Makin dini suatu penyakit terdeteksi, maka makin cepat pertolongan yang dapat diberikan. Dengan begini, penyakit tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius, sekaligus mencegah pertolongan yang lebih rumit. Medical check up diperlukan oleh perempuan dan laki-laki, baik anak muda maupun orang lanjut usia. Homiers yang terlihat sehat pun perlu melakukan medical check up, terutama untuk memeriksa tingkat kesehatan serta kemungkinan adanya penyakit serius yang belum menunjukkan gejala.
Berikut ini bisa menjadi daftar hal-hal yang diperiksa melalui medical check up.
Berat Badan

Indeks masa tubuh yang tidak normal dapat memicu berbagai penyakit. Kegemukan dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoartritis, hipertensi, dan kanker. Sedangkan kondisi fisik yang terlalu kurus berisiko melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengakibatkan osteoporosis, dan anemia. Oleh sebab itu, penting untuk Homiers memeriksakan BMI tiap 2 tahun sekali bagi orang berusia di bawah 50 tahun dan setahun sekali untuk usia di atas 50 tahun. Jika Homiers mengalami penurunan berat badan secara drastis, kegemukan, atau memiliki BMI yang tidak normal segara konsultasikan kepada dokter untuk menanganinya.
Gula Darah

Tes ini dilakukan untuk Homiers yang berusia 45 tahun ke atas, setidaknya tiap tiga tahun sekali. Namun, jika Homiers memiliki risiko diabetes, konsultasikan pada dokter untuk segera menjalani tes, dan lebih sering misalnya tiap tahun.
Selain itu, jika Homiers mengalami gejala seperti berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas, sering merasa haus dan lapar, kesemutan pada tangan atau kaki, serta sering buang air kecil, segera lakukan tes ini untuk memastikan kemungkinan diabetes. Sebelum melakukan tes, Homiers disarankan berpuasa selama 8 jam. Tes gula darah puasa akan menunjukkan salah satu hasil berikut:
- Normal: 70-100 mg/dL
- Pra diabetes: 100-125 mg/dL
- Diabetes: ≥ 126 mg/dL
Tekanan Darah
Tekanan darah normal untuk usia di bawah 60 tahun adalah bilangan atas (sistolik) kurang dari 140 mm Hg dan bilangan bawah (diastolik) kurang dari 90, atau dibaca 140/90. Sedangkan pada usia di atas 60 tahun, standar normalnya adalah kurang dari 150/90 mm Hg. Tekanan darah di atas angka normal berarti hipertensi (tekanan darah tinggi). Untuk orang normal, tes dapat dilakukan tiap 1-2 tahun. Sedangkan orang yang mengidap hipertensi atau hipotensi perlu melakukan tes tiap tahun atau lebih sering.
Kolesterol
Kolesterol pada dasarnya adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, namun jumlah yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung serta stroke. Kolesterol normal adalah sebagai berikut:
- Kolesterol baik (high-density lipoprotein/HDL)sebaiknya di atas 60 mg/dL.
- Kolesterol jahat(low-density lipoprotein/LDL) sebaiknya di bawah 100 mg/dL.
- Trigliserida sebaiknya kurang dari 150 mg/dL.
- Total kolesterol sebaiknya di bawah 200mg/dL.
Bagi Homiers dengan kondisi kesehatan yang normal, tes dapat dilakukan tiap 5 tahun, dimulai dari usia 35 tahun. Namun jika Homiers gemuk, mengidap diabetes atau hipertensi, memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke dalam keluarga, merokok, tes ini bisa dimulai dari usia 20 tahun dan perlu lebih sering. Seperti tes gula darah, tes kolesterol memerlukan pengambilan sampel darah.
Kesehatan Jantung
Jantung adalah salah satu organ vital yang terdapat di dalam tubuh manusia. Pemeriksaan jantung dapat dilakukan dengan tes elektrokardiogram (EKG) atau dikenal dengan rekam jantung. Tes dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Dengan tes ini dapat dideteksi adanya detak jantung yang tidak normal atau gangguan lain seperti pembuluh darah tersumbat. Tes ini dilakukan jika Anda mengalami gejala penyakit jantung, seperti nyeri di bagian dada atau jantung berdebar.
Mata
Periksakan mata setiap 1-2 tahun terutama jika Homiers mengalami masalah penglihatan. Selain gangguan penglihatan, pemeriksaan pada anak bertujuan melihat kemungkinan mata malas atau mata juling. Sedangkan pada orang dewasa, pemeriksaan dapat mengetahui kondisi:
- Retinopati, kerusakan pembuluh darah di belakang mata misalnya akibat diabetes.
- Glaukoma, kerusakan saraf optik serta meningkatnya tekanan mata.
- Katarak, mata berkabut.
Kulit
Untuk mendeteksi kanker kulit, dapat dilakukan pemeriksaan dan jika perlu, pengambilan sampel kulit atau biopsi kulit. Kanker kulit merupakan tumbuhnya sel di dalam kulit yang tidak terkontrol. Tes dapat dilakukan segera ketika ditemukan perubahan tidak normal pada kulit, seperti ada benjolan; tahi lalat yang berubah warna, ukuran, atau berdarah; atau adanya jaringan abnormal pada kulit berwarna merah, putih, biru, atau kehitaman dengan perbatasan yang tidak teratur.
Telinga
Lakukan tes pendengaran (audiometri) jika Anda mengalami gangguan pendengaran. Audiometri digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan tuli, menentukan jenis dan tingkat gangguan pendengaran. Pemeriksaan pada bayi dan anak-anak diperlukan untuk mendeteksi masalah pendengaran yang dapat mengganggu kemampuan belajar, berbicara, dan memahami bahasa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat respons Anda pada suara.
Gigi
Tidak ada seorang pun yang terbebas dari plak dan karang gigi. Jadi, diperlukannya pemeriksaan gigi secara rutin tiap 6 bulan sejak dini untuk mendeteksi kondisi-kondisi seperti abses atau bengkak bernanah akibat infeksi, kerusakan di antara gigi, kerusakan tulang rahang, gigi impaksi akibat gigi bungsu tumbuh tidak normal, kista atau tumor. Jika ditemukan karang gigi, dokter akan membersihkannya atau scaling. Dan jika ditemukan tanda-tanda masalah pada gigi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan X-ray untuk menentukan tindakan medis yang dibutuhkan.
Tulang
Tes kepadatan tulang bertujuan untuk mengetahui kekuatan tulang dan membantu mendiagnosis osteoporosis (tulang keropos). Pemeriksaan dilakukan dengan X-ray atau CT scan. Tes perlu dilakukan oleh wanita berusia 65 tahun ke atas, laki-laki usia 70 tahun ke atas, atau siapa pun yang berisiko osteoporosis. Faktor risiko meliputi penggunaan obat steroid dalam jangka panjang, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, berat badan terlalu rendah, atau ada riwayat osteoporosis dalam keluarga.
Selain medical check-up yang disebutkan di atas, pastikan Homiers juga tahu akan pemeriksaan-pemeriksaan tertentu untuk mendeteksi beberapa jenis kanker, yang bisa muncul secara diam-diam, tanpa menyebabkan gejala apa pun. Medical check-up adalah langkah antisipasi yang efektif dalam mendeteksi risiko keberadaan penyakit di dalam tubuh. Lakukanlah secara rutin untuk mencegah perkembangan tingkat penyakit yang lebih parah di masa depan.
Sumber : alodokter.com














































