Tips Liburan Bersama Keluarga

Berwisata bersama keluarga tentunya merupakan hal yang sangat dinantikan oleh setiap orang. Tapi sebelum Homiers melakukan trip perjalanan bersama dengan keluarga, Homiers juga harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pada saat berlibur nanti demi kelancaran liburan Homiers. Nggak mau kan liburan Homiers terhambat hanya karena beberapa hal kecil yang Homiers sepelekan?

Sebelum memulai liburan bersama keluarga, sebaiknya Homiers harus mengetahui terlebih dahulu tipsnya agar liburan Homiers semakin seru dan asyik!

Yuk, simak tips liburan bersama keluarga berikut semoga bisa membantu Homiers pada saat liburan nanti.

 

Pelajari Dulu Tempatnya

tips liburan bersama keluarga

Pastikan Homiers dan keluarga sudah mempelajari tentang tempat yang ingin di kunjungi nanti. Jangan lupa untuk membawa peta atau buku panduan dari tempat wisata tujuan Homiers agar mempermudah jalannya ke lokasi yang ingin dituju.

 

Berlibur Dengan Pesawat

tips liburan bersama keluarga

Kalau Homiers berlibur menggunakan pesawat terbang,sebaiknya Homiers harus memesan penerbangan dari jauh-jauh hari supaya Homiers dan keluarga bisa duduk berdekatan selama dalam perjalanan menuju tempat tujuan berlibur nanti.

 

Selalu Merencanakan Tujuanmu

tips liburan bersama keluarga

Hal yang satu ini merupakan salah satu tips yang sangat penting buat Homiers yang ingin pergi liburan bersama keluarga. Sebaiknya sebelum Homiers memutuskan untuk melakukan perjalanan ke tempat tujuan berlibur Homiers dan keluarga, tidak ada salahnya kan kalau Homiers mencari tahu terlebih dahulu tempat wisata apa saja dan kuliner apa yang bisa kamu jelajahi nanti. Nggak mau kan liburan Homiers nanti ke ganggu hanya karena kalian bingung harus mengunjungi tempat yang mana dan malah menghambat liburan Homiers.

 

Cari Tempat Menginap

Usahakan untuk mencari tempat menginap terlebih dahulu sebelum Homiers melakukan perjalanan nanti. Setelah Homiers sudah berhasil membeli tiket pesawat atau menentukan tempat untuk berlibur, jangan lupa untuk mencari tempat menginap yang dekat dengan tujuan Homiers nantinya agar memudahkan akses Homiers kembali ke penginapan.

Seperti Simply Homy Guest House, penginapan yang bisa jadi pilihan Homiers bersama keluarga ketika sedang liburan ke Jogja. Simply Homy merupakan penginapan yang memiliki konsep yang berbeda dari penginapan lainnya, karena Homiers dapat menyewa satu rumah yang artinya Homiers dan keluarga dapat mengakses semua fasilitas publik area yang ada di rumah tersebut seperti, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur beserta dengan peralatan memasak. Yang terpenting, Homiers dan keluarga dapat merasakan seperti tinggal dirumah sendiri, dan tentunya juga akan lebih menghemat biaya liburan Homiers bersama dengan keluarga.

So, gak usah pikir panjang lagi untuk memilih Simply Homy Guest House sebagai pilihan penginapan Homiers bersama keluarga saat liburan ke Jogja. Jadikan liburan bersama keluarga lebih menyenangkan bersama Simply Homy, karena di Simply “Anda Tuan Rumahnya”

 

 

Sumber : blog.reservasi.com

 

 

 

 

Tips Mempersiapkan Hari Wisuda

Tips Mempersiapkan Hari Wisuda

Moment wisuda tentunya menjadi cerita hidup yang special , karena merupakan sejarah hasil  kita menimba ilmu di bangku kuliah. Saat paling bahagia karena Homiers dapat memberitahukan orang tua, saudara dan teman kalau Homiers sudah berhasil lulus. Dengan senyum ceria dan langkah percaya diri, setelah sekian lama bergelut di SKS, Skripsi dan pendadaran yang menguras tenaga dan pikiran, sehingga wajar kalau kita perlu mempersiapkannya menjelang hari H .

