Harga Property Selalu Meroket

Harga Property Selalu Meroket

Pertumbuhan harga properti dari tahun ke tahun semakin menarik, di Indonesia saja sepertinya telah melewati masa emas. Beberapa tahun lalu, pertumbuhan harga properti di Indonesia mencapai 20%-30%. Kondisi pasar properti tahun ini akan dipengaruhi tiga hal, yaitu pertumbuhan ekonomi, regulasi pemerintah, serta sentimen pasar akibat Pemilu. Menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi nasional akan mengganjal perkembangan pasar properti di Indonesia. Regulasi pemerintah dan Pemilu 2014 akan membentuk sentimen pasar yang membuat konsumen mengambil sikap wait and see (Rizky Noor Alam). Namun Eddy menjelaskan “Tak perlu takut untuk berinvestasi perumahan, justru tahun ini sangat tepat untuk investasi di properti. Jangan takut juga akan terjadi perlambatan,” tegas dia di Jakarta.

Lebih jauh Eddy mengakui bahwa harga rumah di Indonesia melejit setiap tahunnya. Angka ini merupakan level tertinggi di dunia. Bahkan beberapa daerah mencatatkan kenaikan harga rumah hingga 60%. Harga rumah tidak mungkin terjadi penurunan, dan kalaupun ada cuma sedikit. Tahun ini mungkin harga rumah mencapai 25% dan itupun sudah bagus sekali. Memang kenaikan harga kebanyakan untuk rumah mewah tapi berpengaruh juga ke rumah murah, karena harga tanah jadi lebih mahal. Curah hujan tinggi dan bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitar tidak akan berpengaruh pada harga properti. Nyatanya, harga properti di kawasan banjir seperti Kelapa Gading, Pluit, dan Pantai Indah Kapuk, terus naik. Penyebabnya karena kenaikan harga tanah dan properti yang melampaui kenaikan pendapatan masyarakat setiap tahunnya.

*dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *