Tips Berwisata Saat Puasa

Tips Berwisata Saat Puasa

Bagi umat muslim, tentunya Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang selalu dinantikan. Di bulan ini banyak orang yang berlomba-lomba untuk melakukan ibadah, seperti puasa, membaca Al-Qur’an dan beragam amalan lainnya. Meski demikian, Homiers tetap bisa melakukan hobi yang disukai lho seperti berwisata atau sekedar hunting foto di suatu tempat. Hanya saja Homiers perlu mengatur waktu dan tenaga saat ingin melakukannya. Berikut ada beberapa tips menarik agar tetap fit saat berwisata sewaktu puasa!

tips berwisata saat puasa

Pertama tentu dengan mengkonsumsi makanan dengan kombinasi nutrien yang seimbang. Jika diperlukan Homiers dapat mengkonsumsi multivitamin saat waktu sahur tiba. Selain itu cukupi asupan air dan kebutuhan serat Homiers setiap harinya. Selain membuat tubuh menjadi segar, kedua bahan ini akan menghindarkan Homiers dari konstipasi.

tips berwisata saat puasa

 

Kedua, jangan lupakan untuk tetap melakukan ibadah di sela-sela waktu wisata Homiers. Misalnya saja saat menunggu ataupun sedang naik angkutan umum. Daripada berdiam diri, Homiers dapat mendengarkan pengajian atau lantunan ayat suci yang disimpan dalam gadget. Jangan lupa pula untuk membawa Al-Quran dan mukena kemanapun Homiers bepergian. Dengan demikian Homiers tetap bisa berwisata tanpa sedikitpun meninggalkan kesempatan untuk memperbanyak ibadah.

Tidak seperti bulan lainnya, Homiers harus lebih selektif menentukan lokasi wisata yang ingin dikunjungi. Saat Ramadhan tiba, bukan lagi kemana destinasi wisata yang menarik, namun kegiatan apa yang pantas diulik di lokasi pilihan Homiers. Saat bulan puasa tiba, usahakan destinasi wisata Homiers adalah tempat-tempat indoor sehingga tidak banyak mengeluarkan tenaga. Oiya, pikirkan juga tentang alat transportasinya ya! Sebisa mungkin pilihlah tempat wisata yang dapat diakses dengan alat transportasi umum ataupun kendaraan pribadi.

tips berwisata saat puasa

Salah satu kegiatan yang asyik dinikmati saat bulan puasa adalah ngabuburit di masjid. Jika Homiers sedang berada di Jogja, ada beberapa alternatif yang bisa dipilih seperti Masjid Kampus UGM, Masjid Agung UGM, Masjid Syuhada, Masjid Gede, Miniatur Masjid Baiturrahman yang berada di Ring Road Selatan atau Masjid Jogokariyan. Berwisata ke tempat-tempat yang memiliki nilai religi diharapkan dapat menambah pengetahuan terkait Islam. Dan biasanya setiap masjid memiliki keunikannya masing-masing. Keunikan dapat terletak pada rangkaian acara selama Ramadhan ataupun pada menu pembuka sewaktu puasa.

Satu lagi nih Homiers, meski liburan saat puasa, namun jangan pernah lupa untuk membawa air minum dan bekal secukupnya ya. Hal ini akan sangat bermanfaat ketika Homiers masih dalam perjalanan sewaktu jam berbuka telah tiba. Salah satu waktu paling enak untuk melakukan wisata saat Ramadhan adalah ketika sore tiba. Selain jam kerja telah usai, berwisata di sore hari dapat menjadi waiting time yang asyik sebelum jam buka puasa tiba. Kegiatan ini juga dapat menjadi alternatif menghindari macet yang menyenangkan.

Happy travelling!

