Rumah Dome Desa Teletubbies di Yogyakarta

Rumah Dome Desa Teletubbies di Yogyakarta

Rumah Dome Desa Teletubbies

Siapa yang tidak mengenal Teletubbies. 4 karakter lucu ini bernama Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Poo akrab menjadi kenangan saat masa kecil. Keempat karakter tersebut tinggal di rumah berbentuk setengah lingkaran. Kenyataannya rumah tersebut tidak hanya ada di dunia fiksi saja, bahkan ada satu desa di Sleman, Yogyakarta yang semua rumah memiliki bentuk setengah lingkaran mirip rumah teletubbies. Desa ini kemudian dikenal sebagai Desa Teletubbies.

Rumah Dome Desa Teletubbies

Bentuk Rumah

Adanya rumah-rumah berbentuk kubah atau setengah lingkaran ini bukan tanpa alasan. Komplek rumah dome dibangun sebagai tempat tinggal bagi warga pasca gempa besar yang melanda Yogyakarta pada tahun 2006 silam. Arsitektur rumah dirancang agar tahan gempa dan tahan api.

Bentuknya yang berbeda dari rumah kebanyakan ini membuat banyak wisatawan penasaran akan isi rumah dome. Meskipun terlihat kecil dari luar, ternyata rumah dome memiliki beberapa ruangan, bahkan memiliki dua lantai. Saat cuaca di luar sedang panas, maka udara di dalam rumah dome akan terasa dingin, dan saat sedang turun hujan, suhu ruangan di rumah dome ini akan terasa hangat.

Rumah Dome Desa Teletubbies

Fasilitas

Selain rumah-rumah penduduk, fasilitas umum yang ada di desa ini seperti mushola, poliklinik, dan aula pertemuan warga juga memiliki bentuk kubah dengan ukuran yang lebih besar.

Untuk menarik wisatawan, rumah dome yang awalnya hanya bercat putih saja, warga sekitar berinisiatif untuk mengecat dan menggambari rumah dome mereka sehingga terlihat lebih berwarna dan ceria. Saat hari libur, biasanya akan ada badut-badut teletubbies yang menyambut Homiers semua jika ingin mengunjungi desa teletubbies ini. Selain itu disini juga terdapat kereta kelinci yang akan mengajak Homiers mengelilingi Desa Teletubbies.

Komplek Desa Teletubbies ini terletak tidak terlalu jauh dari Istana Ratu Boko. Dan untuk mencapai desa ini, Homiers bisa menyusuri Jalan Raya Prambanan – Piyungan. Setelah Homiers melewati komplek Istana Ratu Boko, akan ada petunjuk di kiri jalan yang mengarahkan ke Desa Teletubbies.

 

kunjungi seputar informasi wisata lainnya di simplyhomy

 

Sumber : visitingjogja.com

3 Hal tentang Desa Wisata Tembi Yogyakarta yang Menarik untuk Anda Kunjungi

3 Hal tentang Desa Wisata Tembi Yogyakarta yang Menarik untuk Anda Kunjungi

Desa Wisata Tembi Yogyakarta

Kini perkembangan desa wisata di Yogyakarta semakin pesat. Fasilitas serta potensi yang dimiliki sebuah desa wisata semakin dikembangkan dan tak lupa juga upaya mempromosikan desa wisata tersebut. Namun? ketika berbicara mengenai desa wisata, tentu kurang afdol jika tidak menyinggung Desa Wisata Tembi yang digadang-gadang sebagai salah satu pionir munculnya desa wisata di Yogyakarta.

Desa Wisata Tembi didirikan pada tahun 2007. Desa wisata tembi ini menawarkan keasrian kehidupan di pedesaan dan aktivitas kerajinan yang jadi menjadi salah satu daya tarik pariwisata yang berada di kawasan Bantul. Sampai saat ini Desa Wisata Tembi tetap menjadi primadona bagi para wisatawan yang ingin merasakan bagaimana kehidupan di pedesaan.

Aktivitas Desa Wisata Tembi

desa wisata tembi

Berbagai aktivitas menarik dapat Homiers dilakukan disini, mulai dari turun langsung ke sawah untuk menanam dan memanen padi sampai keseruan belajar membatik langsung di bawah bimbingan para pembatik professional yang berada di desa ini.

desa wisata tembi

Desa Wisata Tembi juga menyediakan paket wisata kuliner tradisional untuk Homiers yang ingin berkunjung, seperti wisata keliling kawasan GMT (Gabusan-Manding-Tembi) dengan mengendarai becak, andong, ataul kereta mini serta paket wisata bertani, termasuk memandikan kerbau; dan paket wisata outbound.

Kawasan pedesaan yang masih sangat asri pun menjadi daya tarik utama Desa Wisata Tembi ini. Segarnya udara pedesaan, hijaunya areal persawahan, dan kearifan budaya lokal yang masih sangat kental tentu menjadi pengalaman baru buat Homiers yang sudah mulai penat dengan sibuknya kehidupan di perkotaan.

Ada Rumah Budaya di Desa Wisata Tembi

desa wisata tembi

Desa Wisata Tembi memiliki Museum Rumah Budaya Tembi atau Tembi House of Culture yang merupakan sebuah museum yang mengkhususkan pada kebudayaan jawa. Museum Rumah Budaya Tembi memiliki koleksi yang cukup variatif, diantaranya peralatan tradisional masyarakat jawa seperti peralatan dapur (tungku, dandang), persenjataan masyarakat jawa (keris, tombak), peralatan untuk bertani (bajak), peralatan seni (gamelan, batik). Gak ketinggalan juga koleksi peninggalan berupa foto-foto jaman dahulu, poster kuno, sepeda maupun sepeda motor kuno. Bahkan Museum Rumah Budaya Tembi ini memiliki perpustakaan yang memiliki koleksi naskah hingga mencapai kurang lebih 5000 buah. Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat, pukul 09.00-16.00 WIB.

Untuk lokasi Desa Wisata Tembi cukup dekat dari pusat Kota Yogyakarta. Homiers bisa ambil arah menuju Parangtritis. Setelah melewati gerbang Institut Seni Indonesia, Homiers akan menemukan gapura di kanan jalan bertuliskan Desa Wisata Tembi. Disinilah pengalaman baru Homiers akan dimulai.

 

 

Sumber :visitingjogja.com

Keindahan Produk Anyaman Bambu di Desa Wisata Sendari Jogja

Keindahan Produk Anyaman Bambu di Desa Wisata Sendari Jogja

Desa wisata Sendari Jogja merupakan salah satu desa wisata di Jogja yang memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan obyek desa wisata lainnya di Jogja. Desa wisata bisa dikatakan konsep wisata baru di Jogja yang menjadikan ciri khas kebudayaan dan tradisi asli masyarakat sebagai nilai jualnya. Desa wisata menampilkan suasana desa ditambah dengan kebudayaan dan tradisi warga setempat yang unik dan khas. Para wisatawan yang datang untuk menambah pengetahuan sekaligus pengalaman merasakan secara langsung suasana dan cara hidup masyarakat. Desa wisata Sendari ini bisa menjadi alternatif dari berbagai obyek wisata lainnya seperti pantai, bukit, kota dan lain-lain. Karena konsepnya bersifat edukasi sekaligus juga memberikan sensasi kepuasan tersendiri.

Nah, apa saja yang menjadi ciri khas serta daya tarik yang terdapat di Desa wisata Sendari? Simak berbagai ulasan dan informasi terkait sejarah, lokasi, alam dan produk desa wisata Sendari berikut ini.

 

Sejarah Desa Wisata Sendari

desa wisata sendari jogja

Sentra Kerajinan Bambu Desa Wisata Sendari, sumber medium.com

 

Sejak dahulu desa wisata Sendari menjadi pusat mebel bambu Sleman secara turun temurun, hal tersebut dikarenakan sejak dahulu di desa ini memang sudah terdapat banyak pohon bambu, bahkan di sekitar obyek wisata ini kini juga semakin banyak showroom kerajinan tangan dari bambu yang setiap harinya memang berproduksi. Kerajinan tangan dari bambu ini bisa berupa tempat tidur, kursi, dan meja yang memang sangat nyaman dan memiliki nuansa klasik sehingga sangatlah menarik perhatian para wisatawan. Tentunya akan membuat Homiers menjadi lebih nyaman menikmati pemandangan alam yang sangat indah.

