikmati warga Yogyakarta sejak tahun 1921. Sekarang udah banyak cabang Soto Kadipiro ini, tapi kalau Homiers picky banget soal makanan, sebaiknya ke warung aslinya di Jalan Wates. Sebenarnya, Soto Kadipiro di manapun cabangnya juga sama-sama enak, kok. Jadi gak masalah, samperin aja ke warung cabangnya yang terdekat.

Alamat: Jl. Janti, Banguntapan, Kota Yogyakarta
Jam Buka: 07.00 -19.00 WIB
Harga: Rp 13.000,-

 

  1. Bakso Idolaku Pak Tikno

kuliner jogja

Bakso hanya ada di Malang? Jangan salah, di Yogyakarta juga ada. Dan tentu, tak kalah enak. Apalagi, kalau Homiers makannya di Bakso Idolaku Pak Tikno. Dengan semangkuk bakso sedap yang hangat, hujan sederas apapun gak bakalan bikin muram. Yang bikin nagih dari bakso di kedai Pak Tikno ini adalah iga sapi yang turut berenang dalam kuah bersama dengan bakso-bakso yang lain. Tak hanya bakso, kedai ini juga menyajikan mie ayam. Tinggal pilih deh, Homiers

Alamat: jl. Taman Siswa No. 138, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta
Jam Buka:10.00 – 21.00 WIB
Kisaran Harga: Rp 12.000 – Rp 20.000,-

 

  1. Sate Petir Pak Nano

kuliner jogja

Kuliner Yogyakarta memang terkenal akan rasa manisnya yang kuat. Tapi kan kurang sreg gitu, kalau pas dingin-dingin hujan, makan yang manis-manis. Paling cocok dengan suasana dingin hujan kan, rasa pedas. Setuju, Homiers?

Gak usah pusing nyari menu pedas di Yogyakarta, Homiers. Coba dulu Sate Petir Pak Nano. Pak Nano sanggup meracik rasa sate yang beda, dengan rasa pedas yang mendominasi. Masih bisa dipesan pula, Homiers mau rasa pedasnya seberapa. Tak hanya sate, Pak Nano juga menyediakan tongseng. Sesuai selera deh, Homiers mau yang mana. Tapi yang jelas, kombo daging kambing sama cabe bakal bikin Homiers strong mernerjang hujan. Mau buktiin?

Alamat: Jl. Jogja Ring Road Selatan No.90, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul
Jam Buka: 12.00 – 20.00 WIB
Harga: Rp 20.000,-

 

Jadi, jangan surut semangat gara-gara hujan. Masih bisa seru-seruan kok! Mau makanan, mau minuman, Yogyakarta punya semua yang bikin hari-hari Homiers di sini tetap istimewa. Kalau belum berani coba yang baru, santap saja yang sudah familiar. Mie, misalnya. Tapi kalau mau lebih seru, coba deh kuliner-kuliner yang belum familiar di lidah. Enjoyyy!

 

Sumber : dolandolen.com

6 Wisata di Jogja Yang Cocok di kunjungi Saat Musim Hujan

6 Wisata di Jogja Yang Cocok di kunjungi Saat Musim Hujan

Saat musim hujan, biasanya kita jadi merasa kesulitan buat traveling. Bingung banget mau mencari destinasi wisata menarik yang aman dari hujan. Sebenarnya, Homiers bisa mengunjungi beragam tempat wisata indoor, seperti museum, tempat berfoto, dan galeri seni.

Apalagi Yogyakarta punya semua itu. Yuk, simak beberapa tempat wisata di jogja yang aman dari guyuran hujan.

 

  1. Ullen Sentalu
    wisata di jogja

Museum Ullen Sentalu menceritakan kisah pecahnya Kerajaan Mataram di Indonesia yang kini tersisa menjadi dua keraton, Yogyakarta dan Solo. Menariknya, ada pemandu wisata yang akan menceritakan sejarah dengan cara lebih menyenangkan. Namun, Homiers gak boleh sembarangan berfoto di tempat ini, ya!

Lokasi: Jalan Boyong KM 25, Kawasan Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

Jam operasional: 08.30-16.00

 

  1. Museum Gunung Api Merapi
    wisata di jogja

Saat mengunjungi museum ini, Homiers bisa mengetahui cerita di balik meletusnya Gunung Merapi. Mulai dari bagaimana proses meletus, beragam peralatan yang digunakan, sisa-sisa harta, hingga koleksi foto. Tak hanya itu, Homiers juga bisa menonton film mengenai Gunung Merapi selama 24 menit di dalam teater mini.

Lokasi: Jalan Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

Jam operasional: 08.00-15.30

 

  1. Langgeng Art Space
    wisata di jogja

Tempat ini kerap jadi lokasi pameran seni kontemporer yang artistik. Kalau tidak ada pameran, maka koleksinya tak akan banyak. Nah, Homiers bisa santai di kafe yang disediakan.

Lokasi:  Jalan Suryodiningratan Nomor 37, Kelurahan Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta

Jam operasional: 10.00-18.00

 

  1. Up Side Down World Jogja
    wisata di jogja

Buat Homiers yang mencari spot foto menarik, datanglah ke di Up Side Down World. Sesuai namanya, Homiers akan berfoto di spot yang dibangun serba terbalik.

Ada spot kamar tidur, tempat makan, kamar mandi, hingga dapur buat berfoto. Dijamin bakal dapat foto terbaik, deh!

Lokasi: Jalan Ring Road Utara, Kelurahan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

Jam operasional: 09.00-19.00

 

  1. Jogja Gallery
    wisata di jogja

Tempat ini memiliki banyak daya tarik, seperti pameran lukisan, karya seni rupa 3D, dan menonton film dokumenter. Saat melihat pameran lukisan, Homiers bisa menemukan yang bergaya abstrak hingga futuristik. Untuk seni rupa 3D, banyak patung atau instalasi menarik. Sedangkan, film dokumenternya tentang perjuangan di kota Yogyakarta.

Lokasi: Jalan Pekapalan Nomor 7, Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta

Jam operasional: 09.00-21.00

 

  1. Museum Affandi
    wisata di jogja

Affandi, pelukis bergaya ekspresionis dari Indonesia ini sangat terkenal di seluruh dunia. Nah, terdapat Museum Affandi di Yogyakarta yang menceritakan mengenai perjalanan hidup hingga berbagai karyanya. Biasanya ada pameran dan Homiers bisa belajar melukis di Studio Sorrandu Museum Affandi.

Lokasi: Jalan Laksda Adisucipto Nomor 167, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

Jam operasional: 09.00-16.00

 

Itulah beberapa destinasi wisata di Yogyakarta yang bisa kamu kunjungi saat musim hujan. Dijamin aman dan nyaman, liburan pun jadi menyenangkan!

 

Sumber : idntimes.com