 

Sumber : yogyakarta.panduanwisata.id

 

 

 

 

Berbagi Berkah Ramadhan dengan bagi-bagi Takjil Gratis

Berbagi Berkah Ramadhan dengan bagi-bagi Takjil Gratis

Pahala Berbagi di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. Bulan Ramadhan menjadi kesempatan menuai pahala melimpah. Untuk itulah, banyak amalan yang bisa di kerjakan supaya menuai pahala yang luar biasa.

Tak perlu mewah-mewah, homiers bisa memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang menggiurkan, hal tersebut sudah bisa menjadi ladang pahala. Karena itulah sudah sepantasnya kesempatan tersebut jangan sampai terlewatkan.

Inilah janji pahala yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”[1]
Al Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa memberi makan buka puasa di sini boleh jadi dengan makan malam, atau dengan kurma. Jika tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air. Sumber media dari rumaysho.com

Untuk itu tepat di tanggal 21 Mei 2019 Simply Homy berbagi takjil kepada pengendara yang melewati area tugu jogja yang seperti di ketahui banyak orang sebagai iconnya jogja.

Terpancar kehangatan team simplyhomy dalam memberikan takjil ini ke pengendara-pengendara di area tugu jogja.

Takjil-takjil yang di bawa oleh team simplyhomy tersebut di masukan kedalam kardus-kardus dengan tempelan kertas bertuliskan “takjil gratis” hal ini juga memudahkan para pengendara yang melintas baik mobil , truk, maupun motor  dsb yang dapat dengan mudah memahami hal ini .

Berikut foto-foto dokumentasinya yang bisa homiers lihat sebagai berikut :

Tampak tim supervisor simplyhomy yang mengenakan peci putih membagikan takjil ke penumpang truk kuning yang melintas di tugu jogja

takjil

Lalu tim supervisor simply homy bernama siddiq membawa kardus takjil.

takjil

Foto team simplyhomy berbagi takjil di sekitaran tugu, Nampak terlihat senyum bahagia mereka atas agenda bagi takjil ini,

takjil

takjil gratis

Supervisor dodo sedang memberikan takjil

takjil

Dan tak lupa kakak-kakak dinas perhubungan juga mendapatkan takjil dari simplyhomy

takjil

Alhasil kegiatan ini berlangsung lancar, karena banyaknya masyarakat yang menerima takjil gratis. Walaupun hanya sebagai makanan pembuka di kala berbuka puasa tetapi dengan niat yang tulus iklhas Alhamdulillah takjil yang simplyhomy bawa telah habis

Dan sebagai penutup homiers bisa simak video bagi-bagi takjil ini di bawah ini :

Semoga kegiatan ini dapat berlangsung seterusnya sehingga dapat membagi kebahagiaan bagi warga sekitar walaupun dengan bentuk yang sangat sederhana. Aamiin:)

Ikuti juga perkembangan berita simply homy lainnya di berita simplyhomy dan juga info penginapan di jogja, solo, bogor, dan tegal di simply homy guest house ini

Jualan 5 Ekor Ayam Sampai Bangun Masjid Megah Masjid Suciati Saliman

Jualan 5 Ekor Ayam Sampai Bangun Masjid Megah Masjid Suciati Saliman

Masjid Suciati Saliman

Perasaan bahagia bercampur haru masih tampak di raut wajah Suciati Saliman Riyanto Raharjo, ketika sedang menceritakan pengalaman hidupnya. Perempuan kelahiran Yogyakarta, 20 Mei 1952 ini mampu mewujudkan impiannya untuk membangun masjid dengan model Masjid Nabawi yang berada di Madinah.

Berlokasi di Jalan Gito Gati, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, masjid yang dibangun Suciati tampak mewah dan megah. Dibangun di atas lahan seluas 1.600 meter persegi dengan tinggi bangunan 3 lantai dan satu basement, masjid yang dinamai Masjid Suciati Saliman ini bernuansa Timur Tengah berbalut arsitektur Jawa.