 

Lokasi Desa Wisata Sendari

Perlu diketahui lokasi obyek wisata yang merupakan sentra kerajinan produk bambu ini berlokasi di Jalan Cebongan No.15, Sendon, Tirtoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Nah, untuk mengunjunginya maka Homiers bisa memulainya dari jalur selatan yaitu mulai arah Yogyakarta menuju Godean kemudian menuju jalan Cebongan. Kondisi rute perjalanan menuju obyek wisata sudah terbilang mumpuni. Lokasi bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan seperti kendaraan roda dua ataupun roda empat. Dengan demikian tentunya memang akan membuat perjalanan Homiers menjadi lebih menyenangkan.

Jarak tempuh jika berangkat dari titik nol km Jogja, sekitar 13 km yang bisa menghabiskan waktu kurang lebih selama 15 menit bergantung kondisi padatnya lalu lintas. Jika Homiers baru pertama kali berwisata di Jogja, Homiers bisa memanfaatkan fasilitas yang ada. Salah satu fasilitas wisata yang memberikan kemudahan untuk transportasi dan akses lokasi-lokasi wisata adalah sewa mobil Jogja. Selain lebih nyaman dan mudah, driver biasanya adalah warga asli Jogja yang bisa memandu perjalanan wisata Homiers ke berbagai obyek wisata yang ada.

desa wisata sendari jogja

Desa Wisata Sendari Jogja, sumber : navigasi-budaya.jogjaprov.go.id

 

Potensi Desa Wisata Sendari

Homiers tau apa saja yang menjadi potensi desa wisata Sendari? Ini dia potensi tempat wisatanya yang memang harus Homiers ketahui.

1. Pesona Alam

Ternyata pesona alamnya memang sangat indah dengan nuansa sejuk membuat banyak wisatawan semakin betah mengunjunginya. Degan kerajinan bambu tersebut Homiers dapat melihat nuansa pedesaan yang semakin bersifat alamiah. Oleh karena itu, tak heran kini semakin banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi obyek wisata ini.

2. Adat Istiadat

Perlu diketahui bahwa dengan mengunjungi obyek wisata ini, Homiers juga bisa mengetahui keadaan adat istiadat yang ada di desa tersebut. Salah satunya yaitu adat istiadat mengenai dunia pernikahan, kelahiran, dan selamatan orang yang telah meninggal. Di desa Sendari juga masih erat sekali dengan tradisi solawat, kenduren, ruwahan, tahlilan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dengan mengenal berbagai adat istiadat tersebut maka Homiers akan menjumpai berbagai peralatan tradisional yang digunakan untuk acara tersebut sehingga akan lebih mengenalkan kebudayaan yang ada di Indonesia.

3. Bangunan

Ciri khas lainnya yang ditemui adalah bangunan. Ketika mengunjungi lokasi wisata ini maka Homiers bisa menjumpai bangunan rumah yang masih berbentuk limas sehingga memang memberikan kesan adat tradisi yang kini sudah sangat langka di berbagai daerah. Oleh karena itu, rumah dengan bangunan limas kini seringkali dijadikan sebagai spot foto oleh para pengunjungnya. Kini memang semakin banyak orang yang senang mengunjungi desa wisata Sendari tersebut dengan melihat bangunannya yang bernuansa klasik dan unik.

4. Kesenian

Berikutnya kesenian asli dari daerah Yogyakarta juga seringkali masih dipertunjukkan di daerah ini sehingga membuat banyak wisatawan juga banyak yang betah tinggal lama di desa Sendari karena bisa menikmati keindahan alam disertai dengan melihat kerajinan tangan, bangunan, dan kesenian dengan adat istiadatnya yang masih alamiah untuk dikenalkan pada wisatawan asing.

desa wisata sendari jogja

Produk Bambu Desa Wisata Sendari, sumber : kerajinanindonesia.id

 5. Produk Desa Wisata Sendari

Perlu diketahui produk yang dikenalkan oleh desa wisata Sendari yaitu mulai dari lincak, meja, kursi, tempat tidur, dan juga lampu hias. Bahkan, masih banyak lagi jenis produknya yang kini dapat membuat ruangan rumah Homiers menjadi lebih terkesan modern dan menarik. Dengan berbahan bambu ternyata produk desa wisata Sendara sudah mulai banyak diekspor ke luar negeri mulai dari Amerika, Belanda, Prancis, Jepang, dan masih banyak lagi negara lainnya.

