Rasakan Sensasi Berkuda Di Tiga Tempat Wisata Yogyakarta Ini

Rasakan Sensasi Berkuda Di Tiga Tempat Wisata Yogyakarta Ini

Pernah gak sih Homiers berkuda? Kalau belum, cobalah untuk menaiki salah satu hewan transportasi tersebut dan rasakan sensasinya saat menunggang kuda. Berkuda merupakan salah satu olahraga yang ada di dunia. Akan tetapi, berkuda juga bisa digunakan sebagai cara melepaskan penat. Jadi, pilihan untuk menunggangi kuda di akhir pekan bukanlah pilihan yang salah ya Homiers. Mungkin untuk awalan Homiers akan merasa takut, tapi ketika sudah duduk di sadel dengan sempurna, bisa jadi Homiers gak mau turun. Nah, mana aja nih tempat wisata di Yogyakarta yang menyediakan penyewaan kuda? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Agrowisata Bhumi Merapi
wisata berkuda yogyakarta

Salah satu spot berfoto-foto ala Eropa di Agrowisata Bhumi Merapi Kaliurang (Tribun Jogja/Alexander Ermando)

Homiers mau berwisata ke Gunung Merapi tapi bersama si kecil? Gak ada salahnya kan sesekali mengajak mereka mengenal alam dan menjelajahi kekayaan Gunung Merapi. Spot terbaik di kawasan tersebut adalah Agrowisata Bhumi Merapi. Di sini Homiers bisa mengajak si kecil untuk mengenal alam dan mengajaknya untuk bercocok tanam, berternak bahkan berkuda. Homiers juga bisa mengabadikan momen di rumah Hobbit yang berada di sekitar wisata tersebut.

wisata berkuda yogyakarta
Sejumlah wisatawan saat menikmati wahana menunggang kuda di Agrowisata Bhumi Merapi, Sleman, DIY, Senin (11/3/2019). (Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho)

Agrowisata Bhumi Merapi masih menyatu dengan alam dan keunikan wisatanya tergolong sangat bersahabat untuk anak-anak. Jangan lupa untuk mencoba sensasi berkuda di arena ini ya Homiers. Tenang, kuda di tempat ini jinak dan ditemani pemandu wisata sehingga Homiers akan merasa aman dan tidak khawatir ketika melihat anak-anak menunggang kuda poni. Wisata ini berada di Jalan Kaliurang Km 20, Sawangan, Hargobinangun, Pakem Kabupaten Sleman. Homiers juga akan dikenakan biaya sekitar Rp 10.000,-/orang.

2. Jogja House and Resto (Johnsto)

wisata berkuda yogyakarta
Johnsto tampak dari depan (Tribun Jogja/ Alexander Ermando)

Homiers butuh destinasi wisata baru sebagai tempat melepas lelah? Homiers bisa mengunjungi wisata Jogja House and Resto atau biasa disingkat Johnsto. Destinasi wisata berkuda itu terletak di Kutu Patran, Sinduadi, Mlati, Sleman. Dibutuhkan adrenalin yang tinggi agar kuda mau ditunggangi oleh penunggang. Ini adalah tantangan buat Homiers yang menyukai wisata penuh adrenalin. Luas lahan Johnsto ini adalah 4000 meter persegi. Jadi, Homiers gak perlu takut tidak kebagian lahan saat Homiers berkuda, karena memang lokasi wisata yang satu ini sangatlah luas. Tempat ini juga menyajikan sensasi berkuda, baik yang bertujuan fun riding maupun riding class. Buat Homiers yang mau masuk ke wahana wisata berkuda, ini gratis, tapi Homiers perlu membayar untuk mencoba naik kuda.