Butuh waktu sekitar 3 tahun untuk bisa membangun masjid ini. Penegakan batu pertama dilaksanakan pada 2 Agustus 2015 sampai akhirnya bisa diresmikan 13 Mei 2018, meskipun masih terus dilakukan untuk penambahan dan pembenahan pada masjid ini.

masjid suciati saliman

“Impian saya ingin membangun masjid sejak SMP, tapi saya baru bertekad kuat sejak umrah tahun 1995, sejak itu saya mulai mengumpulkan uang. Saya melihat Masjid Nabawi dan ingin kelak masjid yang saya bangun ingin menyerupai Masjid Nabawi,” ucapnya Suciati Saliman.

 

Perjalanan Ibu Suciati Saliman

Lalu siapa Suciati dan bagaimana perjalanan hidupnya sampai mampu membangun masjid megah tersebut?

“Dulu waktu masih SMP, tahun 1966, saya diberi saran orang tua untuk berjualan di Pasar Terban Jogja karena belum ada pedagang ayam di sana. Saat itu awalnya hanya jualan 5 ekor ayam kampung, saya diberi modal Rp 175,” tuturnya.

masjid suciati saliman
Seiring berjalannya waktu, tahun 1989 dari pemotongan ayam manual di rumahnya yang berada tak jauh dari lokasi masjid, usahanya terus berkembang dan kini Suciati Saliman memiliki Rumah Potong Ayam (RPA) modern bernama RPA Saliman dengan brand ayam ‘SR’. Produknya kini telah memiliki sertifikasi halal MUI dan sudah mengantongi Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Kini bisnis yang digeluti Suciati terus berkembang dan tahun 2009 dia juga mendirikan RPA Suci Raharjo di Jombang, Jawa Timur. Total produksi dari 2 pabrik di Sleman dan Jombang saat ini mencapai sekitar 100 ton per hari dan seluruh karyawannya kini mencapai 1.300 orang.

masjid suciati saliman

Menangis Saat Azan Pertama Selanjutnya pada 2014 Suciati mendirikan PT Sera Food Indonesia yang memproduksi makanan beku seperti nugget, sosis, bakso, dan patties yang pasarannya mencakup pasar modern dan tradisional di seluruh Indonesia. Perusahaan Suciati juga telah diajak bekerjasama dengan perusahaan restoran waralaba ayam goreng skala internasional.

“Saya memiliki falsafah hidup urip iku urup, yaitu dengan memberi sebanyak-banyaknya manfaat untuk orang lain, serta membuka lapangan pekerjaan,” ungkap ibu 2 anak dan 4 cucu ini.

Perjalanan bisnis Suciati ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Suciati sempat tertipu hingga ratusan juta rupiah. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala bagi Suciati yang terus menjalankan usahanya dengan diiringi doa agar mimpinya untuk membangun masjid dapat terwujud.

Menangis Saat Azan Pertama

Suciati mengaku pertama kali mendengar adzan berkumandang dari masjidnya. Saat itu, azan Maghrib tepat satu minggu sebelum peresmian masjid berlangsung.

“Merasa sangat terharu, ini impian saya sejak masih SMP, bisa membangun masjid,” ucapnya.

Meskipun pembangunan masjid ini belum sepenuhnya selesai, masjid ini sudah dimanfaatkan oleh banyak orang sekitar. Selama bulan Ramadan, Suciati juga menyediakan menu sahur dan buka bersama bagi warga sekitar.

Kegiatan tausiah juga dilakukan menjelang berbuka puasa dengan mengundang beragam penceramah.

Ia tidak menampik, perizinan dan pembebasan tanah untuk pembangunan masjid tidak mudah. Sebab, di kawasan itu juga sudah berdiri sejumlah masjid.

“Namun, sasaran masjid ini adalah musafir dan karyawan saya,” ucapnya.

Suciati juga berencana untuk menetap di masjidnya. Ada satu ruangan yang masih direnovasi dan kelak menjadi tempat tinggalnya.