Nama : Desa Wisata Sendari
Alamat : Jl. Cebongan No.15, Sendon, Tirtoadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55287
Peta Google Maps : goo.gl/maps

 

 

Sumber : jogjacars.com

 

Desa Wisata Kerajinan Bambu Brajan Sleman Yogyakarta

Desa Wisata Kerajinan Bambu Brajan Sleman Yogyakarta

Desa Wisata Brajan adalah salah satu dusun sentra kerajinan bambu yang terletak di desa Sendang Agung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 20 Km arah barat kota Yogyakarta.

Awal perjalanan dari Tugu Yogyakarta, ke arah barat, ke Jalan Godean, ke jurusan Kalibawang. 200 m sebelum terminal pingitan, diketemukan jalan masuk ke utara, masuk ke jalan itu. Sampai dipertigaan (kurang lebih 500 meter) lalu belok kanan. Ikuti jalan tersebut kurang lebih 2 km. Homiers bakal sampai ke desa ini, gak udah khawatir tersesat karena ada papan petunjuk ke Desa Wisata Brajan.

Desa Wisata Kerajinan Bambu

Desa Brajan ini dikenal sebagai desa wisata kerajinan bambu karena 98 persen penduduknya adalah pengrajin bambu. Nama Brajan diambil dari Kyai Braja Setiko, seorang pertapa yang mengajarkan anyaman dari bambu untuk keperluan upacara adat. Ketika Kyai Braja meninggal, desa itu dinamai Brajan. Waktu itu, penduduk setempat pencahariannya adalah petani. Diwaktu luang banyak yang membuat peralatan dapur dari anyaman bambu, besek, wakul dan pincuk.

Desa Brajan ini mulai berkembang jadi pusat kerajinan bambu sejak tahun 1991. Salah satu perajin, yang merupakan generasi ketiga adalah Sulisman. Semula dia membuat 4 kerajinan bambu berupa kap lampu, tempat tisu, tempat buah dan tempat koran. Dulu dari simbah dan ayah hanya membuat cething dan peralatan dapur. Seiring dengan perkembangan jaman kerajinan bambu mengalami deversifikasi hingga saat ini telah menghasilkan lebih dari 110 jenis kerajinan bambu.

Desa Wisata Kerajinan Bambu

(jalan2.com)

 

Potensi Produk Kerajinan Bambu

Desa Wisata Kerajinan Bambu

Tiap bulan Brajan selalu menjadi tujuan Wisata Nusantara (Wisnu) dan Wisata Manca Negara (wisman), baik rombongan yang kebanyakan para siswa dan mahasiswa dari luar Jogja maupun perseorangan. Jika rombongan banyak, maka akan dibagi beberapa kelompok untuk mengunjungi tempat-tempat perajin. Ini dimaksudkan untuk meratakan pendapatan.

Desa Wisata Kerajinan Bambu

 

(sentrabrajan.jogjaplaza.com)

Para pengrajin sendiri telah mengetrapkan mutu produknya, jadi kerajinan bambu Brajan sudah dikenal di luar negeri seperi Malaysia, Australia dan Belanda.

 

Potensi Kesenian Tradisional

Desa Wisata Kerajinan Bambu

Tari Kuntulan (yogyakarta.panduanwisata.com)

Selain kerajinan dari bambu, Desa Wisata Brajan ini juga memiliki kesenian yang menjadi potensi wisata. Kesenian tersebut antara lain adalah Kuntulan (seni religius Islami), Campursari, Kerawitan, Cokekan dan Shalawatan. Dan juga keindahan alam pedesaan yang masih alami dan keramahan masyarakatnya akan menjadi pengalaman tersendiri bagi para wisatawan.

 

Wisata Kerajinan Bambu

Desa Wisata Kerajinan Bambu

Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan kerajinan bambu. Mau belajar kerajinan bambu, Desa Wisata Brajan menyediakan instruktur yang ahli dalam bidang anyaman bambu.