Halaman tempat belajar berkuda di Johnsto: Jogja Horse and Resto (Tribun Jogja/ Alexander Ermando)

Untuk biayanya juga sangat terjangkau, Homiers hanya perlu membayar Rp. 35.000,- untuk kuda besar dan Rp. 25.000,- untuk kuda kecil. Satu tiket bisa berlaku untuk tiga kali putaran. Tempat wisata Jhonsto ini buka dari jam 08.00-23.00. Meskipun begitu, jam operasional berkuda hanya ada dua sesi, yakni pukul 08.00 – 11.00 dan 14.30 – 17.30 WIB saja. Ini bertujuan agar kuda memiliki waktu istirahat yang cukup dan tidak kelelahan. Di Johnsto, terdapat 8 kuda yang bisa disewa, mulai dari lokal, keturunan dan juga impor dari Belanda. Ada pula Seatland Ponny atau kuda poni yang bisa dimanfaatkan untuk berswafoto. Yang pastinya kuda ini tak bisa ditunggangi karena berukuran kecil. Gak hanya berkuda saja, Johnsto juga menawarkan pelatihan memanah. Selama 10 menit, dengan merogoh kocek Rp. 10.000,- , Homiers bisa berlatih memanah didampingi pelatih. Sesuai namanya tidak hanya kuda yang bisa dilihat, pengunjung juga bisa sekadar makan di restoran yang menyajikan beragam menu dengan harga relatif terjangkau. Tertarik untuk mencoba naik kuda di Johnsto? Siapkan pakaian terbaik Homiers karena Homiers bisa mengambil foto bersama dengan kuda-kuda Johnsto.

3. Pantai Parangtritis


Bendi wisata di Pantai Parangtritis sepi peminat dibanding tahun lalu. Minggu (9/6/2019). (Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty)

Pantai Parangtritis terletak di Kabupaten Bantul. Jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 27 kilometer dari Kota Yogyakarta menuju arah selatan. Destinasi ini menjadi kebanggaan masyarakat Yogyakarta dan setiap harinya ramai didatangi pengunjung terutama saat liburan. Homiers gak perlu takut banyak mitos yang beredar dari pantai ini. Sebab, ketika Homiers sampai di Parangtritis, keindahan alamnya akan segera menyapa Homiers serta keluarga. Uniknya lagi, di sini Homiers gak hanya melihat pemandangan cantik saja, tapi juga bisa berkuda. Di beberapa sudut pantai, ada sejumlah kuda yang bisa disewakan. Pastikan Homiers mengenakan pelindung dengan benar agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan. Bagaimana, tertarik untuk mengunjunginya?

Sumber : jogja.tribunnews.com

Grojogan Watu Purbo, Air Terjun Bertingkat Enam Dengan Panorama Indah

Grojogan Watu Purbo, Air Terjun Bertingkat Enam Dengan Panorama Indah

Beberapa waktu yang lalu viral penampakan air terjun bertingkat yang berada di Yogyakarta. Rupanya itulah Grojogan Watu Purbo yang memiliki 6 tingkatan. Bangunan dasar dari air terjun ini sudah ada sejak tahun 1975, sedangkan mulai dikelola jadi tempat wisata sejak tahun 2017 oleh Pokdarwis Bangunrejo. Asal muasal tempat ini pada tahun 1975 adanya proyek Merapi membangun sabo (dam) untuk menahan aliran saat terjadi erupsi. Bangunan ini dibuat 6 trap (tingkat).

Kilas Balik

 (Instagram/yuantedn )

Nama Grojogan Watu Purbo muncul setelah Pokdarwis Bangunrejo melihat potensi wisata yang ada di tempat tersebut. Dari awal tempat ini sudah grojogan (air terjun), dilengkapi dengan adanya batu-batuan besar di sisi kanan kiri. Gak diketahui pastinya dari mana datangnya maupun umur batu tua (batu purba) tersebut. Inilah asal pemberian nama tempat ini. Sumber aliran air ini berasal dari Sungai Krasak dan Sungai Bebeng. Ketika musim penghujan debit air lumayan besar, tetapi berkurang sekitar 60 persen ketika kemarau panjang. Jadi, bisa dikatakan waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini waktu musim hujan. Tapi, sebaiknya hindari berkunjung ketika curah hujan yang sangat deras ya Homiers.