Referensi Penginapan dekat Masjid Suciati Saliman

Nah, buat Homiers yang mungkin sedang berlibur di Jogja saat bulan Ramadhan ini bersama dengan keluarga dapat menyempatkan untuk mengunjungi Masjid Suciati ini yang lokasinya berada di Jalan Gito Gati, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Lokasi Masjid Suciati ini juga tidak terlalu jauh dengan salah satu Unit dari Simply Homy Guest House yaitu Unit Jalan Magelang. Yang dimana Homiers bersama rombongan keluarga dapat menginap di Unit Jalan Magelang ini. Kalaupun Homiers ingin berbelanja ataupun menghabiskan waktu bersama keluarga untuk makan bersama dapat mengunjungi Sleman City Hall yang lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Unit Jalan Magelang ini.

Yuk liburan ke Jogja! Jadikan liburan Ramadhan kali ini lebih menyenangkan bersama Simply Homy Guest House. Karena di Simply “Anda Tuan Rumahnya”

 

Sumber : news.detik.com dan merdeka.com

 

Tips Agar Puasa di Bulan Ramadhan Terasa Ringan

Tips Agar Puasa di Bulan Ramadhan Terasa Ringan

Bagi sebagian orang, puasa Ramadhan sebulan penuh terasa sangat berat, khususnya saat tengah hari saat sedang melakukan aktivitas. Namun, ada beberapa tips agar menjalani puasa di bulan Ramadhan terasa ringan dan Homiers bisa menjalaninya sebulan penuh tanpa terasa berat.

Berikut 10 tips agar puasa di Bulan Ramadhan terasa ringan :

 

1. Mengakhirkan makan sahur

Kita disunnahkan mengakhirkan makan sahur, tujuannya adalah energy yang berasal dari makanan akan lebih lama bertahan, sehingga saat menjalani puasa seharian akan lebih kuat.

 

2. Tidak berlebihan saat makan sahur

Mitos makan sekenyang-kenyangnya saat sahur agar bisa kuat puasa seharian adalah salah. Justru makanan yang terlalu banyak dikonsumsi saat sahur akan membuat energi untuk mencerna makanan menjadi bertambah. Efeknya akan membuat Homiers cepat letih dan mengantuk. Makan sahur secukupnya dan semua makanan tersebut hendaknya mengandung zat utama yang dibutuhkan pada tubuh Homiers, seperti karbohidrat, vitamin, mineral, dan protein.

 

3. Mengkonsumsi karbohidrat kompleks

Karbohidrat komplek akan membuat Homiers merasa kenyang lebih lama dan tidak mudah merasa lapar saat berpuasa. Karbohidrat kompleks merupakan jenis karbohidrat yang tidak langsung dicerna oleh tubuh, yang tersusun dari rangkaian kompleks yang harus dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi tubuh. Proses pemecahan itulah yang membuat jenis makanan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh. Jenis makanan berkarbohidrat kompleks memiliki serat tinggi dan berfungsi untuk menstabilkan kadar gula di dalam darah. Yang termasuk makanan ini adalah : beras merah, gandum, oat, jeruk, apel, anggur, brokoli, wortel, selada, bayam, ubi, kentang, ubi, kacang merah, kedelai, kacang polong, dll.

 

4. Mengkonsumsi Makanan berprotein

Berpuasa selain beribadah juga sangat baik sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Berat badan berlebih disebabkan karena kurang seimbangnya zat makanan yang dikonsumsi tubuh. Dalam hal ini adalah karbohidrat yang terlalu dominan kita konsumsi, misal nasi putih. Saat berpuasa perbanyak makanan yang mengandung protein karena selain bermanfaat agar Homiers tidak mudah merasa lapar, juga dapat mencegah katabolisme (penyusutan) otot. Makanan yang termasuk berprotein tinggi diantaranya : putih telur, ikan, ayam, daging, dan kacang-kacangan.