 

Wisata Alam

 

Jika Homiers ingin menikmati eksotisme keindahan panorama alam pedesaan yang masih alami, Homiers bisa tinggal di dusun Brajan selama beberapa hari. Aktivitas lain yang bisa dilakukan di dusun ini, adalah garap sawah; mencangkul, tandur padi, matun (menyiangi rumput), prosesi wiwitan, ani-ani (petik padi), mancing gurami, tangkap lele dan lain-lain.

Desa Wisata Kerajinan Bambu

Peta Desa Wisata Kerajinan Bambu Brajan, Sleman, Yogyakarta

 

 

Sumber : gpswisataindonesia.wordpress.com

Cobalah 9 Desa Wisata di Jogja yang Seru untuk Liburan

Cobalah 9 Desa Wisata di Jogja yang Seru untuk Liburan

Yogyakarta memang surganya tempat liburan. Mulai dari destinasi wisata alam sampai budaya, semua ada di sini. Jika Homiers sudah pernah menelusuri jalanan Malioboro atau berburu sunset di Istana Ratu Boko, coba sesekali berwisata ke desa wisata di jogja.

Ada banyak kegiatan seru anti mainstream yang bisa Homiers lakukan di desa-desa wisata di jogja ini. Mulai dari menanam padi, memetik buah langsung dari pohon, hingga membuat kerajinan dari gerabah. Sebagai referensi, berikut adalah 9 desa wisata di jogja yang bisa menjadi destinasi liburan Homiers selanjutnya.

Daftar isi 9 Desa Wisata di Jogja :

 

  1. Belajar Membuat Gerabah di Desa Wisata Kasongan

desa wisata di jogja

Sumber: Instagram hervieade

 

Desa wisata di jogja ini yang satu ini sudah banyak diliput oleh koran dan televisi nasional. Desa Wisata Kasongan terletak di Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Letak wisata Bantul Yogyakarta ini sekitar 7 km dari pusat kota.

Desa ini terkenal akan industri gerabahnya. Penggemar gerabah dari berbagai penjuru Indonesia sering datang ke desa ini untuk membeli gerabah dari berbagai pengrajin di Kasongan. Selain membeli gerabah yang sudah jadi, Homiers juga bisa belajar membuat gerabah sendiri lho!

[kembali ke atas]

  1. Belajar Kebudayaan Jawa di Desa Wisata Tembi
    desa wisata di jogja

Sumber: Instagram desawisatatembi

Homiers ingin merasakan tinggal di daerah pedesaan yang nyaman, tenang, dan asri sambil belajar tentang kebudayaan Jawa? Homiers bisa berkunjung ke Desa Wisata Tembi. Terletak di Desa Timbulharjo, Kabupaten Bantul, Desa Wisata Tembi menawarkan banyak lokasi wisata menarik untuk dikunjungi.

Misalnya saja galeri batik, galeri lukisan, restoran unik, cottage, hingga Museum Rumah Budaya Tembi yang memiliki koleksi berbagai peralatan tradisional yang biasa digunakan masyarakat Jawa. Koleksi tersebut seperti peralatan bertani, keris, tombak, gamelan, peralatan membatik, dan masih banyak lainnya.

Yang paling seru, Homiers bisa menginap di cottage atau rumah warga dengan biaya Rp 50.000—Rp 100.000 per orang untuk satu malam. Cocok banget kan untuk jadi pilihan wisata keluarga!

[kembali ke atas]

  1. Membuat Kerajinan Kulit di Desa Wisata Manding
    desa wisata di jogja

Desa wisata di jogja yang satu ini merupakan sentra pengrajin kulit yang terkenal di Yogyakarta. Hampir semua warga yang tinggal di desa ini berprofesi sebagai pengrajin berbagai kerajinan yang terbuat dari kulit, seperti tas, sepatu, dompet, jaket, topi, dan masih banyak lagi.