Spot Instagramable

Menikmati Air Terjun dari Jembatan (SHUTTERSTOCK )

Grojogan Watu Purbo dengan 6 tingkat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang datang ke tempat ini. Semenjak viral sekitar November atau Desember 2019 disosial media, wisata ini semakin eksis. Foto wira-wiri ada di media Instagram. Homiers dapat mengeksplorasi setiap sudut air terjun baru di Yogyakarta ini. Homiers bisa menelusuri setiap tingkatan, duduk di atas batu yang besar, dan menyaksikan guyuran air dari jembatan dan pinggir kolam air tersebut. Kalau Homiers ingin berenang, Homiers bisa langsung ke lokasi grojogannya. Ada juga taman bunga instagramable di sebelah timur. Homiers juga bisa berswafoto di sini.

Gazebo dan Pendopo

Air Terjun (Shutterstock)

Air terjun ini sedang dalam tahap pengembangan. Sejauh ini fasilitas yang sudah tersedia disini ada 2 toilet umum, 2 gazebo, dan pendopo. Walaupun sarana belum siap untuk sepenuhnya, air terjun ini menjadi tujuan beragam aktivitas oleh para pelancong. Seperti menjadi lokasi singgah para pesepeda, berenang, berswafoto, dan seni menyusun batu. Tak heran jika di beberapa titik tingkatan ada batu tersusun rapi ke atas.

Akses

Grojogan Watu Purbo ini berlokasi di Dukuh Bangunrejo, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Oleh sebab itu, tempat wisata ini juga disebut Grojogan Watu Purbo Bangunrejo. Homiers dapat mengakses tempat ini dari Jalan Magelang, di lampu merah Tempel belok ke utara. Lalu masuk Gapura Desa Merdikorejo, dari situ Homiers akan menemukan rambu petunjuk menuju Grojogan Watu Purbo. Dari situ, Homiers harus menempuh sekitar 700 meter menuju air terjun. Grojogan Watu Purbo ini buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB. Dan tidak dikenakan biaya ketika memasuki area ini ya Homiers, hanya biaya parkir kendaraan saja. Sepeda Rp. 2.000-an, motor Rp. 5.000-an, mobil Rp. 10.000-an, dan bus Rp. 20.000-an. Lokasi parkir ada di sebelah timur Grojogan Watu Purbo yang nantinya akan dijadikan zona camping ground seluas kira-kira 4.000 meter persegi. Dari situ Homiers cukup jalan kaki sekitar 50 meter untuk sampai di posisi air terjun.

 

Sumber : jogja.tribunnews.com

Keunikan Kopi Rasa Klepon Di Onni Coffee Yogyakarta

Keunikan Kopi Rasa Klepon Di Onni Coffee Yogyakarta

Kopi saat ini memang tengah menjadi minuman yang digemari oleh banyak orang. Tak hanya anak muda saja, generasi tua pun menyukai minuman yang satu ini. Tak dipungkiri saat ini kedai kopi membanjiri beberapa kota, mulai dari kopi yang diolah secara tradisional sampai dengan modern, banyak dijajakan di kota-kota besar.