 

5. Mengkonsumsi Lemak Baik (HDL)

Lemak baik atau HDL berfungsi sebagai sumber energi, selain itu HDL sangat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan resiko penyakit jantung. Yang termasuk jenis lemak baik (HDL) adalah ikan, alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

 

6. Mengurangi kandungan garam

Selama berpuasa, kurangi pemakaian garam dalam makanan Homiers ya. Karena mengkonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi akan menyebabkan tubuh terasa lebih cepat mengalami dehidrasi dan lebih cepat merasa lapar. Mengurangi mengkonsumsi garam juga bermanfaat untuk mencegah serangan jantung dan stroke lho Homiers.

 

7. Banyak minum air putih saat sahur dan berbuka

Pastikan anda minum air putih minimal 8 gelas sehari. Saat berpuasa tetap bisa Homiers penuhi, dengan mengakumulasikan keseluruhan gelas air putih yang Homiers minum saat sahur maupun setelah berbuka. Misal saat sahur Homiers menghabiskan 2 gelas air putih, maka setelah berbuka Homiers hanya membutuhkan minimal 6 gelas air putih.

 

8. Tidak tidur setelah sahur

Kebanyakan orang merasa terpaksa bangun dini hari untuk makan sahur dan masih terasa sangat mengantuk, sehingga kebanyakan dari mereka akan tidur kembali setelah selesai menyantap makan sahur. Jangan membiasakan untuk memanjakan tubuh kita dengan tidur setelah kita sahur ya Homiers. Gunakan untuk beraktivitas ringan, agar tubuh lebih cepat beradaptasi selama puasa, sehingga menjalankan puasa di hari selanjutnya akan lebih ringan.

 

9. Berolahraga

Berolahragalah secara teratur dan berkala meskipun itu saat Homiers berpuasa. Karena dengan berolahraga, tubuh Homiers tetap sehat, bugar, dan kuat menjalankan puasa. Olahraga yang baik saat berpuasa adalah dilakukan waktu menjelang berbuka. Cukup Homiers sisakan waktu Homiers 15 menit saja berolahraga sebelum Homiers mengakhiri puasa seharian dengan berbuka.

 

10. Segerakan berbuka

Setelah seharian berpuasa, tubuh sangat membutuhkan nutrisi untuk proses metabolisme secara normal kembali. Biasakan minum air dan makan secukupnya saja saat berbuka. Setelah Homiers selesai sholat tarawih, Homiers bisa menambah isi perut kembali.

 

Semoga dengan menerapkan 10 tips ini Insya Allah puasa Homiers akan terasa ringan dan Homiers bisa menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan lancar.

 

Sumber : wajibbaca.com

Rekomendasi 3 Pasar Kaget Ramadhan di Jogja Paling Meriah & Dinanti

Rekomendasi 3 Pasar Kaget Ramadhan di Jogja Paling Meriah & Dinanti

Homiers sudah tahu mau buka puasa dengan menu apa? Kalau belum, ada baiknya mampir ke pasar kaget Ramadhan di Jogja ini.

Pasar kaget Ramadhan di Jogja sudah bukan hal asing . Tempat-tempat ini banyak diserbu masyarakat yang ingin membeli bekal berbuka puasa. Homiers juga bisa berkeliling beberapa pasar kaget Ramadhan berikut ini untuk mengisi waktu menunggu Adzan Maghrib berkumandang atau ngabuburit.

Pasar Sore Ramadhan Kauman

Pasar Sore Ramadhan Kauman ini menjadi pelopor munculnya pasar-pasar kaget Ramadhan lainnya di Jogja. Pasar tiban ini berada di Jalan Ahmad Dahlan, tepatnya di Kampung Kauman RW 10 – RW 13. Pasar Sore Ramadhan Kauman ini sudah ada sejak tahun 1990-an atas inisiatif masyarakat sekitar. Kauman dikenal dengan masyarakatnya yang religius dan karena lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Agung Keraton Yogyakarta atau biasa disebut Masjid Gede Kauman.
pasar kaget ramadhan di jogja

source: tulisan-ringan.com

 