Desa wisata Manding ini terletak di Jalan Parangtritis KM 11, Kabupaten Bantul. Di desa ini, Homiers tak hanya bisa membeli berbagai aksesori yang terbuat dari kulit, tetapi bisa juga melihat proses pembuatan berbagai barang kerajinan. Homiers juga bisa belajar cara membuat kerajinan kulit hingga memesan aksesori maupun kerajinan kulit kepada pengrajin setempat.

[kembali ke atas]

  1. Membatik Kayu di Desa Wisata Krebet
    desa wisata di jogja

Desa wisata yang satu ini terkenal akan pahatan kayunya. Ada sekitar 14 sanggar seni di desa ini yang mengerjakan berbagai kerajinan dari kayu. Desa wisata di jogja ini, Homiers bisa melukis batik di atas kayu, istilahnya batik kayu. Mulai dari gelang topeng hingga patung pun bisa didekorasi dengan motif batik. Homiers juga bisa membeli hasil kerajinan dari para pengrajin di desa ini.

[kembali ke atas]

  1. Desa Wisata Ketingan, Surga Pecinta Burung
    desa wisata di jogja

Buat Homiers pecinta burung, wajib sekali singgah di Desa Wisata Ketingan. Desa ini dikhususkan untuk tempat pelestarian burung Kuntul dan Blekok yang saat ini populasinya semakin menurun. Selain mengunjungi tempat pelestarian burung, Homiers juga bisa mengunjungi pasar burung yang menjual berbagai jenis burung.

[kembali ke atas]

  1. Memetik Salak di Desa Wisata Trumpon
    desa wisata di jogja

Homiers suka buah salak pondoh? Cocok sekali jika mampir ke desa wisata Trumpon yang ada di Desa Merdikurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Di desa agrowisata ini, Homiers bisa berkeliling kebun salak pondoh, memetik buah salak langsung dari pohonnya, dan makan sepuasnya.

Kamu juga bisa mengetahui seluk beluk salak pondoh di sini. Perkebunan salak di sini ditata sangat indah dan nyaman untuk ditelusuri. Selain itu, kamu juga bisa melihat Gunung Merapi dari menara pandang yang ada di desa ini, lho!

[kembali ke atas]

  1. Membeli Kerajinan Bambu Langka di Desa Wisata Sendari
    desa wisata di jogja

Di Desa Wisata Sendari, Homiers bisa melihat pembuatan berbagai aksesori dari bahan baku bambu. Banyak di antara aksesori tersebut yang termasuk langka dan sulit ditemukan di daerah lain. Selain itu, kamu juga bisa melihat para pengrajin di desa ini yang membuat berbagai macam furnitur dari bambu.

[kembali ke atas]

  1. Desa Wisata Brajan, Sentra Kerajinan Bambu

Hampir mirip dengan Desa Wisata Sendari, Desa Brajan juga dikembangkan menjadi sentra kerajinan bambu. Kerajinan berbahan dasar bambu yang dihasilkan di desa ini bahkan sudah diekspor ke luar negeri. Di sini Homiers bisa menemukan berbagai jenis kerajinan bambu berkualitas yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

[kembali ke atas]

  1. Suasana Tradisional Masyarakat Jawa di Desa Wisata Tanjung

Desa wisata yang satu ini diresmikan pada tahun 2001 lalu dan menawarkan suasana tradisional masyarakat Jawa yang kental sekali. Mulai dari kebiasaan masyarakatnya sampai peralatan yang dipakai. Desa Wisata Yogyakarta ini berada di Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Sekitar 30 menit dari pusat kota Yogyakarta.

Banyak hal yang bisa Homiers nikmati di desa wisata Yogyakarta ini. Misalnya, ikut warga bertani di sawah karena mayoritas warga di desa ini berprofesi sebagai petani. Homiers juga bisa membuat batik, melihat atraksi jathilan, karawitan, dan juga ciciblung yang asyik sekali. Di desa ini juga terdapat bangunan Rumah Joglo yang konon telah berusia 200 tahun, lho!

[kembali ke atas]

Itu tadi 9 desa wisata di Yogyakarta yang harus Homiers kunjungi. Dan jangan lupa, jika Homiers punya rencana untuk liburan bersama keluarga atau teman nginepnya di Simply Homy Guest House. Karena di Simply Homy “Anda Tuan Rumahnya”

 

Sumber : blog.pergi.com