Banyaknya pelaku kopi tentu berdampak pada banyaknya varian kopi yang mereka ditawarkan. Satu yang unik dan patut dicoba saat Homiers berkunjung ke Yogyakarta adalah Kopi dengan cita rasa Klepon. Seperti yang Homiers tau, klepon merupakan makanan khas tradisional. Klepon berbentuk bulat dan berwarna hijau, klepon sendiri terbuat dari beras ketan dan terdapat lelehan gula jawa di dalamnya dengan taburan parutan kelapa mengelilingi dibagian luar klepon tersebut.
Kenikmatan rasa Klepon tersebut rupanya saat ini sudah bisa dipadukan dengan kenikmatan kopi. Kopi rasa klepon ini bisa Homiers nikmati di Kedai Kopi Onni Coffee yang terletak di Joglosemar Building, Jalan Magelang KM 7, Sleman, DIY.
kopi rasa klepon
Ketzia owner dari Onni Coffee ini menjabarkan, Klepon Kohi ini berwarna seperti klepon pada umumnya, dominan hijau dengan kombinasi warna coklat yang berasal dari gula aren jawa, rasanya pun seperti kombinasi antara pandan, beras ketan dan parutan kelapa yang khas pada makanan klepon. Diangkatnya klepon menjadi varian rasa kopi menurutnya karena klepon merupakan makanan yang banyak orang suka.

“Klepon itu signature-nya Indonesia, banyak orang suka dan rasanya khas,” tambah Rico Rywanto yang juga pemilik kedai kopi ini. Uniknya gak hanya di minuman saja, Onni Coffee juga menyajikan sejumlah makanan maupun camilan yang berbau Klepon seperti Klepon Bombolone, camilan berbentuk bulat bercita rasa seperti donat dengan isian yang serupa dengan klepon. Dan juga paket Klepon Set yang bisa Homiers nikmati ketika akan bepergian. Onni Coffee sejatinya hadir dengan konsep Coffee To Go atau kedai kopi yang siap dibawa bepergian. Beragam menu yang disajikan pun bermacam-macam namun mudah dan familiar bagi para pelanggan. Selain kopi klepon, Onni Coffee juga menyajikan kopi yang bercita rasa unik seperti Banana Kopi atau Kopi Pisang. Kedai kopi yang mengadopsi konsep kedai kopi asal Jepang ini pun juga menyajikan beragam camilan menarik yang bisa dinikmati oleh semua pelanggan. Dan harganya pun bervariatif mulai dari Rp 9.000 ribu sampai Rp 26.000 an.

“Seperti di Jepang, kita juga menyediakan ‘Fortune Cookies’ yang bisa diambil oleh pelanggan secara gratis, kue ini berisi semacam quotes motivasi yang diharapkan bisa memberi mood bagus bagi pelanggan yang sudah mengambilnya,” timpal Ketzia pemilik Onni Coffee ini. Nah, buat Homiers yang termasuknya penggemar kopi bisa nih cobain Kopi Klepon khasnya dari Onni Coffee. Semoga Bermanfaat Homiers..

Sumber : jogja.tribunnews.com

Curug Kuncung Mas Kulonprogo, Pesona Cantik Dengan Konsep Alam

Curug Kuncung Mas Kulonprogo, Pesona Cantik Dengan Konsep Alam

Datang ke Kulonprogo Yogyakarta pastinya ada banyak destinasi wisata yang menarik yakni Curug Kuncung Mas. Wisata Curug Kuncung Mas Kulon Progo telah dikenal sebagai tempat keren dengan beragam tampilan alamnya. Menikmati wisata alam curug memang pilihan yang sangat menarik. Apalagi jika lokasinya juga jauh dari perkotaan sehingga suasana alam sekitarnya akan sangat mendukung. Ditambah lagi dengan adanya beberapa fasilitas pendukung yang membuat akses wisata jadi lebih nyaman dan mudah.

Daya Tarik Curug Kuncung Mas Kulonprogocurug kuncung mas kulonprogo

Selain mampir ke pusat kota Jogja, Homiers juga wajib menikmati suasana wisata alam di Curug Kuncung Mas. Destinasi ini menyuguhkan pemandangan air terjun dengan segala macam keindahannya. Dari tampilan alam dan lingkungan sekitar curug terbilang unik dan masih asri. Untuk itulah kenapa Homiers harus mengunjungi wisata yang ini. Karena dari segi tampilannya masih sangat alami dan asri hingga jarang tersentuh oleh manusia. Sekarang ini Curug Kuncung Mas sudah dijadikan objek wisata utama bagi para traveller. Ternyata ada beberapa alasan kenapa wisata alam di Kulonprogo ini dijadikan tempat utama untuk berwisata. Penasaran seperti apa alasannya, yuk simak ulasan berikut!