Berikut kami bagikan beberapa Tips Mempersiapkan Hari Wisuda ;

 

  1. Pastikan semua pembayaran sudah beres

 

tips mempersiapkan hari wisuda

Homiers bisa langsung cek tagihan di Bagian Akademik terkait kalkulasi biaya yang harus dibayarkan untuk keperluan wisuda. jangan sampai ada satu item tagihan yang terlewatkan karena akan menghambat proses wisuda.

 

  1. Siapkan Pakaian & Perlengkapan yang dibutuhkan dan sewajarnya

 

ini memang momen special. Tapi apakah kita harus jadi yang paling heboh untuk mencuri perhatian? Pastikan outfit yang kamu siapkan fit untukmu, baik desainnya ataupun kenyamanan. Jangan ya pakai baju yang kelewat ribet toh pada saat di acara wisuda ditutup toga. Dan pilihlah sepatu yang nyaman untuk berjalan.

 

  1. Keluarga

 

Tentukan Siapa saja yang akan datang di wisudamu nanti apa hanya orang tuamu atau kakak adikmu juga mau ikut atau ada saudara juga yang ingin menghadiri acara spesialmu. Kalau Homiers berasal dari luar kota , pastinya membutuhkan persiapan yang lebih extra lagi.

 

  1. Penginapan

 

tips mempersiapkan hari wisuda

Acara Wisuda akan lebih bermakna jika bisa dilakukan secara sederhana. Jadi pilihlah penginapan yang tidak akan terlalu membebani biaya namun terjamin keamanannya. Cermatilah penginapan yang akan  dipilih dari segi lokasi, fasilitas dll.  Saat ini banyak alternative penginapan selain hotel, salah satunya sewa rumah hunian atau biasa disebut guest house. Guest House memberikan nuansa berbeda karena Homiers serasa tidur di kediaman sendiri dengan area di dalam rumah yang bisa dimanfaatkan seperti dapur dan ruang keluarga dan tentunya kamar tidur, sehingga Homiers beserta keluarga bisa beristirahat dengan nyaman sebelum menghadiri acara Wisuda.

 

  1. Transportasi

 

Tentukan transportasi untuk pergi ke tempat wisudamu dilaksanakan. Mau naik mobil pribadi? Atau bagi mahasiswa yang merantau, perlu menyewa mobil? Dan bisa disesuaikan dengan jumlah keluarga yang menghadiri acara wisuda.

 

  1. Istirahat yang cukup

 

Jangan tidur terlalu larut ya Homiers, karena biasanya wisuda dimulai dari pagi hari, dengan tidur cukup tubuhmu akan segar saat wisuda.

 

  1. Sarapan Sebelum Berangkat

 

Usahakan Sarapan sebelum berangkat karena wisuda memakan waktu yang cukup lama, apa lagi kalau wisudawan di kampusmu banyak. Nggak asyik kan kalau perut keroncongan saat suasana sedang khidmat? Yang ada malah nanti kamu Pingsan gara – gara kelaparan ^-^

 

 

Nah, itu tadi beberapa tips untuk melakukan persiapan Wisuda yang bisa Homiers coba, semoga bermanfaat bagi Homiers yang akan merencanakan kegiatan wisuda Bulan ini.

Kemerdekaan dalam Bingkai Islam

Kemerdekaan dalam Bingkai Islam

Bangsa Indonesia pada bulan ini kembali memperingati hari kemerdekaannya. Semarak menyambutnya telah nampak sejak jauh hari. Spanduk, bendera, umbul-umbul, dan baliho-baliho bertuliskan “Dirgahayu Kemerdekaan” menghiasi setiap jalan raya. Namun di balik kesemarakannya, masih terselip berbagai pertanyaan di benak kita; benarkah Homiers sudah merdeka secara hakiki? apa makna kemerdekaan bagi Homiers? bagaimana Homiers mengisi kemerdekaan yang Homiers rasakan saat ini? Sebelum melihat lebih jauh, ada baiknya Homiers mencoba mengingat kembali bagaimana kemerdekaan itu bisa hadir di negeri tercinta ini.