Saat Ramadhan tiba, banyak orang yang sengaja menunggu berbuka puasa di masjid peninggalan Mataram Islam ini. Dengan hadirnya pasar Ramadhan ini, para jamaah masjid dapat memilih dan membeli sendiri bermacam jajanan untuk berbuka. Masjid Kauman juga menyediakan takjil gratis, namun karena jumlah jamaah yang datang untuk berbuka cukup banyak jadi ada beberapa yang tidak kebagian. Sambil menunggu waktu berbuka dan mengantisipasi tidak kebagian takjil, Homiers bisa berkunjung ke Pasar Sore Ramadhan Kauman ini.
pasar kaget ramadhan di jogja

source: jakartarentbus.com

 

Sebagai ‘sesepuh’ pasar kaget Ramadhan, Pasar Sore Ramadhan Kauman memanjakan lidah dan mata para pengunjungnya dengan menyajikan makanan yang tidak banyak dijumpai di keseharian. Bahkan beberapa sengaja hanya ada saat Ramadhan dan di Kauman saja. Salah satu yang paling terkenal adalah Kicak. Kicak adalah takjil asli Kauman yang terbuat dari tumbukan halus beras ketan, gula, parutan kelapa, nangka, pandan, dan vanili. Biasanya dibungkus dengan daun pisang, namun sekarang kebanyakan sudah dibungkus dengan plastik mika.

pasar kaget ramadhan di jogja

source: fooddiscoverer.com

 

Cara menuju ke lokasi Pasar Sore Ramadhan Kauman ini tidak terlalu sulit. Jaraknya hanya sekitar 100 – 150 m sebelah barat Titik Nol Km. Homiers hanya perlu menemukan Gang Kauman di sebelah kiri jalan dan tinggal menyusuri lorong gang yang berisi meja-meja penuh dengan makanan berjajar rapi. Hati-hati jika membawa tas karena saat mendekati buka puasa orang-orang akan berjejalan di sana. Ada baiknya Homiers tetap waspada dengan menaruh tas di depan tubuh atau meninggalkan barang-barang berharga di rumah.

Kampung Ramadhan Jogokariyan

Pasar kaget Ramadhan yang kedua adalah Kampung Ramadhan Jogokariyan. Berbeda dengan Pasar Sore Ramadhan Kauman yang lokasinya di dalam gang kampung, Kampung Ramadhan Jogokariyan digelar di sepanjang Jalan Jogokariyan yang cukup luas.

Kampung Ramadhan sendiri diselenggarakan oleh Pengurus Masjid Jogokariyan sejak tahun 2005an. Masjid Jogokaryan ini salah satu masjid di Yogyakarta yang paling aktif. Acara keagamaan di masjid Jogokariyan ini cukup digemari dan sering mendatangkan ulama-ulama besar untuk berceramah. Bahkan ulama dari luar negeri pun juga pernah berkunjung kesini.
pasar kaget ramadhan di jogja

source: saisane.com

Simak rekomendasi homestay di jogja yang murah untuk rombongan 

Di Kampung Ramadhan Jogokariyan Homiers akan menjumpai setidaknya 300 pedagang dalam event tahunan ini. Makanan dan minumanan yang dijajakan di sini tak hanya tradisional tapi juga kekinian. Aksesnya yang mudah dan sajian yang bervariasi membuat Kampung Ramadhan Jogokariyan banyak dikunjungi sambil menunggu berbuka puasa.

Saking ramainya, perputaran uang selama pasar Ramadhan ini digelar konon mampu menembus sembilan digit alias miliaran. Selain menyelenggarakan Kampung Ramadhan Jogokariyan, pengelola masjid juga menghadirkan berbagai agenda menarik selama Ramadhan. Acara seperti buka puasa bersama yang memberikan 1000 lebih makanan berbuka gratis untuk pengunjung dan pedagang, Itikaf 10 hari penuh dan Tarawih ala Madinah dan Gaza.