Alasan Curug Kuncung Mas Kulonprogo Banyak Dikunjungi

curug kuncung mas kulonprogo
Wisata alam di Kulonprogo ini menghadirkan beberapa spot berfoto terbaik. Bagi pecinta foto selfie ataupun fotografer bisa langsung memburu pemandangan keren di tempat wisata yang satu ini. Tak jarang pecinta foto memilih Curug Kuncung Mas karena kondisi alam sekitarnya masih sangat alami. Selain menikmati akses berfoto di Curug Kuncung Mas Kulonprogo, Homiers juga bisa menikmati kolam alami berwarna biru tosca. Keunggulan destinasi wisata ini adalah adanya kolam alami dengan warna biru tosca. Kondisi kolam alami tersebut berada persis di bawah tebing. Dengan latar belakang air terjun akan memberi pemandangan yang sangat cantik. Terdapat juga pepohonan di sekitar lokasi Curug Kuncung Mas Kulonprogo yang mempercantik penampilan berfoto Homiers.
Tidak hanya menikmati kolam renang alami saja. Tapi Homiers juga bisa melakukan aktivitas lain yakni bersantai di dekat curug. Jika Homiers sudah penat dengan pekerjaan ataupun suasana perkotaan yang membuat pusing, maka Curug Kuncung Mas ini bisa jadi pilihan terbaik Homiers.

Tips Liburan ke Curug Kuncung Mas

curug kuncung mas kulonprogo
Setiap wisatawan harus memperhatikan juga tips liburan ke Curug Kuncung Mas. Dari akses lokasi Curug Kuncung Mas ini terbilang mudah walaupun harus tetap mengandalkan akses jalan setapak. Sedangkan dari sisi ketersediaan fasilitas tambahan seperti rumah makan juga masih terbatas. Oleh sebab itu setiap pengunjung sebaiknya membawa bekal makanan dan minuman. Tujuannya bisa menghemat pengeluaran Homiers. Ditambah lagi suasana liburan Homiers jadi lebih nyaman serta tak terganggu.
Untuk waktu terbaik berkunjung ke destinasi alam di Yogyakarta ini sebaiknya pada musim kemarau. Meskipun pada musim kemarau debit air terjun tidak terlalu banyak, namun Homiers tidak akan terganggu oleh cuaca. Bila Homiers terpaksa berkunjung pada saat musim hujan sebaiknya pilih waktu pagi hari.

Harga Tiket Curug Kuncung Mas Kulonprogo

Untuk bisa menikmati akses wisata alam di Curug Kuncung Mas ini Homiers harus membayar tiket masuk. Meskipun tidak banyak informasi seputar harga tiket masuk. Akan tetapi Homiers bisa membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000 / orang. Sedangkan dari ketersediaan lahan parkir juga bisa memberi biaya. Seperti biasa untuk tipe kendaraan roda dua diberikan beban biaya mencapai Rp 2.000. Untuk kendaraan roda empat diberi beban biaya mencapai Rp 5.000.

Akses Lokasi Curug Kuncung Mas

Lokasi dari destinasi wisata alami di Kulonprogo ini berada di Jl. Sermo-Girimulyo, Banyunganti, Jatimulyo, Kabupaten Kulonprogo. Akses jalanya terbilang mudah karena hanya memakan waktu kurang lebih 1 jam saja dari pusat kota Jogja. Homiers bisa menggunakan rute dari Jl. Water-Yogyakarta, kemudian menuju ke Wates melalui Jl. Bibis/Jl.Pirak. Rute berikutnya ambil arah ke Pathukan kemudian akan melewati Jl. Godean dan langsung menuju ke Jl. Nanggulan-Giri Mulyo. Rute terakhir akan melewati Jl. Raya Kaligesing menuju Kulonprogo. Sensasi liburan seru sudah bisa Homiers akses di destinasi Curug Kuncung Mas Kulonprogo dimana ada banyak pengalaman menarik dan baru.
Semoga Bermanfaat Homiers..