Ketika Homiers membuka kembali lembaran-lembaran sejarah bangsa ini, maka Homiers akan menemukan jejak Islam di setiap lembarannya. Ya, jejak perjuangan kaum muslimin dan para ulama yang menentang penindasan dan mengagungkan nama Islam. Bahkan perjuangan kemerdekaan tersebut telah ada jauh sebelum terbayangnya sebuah komunitas bernama Indonesia. Tampilnya para pejuang Islam di beberapa wilayah seperti ; di Aceh dengan Hikayat Perang Sabil-nya, di Jawa dengan dengan Pangeran Diponegoro yang hendak merdeka dan melawan penjajahan, di Makassar dengan Sultan Alauddin yang berdiri tegak mempertahankan kesultanannya dari rongrongan VOC, dan daerah-daerah lainnya, semuanya menjadi warna perjuangan kemerdekaan bangsa kita. Tak heran, jika para ulama dan tokoh Islam, ketika memiliki kesempatan untuk mewarnai lahirnya Indonesia, mereka memanfaatkannya dengan memperjuangkan Islam sebagai pondasi negara.

 

Makna Kemerdekaan

Manusia sebagai makhluk Allah SWT telah dianugerahi keistimewaan tersendiri yang tidak diperoleh oleh makhluk-makhluk lainnya. Allah SWT berfirman, “Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Isra’ : 70). Selain ilmu dan akal, di antara bentuk kemuliaan dan kelebihan manusia atas makhluk-makhluk lain, menurut sebagian para mufassirin (ahli tafsir), adalah kecenderungannya untuk terbebas dari penindasan dan penjajahan (Lihat Tafsir Bahrul Muhith 6/59).

Dengan kata lain, kemerdekaan merupakan kunci kemuliaan manusia. Manusia tak akan lebih utama dari makhluk-makhluk lain dan menjadi mulia sebelum ia terbebas dari penjajahan.

Lalu pertanyaannya, kemerdekaan seperti apa yang akan menjadikannya mulia?

Jadi, setiap muslim hendaknya memaknai kemerdekaan itu sebagai pembebasan dari segala bentuk kesyirikan yang dapat menyimpangkannya dari jalan fitrahnya. Begitu pula, kemerdekaan oleh seorang muslim adalah terbebasnya seorang hamba dari segala sistem kehidupan yang tidak bersumber dari aturan Islam dan sunnah NabiNya sebagai wahyu Ilahi. Olehnya, ketika seorang hamba senantiasa komitmen akan hal ini, maka sejatinya ia adalah manusia merdeka di sepanjang hidupnya. Wallahu a’lam.

 

Salah Kaprah

Pemahaman kemerdekaan yang sempit adalah ketika seorang hanya memandang bahwa kemerdekaan itu hanya ketika pasukan musuh berhasil dipukul mundur dari wilayah perbatasan sebuah bangsa. Ya, itu memang adalah bagian dari indikasi kemerdekaan, namun bukan esensi (pokok). Mengapa demikian? Hal ini karena penjajahan terhadap suatu negeri, bukan hanya berupa penghancuran negeri tersebut oleh pasukan musuh, dirampasnya berbagai kekayaan alam dan sumberdaya oleh para penjajah, dan semacamnya, melainkan dengan corak dan ragamnya yang banyak, dan bahkan lebih buruk dari bentuk penjajahan fisik tersebut.

Maka, penjajahan dalam arti yang sebenarnya adalah upaya untuk menjauhkan dan menghalangi manusia untuk mengamalkan ajaran Islam secara kaffah (menyeluruh). Dari sini, kemerdekan itu sejatinya bersifat bertingkat-tingkat, antara satu individu atau komunitas dengan individu atau komunitas lainnya. Semuanya tergantung dari sejauh mana ia mampu menerapkan Islam dan nilai-nilainya yang agung dan mulia dalam hidup dan kehidupannya. Wallahu a’lam.

 

Bentuk Penjajahan

Corak dan ragam penjajahan itu bermacam-macam.

Pertama, iblis adalah penjajah yang paling berbahaya bagi manusia. Karena ia senantiasa berupaya untuk menyesatkan manusia dari jalan hidayah dan Islam hingga hari kiamat. Iblis berkata sebagaimana disebutkan oleh Allah SWT, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al-A’raf : 17).

Kedua, penjajah manusia yang tidak kalah bahayanya adalah nafsu dan syahwatnya, yang selalu mengajak kepada kejelekan. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan” (QS. Yusuf : 53). Nafsu di sini adalah nafsu lawwamah yaitu jiwa yang selalu goncang, yang jika tidak diarahkan, akan mengantarkan manusia kepada keburukan. Nafsu dan syahwat seperti ini akan bisa diatasi di antaranya dengan ilmu (agama) untuk memperkuat ruhiyah.