Siapa saja yang boleh berpartisipasi dalam Kampung Ramadhan Jogokariyan? Meski awalnya hanya diperuntukkan untuk mendongkrak penghasilan masyarakat kampung Jogokariyan, tapi sekarang siapapun boleh turut menggelar dagangannya di sini. Buat Homiers yang berminat mencoba, bisa langsung datang ke Sekretariat Masjid Jogokariyan dan mengisi formulir.

FYI, untuk membuka stand di sini tidak dikenakan biaya alias gratis. Dengan catatan, Homiers hanya akan disediakan lapak bernomor dengan luas sekitar 1,5 x 1 meter persegi. Homiers juga dapat memberi uang infaq kepada petugas yang berkeliling sekitar pukul 5 secara sukarela.

pasar kaget ramadhan di jogja

source: majelisnurhidayah.com

 

Ini bisa menjadi ide bagi para mahasiswa yang bingung mau ngapain selama Ramadhan. Selain sebagai waktu menunggu berbuka, Homiers bisa menjadi manfaat bagi orang lain dengan menyediakan takjil dan tentunya menambah penghasilan melalui pasar kaget Ramadhan ini. Biasanya pendaftaran pedagang akan dibuka sebulan atau dua bulan sebelum bulan Ramadhan. Lokasi Kampung Ramadhan Jogokariyan ini berada tepat di sepanjang Jalan Jogokariyan atau jalan sebelah SPBU Jalan Parangtritis.

Pasar Kaget Ramadhan Lembah UGM

Homiers berada di sekitar Kampus UGM? Pastinya sudah tak asing dengan berita keramaian kawasan Lembah UGM saat waktu menunggu berbuka puasa tiba. Masyarakat Jogja memang memiliki tempat sendiri yang ingin dituju untuk menunggu bedug buka puasa menggema dan salah satu yang tak pernah sepi adalah Lembah UGM.

Di sore hari waktu bulan Ramadhan, Lembah UGM mendadak jadi pasar tiban. Salah satu pasar kaget Ramadhan ini memiliki banyak makanan dan minuman yang dijajakan, seperti es buah, es kacang hijau, siomay, batagor, gorengan, sosis bakar, es pisang ijo, es tebu, cireng, sup durian, lupis, dan lain-lain. Banyak kan?

Ada dua lokasi yang sesak pengunjung saat waktu Maghrib semakin dekat, yaitu Jalan Olahraga dan Jalan Notonegoro. Meski sempat dilarang berjualan di sekitaran jalan-jalan tersebut dan hendak dipindah ke Jalan Lingkar Timur, nyatanya pedagang tetap kekeuh dan pengunjung tetap penuh sesak berburu jajanan takjil untuk berbuka puasa. Para pedagang mengaku sudah sejak lama berjualan di sekitar Lembah UGM dan ternyata banyak pula mahasiswa yang turut buka lapak di sini untuk tambah-tambah uang Lebaran.

pasar kaget ramadhan di jogja

source: eatjogja.com

 

Memasuki jam 17.00 adalah waktu-waktu kritis di kawasan Lembah UGM. Homiers yang terpikir untuk tidak ingin turun dari kendaraan saat melintas di Jalan Olahraga dan Jalan Notonegoro untuk membeli takjil nampaknya harus berpikir ulang. Kedua ruas jalan tersebut dipastikan akan macet dan padat hingga anda mungkin akan terhenti beberapa saat.

Bagi Homiers yang memilih berjalan kaki, waspadalah untuk menjaga barang-barang ada agar terhindar dari pencopetan karena suasana yang sudah padat. Karena isu penggusuran pedagang masih hangat hingga sebentar lagi Ramadhan baru sudah akan menyambut, anda bisa mendatangi langsung Lembah UGM untuk memastikan sendiri apakah pedagang masih menjajakan dagangannya di sini tapi yang jelas ngabuburit di Lembah UGM tak pernah sepi.

 

 

Sumber : bonvoyagejogja.com