Sumber : ngetripkemana.com

Warung Layar Sentuh, Kuliner Anyar Di Yogyakarta

Warung Layar Sentuh, Kuliner Anyar Di Yogyakarta

Ada yang baru nih di Jogja. Tempat nongkrong satu ini gak cuma seru, tapi juga sajikan masakan enak dan usung konsep yang keren. Bernama Warung Layar Sentuh, Homiers juga bisa nikmati pemandangan cantik serta suasana tenang di sini. Penasaran seperti apa? Yuk, simak ulasannya.

warung layar sentuh

Warung Layar Sentuh (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Nama Layar Sentuh ini diberikan lantaran semua menu sayur dan lauk diletakkan di etalase kaca. Lalu pembeli memilih sajian favorit mereka dengan menunjuk sembari menyentuh kaca tersebut. Itulah mengapa resto ini disebut dengan sebutan Layar Sentuh.

 

Segarnya Suasana Pedesaan ala Sleman

warung layar sentuh

Makan sambil nikmati panorama Sleman (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Warung Layar Sentuh bisa Homiers temukan di kawasan Sleman, tepatnya di Jalan Palem Raya, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Posisinya tidak begitu jauh dari pusat kota, hanya sekitar tujuh kilometer dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit.

Jika Homiers berangkat dari Tugu Jogja, bisa ambil rute Jalan AM. Sangaji – Jalan Palagan Tentara Pelajar – Jalan Damai – Jalan Kaliurang – Jalan Palem Raya. Walaupun lokasinya masuk ke jalan yang kecil di perkampungan, Warung Layar Sentuh ini sangat mudah ditemukan. Warung Layar Sentuh ini termasuk baru di Jogja. Buka setiap hari dan siap menyambut pelanggan mulai pukul 07.00 hingga 23.00. Bisa nih sarapan, makan siang, atau makan malam di sini Homiers.

 

Spot-Spot Apik nan Kece

warung layar sentuh

Banyak spot keren (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Kalau sudah masuk resto, Homiers bakal langsung disambut area luas. Homiers bisa pilih duduk di area indoor maupun outdoor. Jika memilih yang pertama, Homiers akan bersantap ditemani dinding kaca transparan. Pencahayaan yang dihasilkan sangat bagus karena sinar matahari menembus bebas. Dekorasi di sini juga cukup oke. Bergaya ala kekinian dengan sentuhan properti boho serta vintage. Pastinya akan bikin Homiers betah nongkrong berlama-lama.

warung layar sentuh

Area indoor yang luas (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Adanya dinding kaca tersebut bakal bikin Homiers bisa tetap nyaman berteduh sembari menikmati indahnya pemandangan sawah sekitar. Bahkan di area duduk sekitar kasir, atapnya juga terbuat dari kaca. Sambil makan, Homiers bisa iseng-iseng menengadah untuk mengagumi birunya langit.

warung layar sentuh

Area outdoor juga cukup teduh (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Tempat duduk di area outdoor juga sering jadi incaran para pengunjung lho. Di sini Homiers akan mendapati hamparan rumput hijau dengan kolam setengah lingkaran yang langsung menghadap sawah. Totalnya ada 5 set meja kursi dan spot duduk bertingkat dengan Pohon Kamboja di tengahnya. Dedaunan kering yang jatuh dari pohon membuat suasana di sekitar terasa semakin syahdu. Spot foto yang pantang dilewatkan ketika Homiers berkunjung ke sini adalah kolamnya. Walau kadang digunakan untuk berenang oleh pengunjung cilik, gak sedikit juga orang dewasa yang nongkrong sambil merendam kakinya di sini. Apalagi di sekitarnya memang disediakan meja dan kursi. Tanpa penghalang, Homiers bisa leluasa menyapukan pandangan ke arah sawah dan pemukiman warga sekitar. Alunan merdu dari hiasan gantungan bambu bakal seolah menghipnotis Homiers. Rasanya enggan beranjak ke manapun.