Ketiga, penjajah dalam rupa dunia, juga kerap menampakkan kedigyantaraannya dalam menjajah jiwa manusia. Penjajah yang satu ini, tak puas-puas membuat ulah, padahal hampir semua darah yang tertumpah di permukaan bumi atas namanya. Ya, cinta dunia adalah racun dalam kehidupan umat manusia. Karena seorang yang cinta dunia dikhawatirkan akan membuang cintanya kepada Allah SWT, demikian pula sebaliknya, seseorang yang cinta kepada Allah SWT, tidak akan memberikan tempat bagi dunia itu menempel di hatinya.

Keempat, penjajahan dalam bentuk ghazwul fikri (perang pemikiran), yaitu invasi nilai-nilai menyimpang yang bisa mengganggu dan merusak keyakinan, moralitas dan pola pikir kaum muslimin agar jauh dari nilai-nilai agamanya. Model penjajahan dan invasi ini juga tak kalah bahayanya karena ia datang dengan begitu halus dan tersembunyi melalui media-media propaganda yang hadir di tengah-tengah kehidupan kaum muslimin hari ini, seperti televisi, internet, media cetak dan lainnya.

 

Mensyukuri Kemerdekaan

Mensyukuri kemerdekaan adalah dengan mengisi masa kemerdekaan dengan amalan yang disyariatkan Allah SWT, dalam berbangsa dan bernegara. Dengan tegas Allah SWT telah memberi arahan kepada bangsa ini bagaimana seharusnya mengisi kemerdekaan dan mensyukuri nikmat kepemimpinan. Allah SWT  berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 41, ”(yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” Kalimat ”kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi” dapat berarti suatu bentuk kemerdekaan dari penjajahan.

Akhirnya, mari kita syukuri kemerdekaan ini dengan mempertahankan keutuhan jati diri bangsa ini dengan nilai-nilai Islam yang tinggi dan cinta kepada negeri ini sebagai negeri Islam. Dengan itu, insyaaAllah kita akan mampu meraih kejayaan di masa yang akan datang dan meneruskan sejarah bangsa ini menjadi sebuah “baldatun thayyibatun warabbun ghafuur“ yaitu sebuah negara dan bangsa yang meraih maghfirah (ampunan), kesejahteraan dan kedamaian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala selama-lamanya. Semoga. Wallahu a’lam. (Abu Mujahid)

 

 

Sumber : wahdah.or.id

Hikmah dan Keutamaan Berqurban

Hikmah dan Keutamaan Berqurban

Bagi muslim, berqurban menjadi ibadah rutin setiap tahun yang perlu persiapan khusus.  Seperti kamu ketahui, hukum berqurban adalah sunnah muakkad, yaitu sunah yang memiliki dasar kuat. Nabi Muhammad Saw. tidak sekalipun melewati ibadah qurban semasa hidupnya hingga Ia dipanggil oleh Allah SWT.

Sebagai informasi tambahan, Imam Malik dan Imam al-Syafi’i mengukuhkan ibadah qurban sebagai sunnah muakkad. Hukum ibadah qurban wajib juga dijalani muslim yang mampu secara finansial dan tidak sedang bepergian atau safar. Hal ini ditegaskan oleh Imam Abu Hanifah (Ibnu Rusyd al-Hafid: tth: 1/314).

Lebih lanjut, bagaimana hikmah ibadah qurban bagi muslim serta keutamannya? Mari simak penjelasan berikut.

 

Hikmah Ibadah Qurban bagi Muslim

Hari raya Idul Adha atau hari raya qurban tentu mengingatkanmu pada kebesaran jiwa Nabi Ibrahim As. Setelah bertahun-tahun menanti kelahiran seorang anak, Ia mendapat keturunan seorang putra yang sehat dan tampan. Namun, tepat ketika sang putra berumur 13 tahun, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim As menyembelih putranya.

Bayangkan jika kamu berada pada posisi Nabi Ibrahim As, perasaan tidak rela pasti menguat. Namun, Ia malah bertindak sebaliknya, Ia ikhlas melepas putranya untuk menunaikan firman Allah SWT. Kisah ini bisa kamu baca kembali dalam Alquran surat As-Saffat ayat 102-107.

Dari kisah Nabi Ibrahim As dan putranya, ada dua hikmah yang bisa kamu pelajari.

Tentang kebesaran jiwa orang tua. Umat muslim bisa menjadikan Nabi Ibrahim As panutan karena mau merelakan kepentingan pribadi dan menjalani kebenaran sesuai perintah agama.

