Investasi Properti Menguntungkan Yang Mana Antara Tanah,Rumah dan Guest House (Part 2)

Investasi Properti Menguntungkan Yang Mana Antara Tanah,Rumah dan Guest House (Part 2)

Membahas artikel sebelumnya tentang Investasi Properti Menguntungkan Yang Mana Antara Tanah,Rumah dan Guest House. Kali ini akan membahas dari (part 2). Berikut ini adalah kekurangan akan berinvestasi dalam bentuk rumah

Kekurangan investasi rumah

  • Membutuhkan asuransi untuk perlindungan dari musibah yang bisa saja terjadi
  • Setiap tahun selalu mengalami penyusutan nilai ekonomisnya
  • Membutuhkan biaya perawatan, apabila terletak pada komplek maka memerlukan biaya tambahan berupa keamanan, biaya kebersihan dan lain sebagainya
  • Setiap tahun wajib membayar pbb
  • Terkadang anda harus merawat atau merenovasi rumah apabila penyewa tidak merawat rumah secara baik

Investasi guest house / home stay

                Guest house atau home stay adalah yang awalnya rumah tetapi yang terletak pada lokasi strategis. Misalnya terdapat pada kota besar baik kota wisata atau kota pendidikan. Investasi ini bisa anda kelola dengan keluarga atau dapat bekerja sama dengan perusahaan menejemen guest house atau home stay. Untuk modal kita harus memilki rumah yang tidak kita gunakan untuk sebagai tempat tinggal dan modal untuk membeli pelengkapan standart home stay atau fee bagi yang bekerja sama dengan pihak manajemen guest house.

                Investasi jenis ini bukan suatu yang baru tapi sudah lama berkembang. Kebutuhan akan liburan dengan jumaha besar atau keluarga besar maka banyak wisatawan yang melirik home stay atau guest house karena dari biaya akan lebih murah di bandingkan bila menginap di hotel. Di semua tempat atau kota di indonesia selalu terdapat guest house bagai pribadi atau bekerja sama dengan pihak manjemen guest house. Berikut kelebihan dan kekurangan invest asi guest house

Kelebihan investasi guest house atau home stay

  • Dari segi pendapatan akan berlipat di bandingkan dengan sewa tahunan
  • Semua kebutuhan di atur pihak manajemen
  • Renovasi bagungan menjadi tanggung jawab pihak manajemen
  • Harga tanah akan naik berlipat setelah proses kerja sama
  • Tidak perlu report dalam artian mendapat passive income

Kekurangan investasi guest house atau home stay

  • Membutuhkan fee selain rumah yang akan di investasikan
  • Proses kerjasama memerlukan waktu atau tahunan tergantung pihak manjemen mulai dari 3 sampai 5 tahun
  • Harus memenuhi syarat yang telah ditentukan pihak manajemen

Demikian macam macam bentuk investasi kelebihan dan keurangan semoga dapat menjadi perhitungan anda dalam berinvestasi. Semoga sukses berinvestasi

Recommended for you

Source :

  • image via s-media-cache-ak0.pinimg.com
Lokasi Bisnis Investasi Properti dengan Market Besar Tahun Ini yang Tidak Boleh Anda Lewatkan Untuk Anda yang Suka Berbisnis

Lokasi Bisnis Investasi Properti dengan Market Besar Tahun Ini yang Tidak Boleh Anda Lewatkan Untuk Anda yang Suka Berbisnis

Bisnis investasi properti memang menjanjikan keuntungan yang berlipat . Akan tetapi , bagaimana prediksi dengan bisnis investasi properti pada tahun 2017? Banyak pakar memprediksi bila pertumbuhan ekonomi 2017 akan tumbuh di atas 6% dan untuk pasar properti, bisa naik hingga 10% – 20%. Terlihat sangat menjanjikan untuk investasi.

Dikarenakan pangsa pasar properti yang selalu meningkat setiap tahunnya. Maka sektor properti adalah sektor yang sangat menjanjikan dan aman unutuk bisnis properti yang menguntungkan. Terlebih lagi Indonesia berpartisipasi dalam MEA atau Masyarakat Ekonomi Asean pada awal tahun 2016 lalu. Dengan adanya potensi pergerakan masuk dan keluar tenaga kerja, diperkirakan akan terjadi peningkatan tenaga kerja asing ke negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Hal inilah yang membuat potensi investasi di industri properti justru menguat.

Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW) mempunyai pendapat bahwa lokasi-lokasi panas sebagai destinasi investasi yang paling diburu tahun ini.

Wilayah Indonesia Timur akan muncul sebagai kuda hitam, menyaingi wilayah Indonesia Barat. Kawasan-kawasan tersebut adalah Balikpapan, Samarinda, Makassar, Ambon, Manado, Kupang, dan Mataram.

Sementara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), para pengembang akan mengubah peta areanya ke Koridor Timur. Salah satu lokasinya adalah Bekasi.

Di kawasan ini, harga tanah masih relatif lebih kompetitif yakni sekitar Rp3 juta hingga Rp9 juta per meter persegi. Dengan kisaran harga sebesar ini, masih punya peluang besar untuk mengembangkan bisnis properti agar lebih menguntungkan.

Selain Bekasi dan wilayah lainnya di Koridor Timur, kawasan Sentul, Bogor juga akan menjadi titik panas pembangunan dan wilayah ekspansi pengembang di 2017.

Sementara Serpong, BSD City dan Alam Sutera tidak lagi menjadi sasaran utama karena harganya sudah terlampau mahal.

Untuk informasi tambahan, harga tanah di Serpong dan sekitarnya pada saat ini berada di kisaran harga Rp20 juta hingga Rp28 juta per meter persegi.

Kelas Menengah

Selain kawasan panas, tahun ini juga diprediksi merupakan kebangkitan bisnis properti. Segmen menengah masih menjadi sasaran primadona pengembang dan investor properti.
Segmen menengah yang dimaksud adalah mereka dengan kemampuan daya beli rumah atau apartemen seharga Rp300 juta hingga Rp1 miliar.

Meski begitu, masih diragukan para pengembang akan masuk ke pasar ini. Kalau pun mereka terjun, maka hal itu terpaksa dilakukan karena baru menyadari betapa besar potensinya.

Potensi pasar rumah menengah ke bawah memang sangat potensial. Cushman & Wakefield Indonesia melansir, dari segi komposisi penjualan, rumah untuk segmen kelas menengah bawah membuat lonjakan yang signifikan Para pengembang sudah mengetahui bahwa pasar paling potensial untuk sekarang ada di kisaran harga Rp300 juta sampai Rp1 miliar. Jadi celah itu yang semestinya dimasuki oleh pengembang, untuk memperluas proyek bagi segmen menengah ke bawah.

Apakah anda tertarik investasi bisnis properti. Bisnis yang sangat amat karena juga sebagai pendapatan juga untuk masa depat anda dan keluarga.

Recommended for you

Source :