 

Menu-Menu Menggiurkan

warung layar sentuh

 Aneka lauk dan sayur di balik kaca (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Masakan Nusantara jadi menu unggulan di resto ini. Main course-nya terdiri dari bermacam-macam sayuran dan lauk pauk ala sajian rumahan. Homiers bisa memilih brongkos, mangut iga, pindang goreng kriuk, salem goreng, gurita bakar, telur dadar, dan masih banyak lagi. Dan untuk sayurannya, tersedia oseng pare, pepaya, daun singkong, kembang turi, kikil cabe ijo, cumi, dan pete. Cukup lengkap kan? Bicara soal harga, semua menu tersebut dibanderol cukup murah. Homiers cukup siapkan kocek antara Rp 4.000 hinga Rp 17.600 untuk menebus seporsinya.

warung layar sentuh

 Beberapa menu Layar Sentuh (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Buat Homiers yang sedang tak ingin menyantap makanan berat, bisa coba pesan aneka snack. Pilihannya juga gak kalah lengkap lho, mulai dari tempe mendoan, tahu bacem, bakwan jagung, tape goreng, pisang goreng, hingga roti bakar. Cukup bermodal Rp 9.000 hingga Rp 16.000 per porsi, Homiers sudah bisa ngemil asyik. Porsinya pun cukup banyak, masih pas untuk dijadikan sharing menu. Homiers mau menikmati menu sehat? Jangan khawatir, Homiers juga bisa mendapatkannya di sini. Homiers tinggal pesan salad buah, salad sayur, atau healthy bowl. Masing-masing menu ini dibanderol dengan harga Rp 20.000 sampai Rp 28.000 saja.

 

Pemandangan Hamparan Sawah

warung layar sentuh

View memanjakan mata (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Dengan dominasi bercorak putih, resto ini jadi terlihat luas. Eye-catching banget kan, apalagi dengan paduan pemandangan alami yang ada di sekitarnya. Duduk di area manapun, Homiers akan disambut panorama hamparan sawah yang sangat indah. Suasana pedesaan terasa sangat kental di sini. Semilir angin dari berbagai sisi membuat suasana semakin terasa damai dan tenang. Semua lelah dan penat dijamin bakal hilang seketika.

 

Bikin Betah Nongkrong

Dengan tempat super apik dan suasana menyenangkan, Warung Layar Sentuh bisa jadi pilihan tempat nyaman buat Homiers yang ingin kabur sejenak dari penatnya kesibukan. Bakal lebih lengkap jika Homiers mengajak teman atau keluarga. Adanya fasilitas WiFi gratis dan colokan listrik tak jarang membuat beberapa pengunjung nampak sibuk mengisi waktu mereka di sini dengan bekerja. Homiers yang ingin mengerjakan tugas kuliah maupun kantor dengan suasana berbeda juga bisa melakukan hal sama lho.

 

Bagaimana Homiers, menarik kan? Warung Layar sentuh bisa jadi salah satu tempat nongkrong keren yang wajib Homiers sambangi ketika berada di Jogja. Masih baru dan layak masuk daftar kunjungan. Ada tips nih buat Homiers yang mau datang ke sini, sebaiknya datang pagi atau sore hari demi mendapatkan suasana serta panorama maksimal. Semoga Bermanfaat Homiers..

Sumber : travelingyuk.com