Tentang anak yang berbakti kepada orang tua. Umat muslim juga patut meneladani Nabi Ismail As yang sabar dan ikhlas melakukan perintah Allah yang disampaikan melalui orang tuanya. Semata karena Ia taat kepada orang tua dan Allah SWT.

 

Keutamaan Ibadah Qurban bagi Muslim

Kamu bisa menemukan beberapa keutamaan ibadah qurban bagi muslim. Beberapa di antaranya adalah:

 

Menjadi saksi amal baik manusia di akhirat

Aisyah pernah mengungkapkan sabda Nabi Muhammad Saw. perihal qurban, seperti tertuang dalam hadis berikut.

Menunaikan perintah Allah SWT

Ibadah qurban sejatinya merupakan ibadah harta benda paling utama dan mulia yang bisa kamu lakukan hanya pada saat Idul Adha. Sementara, salat Idul Adha menjadi ibadah badan yang utama. Oleh karena itu, kamu harus menunaikan kedua ibadah ini sesuai syariat berlaku, seperti penyembelihan hewan qurban hanya boleh dilakukan pada tanggal 10-14 Dzulhijjah usai salat Idul Adha.
Perintah ini juga telah difirmankan Allah SWT dalam Alquran.

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (QS. Al Kautsar 108:2)

 

Bukti ketakwaan sebagai muslim

Selain menunjukkan ketakwaan lewat ibadah wajib seperti salah dan berzakat, berqurban juga menjadi bukti bahwa kamu muslim yang taat. Hal ini tertuang dalam dua ayat Alquran di dua surat berbeda.

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al Maidah: 27)

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS Al Hajj: 37)

Merujuk kedua ayat tersebut, keutamaan ibadah qurban bagi muslim bukan sekadar kewajiban semata. Namun, juga menjadi bentuk perwujudan takwa seorang muslim kepada Allah SWT.

 

Meningkatkan kepedulian pada sesama

Momen hari raya qurban menjadi pengingat umat muslim untuk senantiasa berbagi dan peduli kepada sesama, khususnya kaum fakir dan miskin. Setelah berqurban, daging hasil sembelih wajib diberikan kepada mereka yang membutuhkan sekitar dua pertiga bagian, sementara sepertiga bagian untuk orang yang menunaikan ibadah qurban. Hal ini termaktub dalam ayat berikut.

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. Al Hajj: 36)

 

Amalan terutama saat Idul Adha

Bagi muslim perayaan Idul Adha bukan sekadar menjalankan salat ‘Ied, mudik, atau berkumpul bersama keluarga. Qurban justru menjadi amalan terutama yang wajib kamu jalani saat Idul Adha.

“Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berqurban.” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

 

 

Sumber : blog.kitabisa.com

Inilah Puasa – Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha yang bisa Anda Kerjakan

Inilah Puasa – Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha yang bisa Anda Kerjakan

 

Puasa menjelang hari raya Idul Adha merupakan suatu yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad Saw. Puasa ini merupakan cara untuk bisa mendapatkan keberkahan bulan Dzulhijjah. Apalagi bulan ini termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Dalam bulan ini terdapat ibadah penyempurna dari rukun Islam, yaitu ibadah haji ke baitullah. Sementara bagi orang yang tidak melakukan ibadah haji, dianjurkan untuk mengamalkan amalan sunnah lainnya, seperti menyembelih kurban, sedekah sebanyak-banyaknya, shalat dan berpuasa.

Anjuran untuk memperbanyak amal tercatat dalam beberapa hadits Nabi. Misalnya hadits riwayat Ibnu Abbas dalam Sunan At-Tirmidzi sebagai berikut;

Para ulama menggunakan hadits ini sebagai dalil anjuran puasa sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah. Hal ini tampak dalam judul bab di kitab Ibnu Majah yang memberi judul Shiyamul ‘asyr (puasa sepuluh hari). Selain itu, Ibnu Hajar al Asqalani dalam kitabnya Fathul Baari  mengatakan:

 

Puasa Tujuh Hari di Awal Dzulhijjah

Ada tiga hari teristimewa di bulan Dzulhijjah, yaiti tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut yaumu tarwiyah, tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 yang disebut yaumun nahr. Namun, seperti hadis sebelumnya, bahwa keistimewaan Dzulhijjah juga terdapat di tujuh hari di awal Dzulhijjah.

Keistimewaan ini menjadikan tujuh hari sebagai hari yang dianjurkan untuk puasa. Selain itu, secara historis hari-hari menjelang Idul Adha merupakan hari yang memang istimewa. Ibnu Abbas mencatat bahwa rentangan sepuluh hari awal Idul Adha terjadi berbagai peristiwa besar yang berkaitan dengan perubahan kehidupan manusia berikutnya.

Hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari dimaafkannya Nabi Adam oleh Allah Swt, setelah melakukan kesalahan dengan makan buah khuldi. Hari kedua Dzulhijjah merupakan hari diselamatkannya Nabi Yunus as oleh ikan Nun setelah beberapa hari berada di dalam perut ikan sambil terus bertasbih dan beribadah kepada Allah Swt.

Pada hari ketiga, merupakan hari dikabulkannya doa Nabi Zakariya as yang man dikaruniai anak yang bernama Yahya. Hari keempat merupakan hari lahirnya Nabi Isa as. Hari kelima Dzulhijjah ialah hari kelahiran Nabi Musa as. Hari keenam Dzulhijjah merupakan hari-hari kemenangan para Nabi dalam berjuang, menegakkan ajaran tauhid. Sedangkan hari ketujuh yaitu hari ditutupnya pintu neraka Jahannam.

Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 1-7

Niat puasa menjelang Idul Adha merupakan syarat sah yang utama. Jangan sampai, ketika kita melakukan puasa sunnah tanggal satu sampai tujuh namun tidak niat terlebih dahulu. Adapun niatnya sebagai berikut;

 

Puasa Tarwiyah sebelum Idul Adha

Puasa tarwiyah merupakan puasa yang disunnahkan sebelum Idul Adha, tepatnya pada tanggal 8 Dzulhijjah. Kesunnahah puasa ini, teragkum dalam hadis yang mengatakan bahwa sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Ibnu Abbas r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Artinya : “Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya ; Ya Rasulullah! Walaupun jihad di jalan Allah ? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid).” (HR. Bukhari).

Berdasarkan anjuran tersebut, di bulan yang sangat mulia ini, sudah selayaknya kita turut mengamalkan puasa ini. Adapun niatnya sebagai berikut,

Dalam hadis lain juga disebutkan keutamaan puasa tarwiyah bahwa mampu menghapuskan dosa satu tahun. Namun, ternyata dikatakan juga bahwa hadis tersebut merupakan hadis dlaoif (kurang kuat riwayatnya). Para ulama menyikapi ini bahwa tetap boleh mengamalkan puasa tarwiyah dengan hadis yang lain tadi. Sedangkan menyikapi hadis dlaif, selama tidak berkaitan dengan aqidah dan hukum maka boleh melakukan sebagai fadhail amal.

 

Puasa Arafah sebelum Idul Adha

Puasa arafah ialah puasa sunnah yang dilakukan pada hari arafah, tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa yang paling dianjurkan di bulan Dzulhijjah adalah puasa arafah. Apalagi bagi orang yang tidak sedang melakukan ibadah haji.

Dalam kitab Sahih Muslim keutamaan puasa arafah diriwayatkan oleh Abu Qatadah dari Rasulullah SAW.

Hari arafah dikatakan sebagai hari yang paling utama (afdhal al ayyam),  sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Muslim sebagai berikut,

Namun, puasa sunnah Arafah hanya diperuntukkan untuk muslim selain jamaah haji, sedangkan bagi yang sedang menunaikan ibadah haji tidak disunnahkan, walaupun kuat melaksanakannya.  Hal ini disebabkan ittiba’ kepada sunnah Nabi.  Pendapat Imam an Nawawi dalam hal ini adalah makruh. Namun, berbeda kasusnya jika para jamaah haji sudah tiba di Arafah pada malam hari, maka tidak dimakruhkan.

Adapun niat puasa Arafah sebagaui berikut,

 

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

 

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta’ala.

Itulah tadi uraian mengenai puasa-puasa Idul Adha/ puasa sunnah yang mengiringi bulan mulia Dzulhijjah. dengan adanya momen seperti ini, sangat bagus jika digunakan pula untuk mengqadha puasa wajib/ bulan Ramadhan.

Semoga dengan adanya keutamaan seperti ini, kita bisa lebih semangat mendekatkan diri kepada Allah dengan puasa sebelum Idul Adha. Amiin. (Zainal Abidin).

 

 

Sumber : zakat.or.id