Yogyakarta Kota Untuk Investor

Yogyakarta Kota Untuk Investor

Sektor pariwisata di Kota Yogyakarta mengalami perkembangan yang pesat, dari tahun ketahun jumlah wisatawan terus meningkat. Memasuki liburan musin panjang akhir tahun wisatawan yang menginap di hotel mulai terlihat, dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY RM Istidjab Danunegoro di sela perbincangan dalam meeting PHRI akhir tahun di Sheraton Mustika Hotel pada Rabu 27 desember 2013: dari 29 hotel berbintang dan 1.100 hotel melati lainnya yang tercatat aktif dalam PHRI mengalami kenaikan 90%, tentu ini adalah kabar yang baik untuk para pengusaha di bidang penginapan / perhotelan.

investasi property yang semakin meningkat di jogjaPrediksi mengenai kenaikan harga jumlah wisatawan ke Yogyakarta sudah siapkan oleh para pelaku usaha / investor di bidang penginapan dengan menambah jumlah hotel yang ada di Yogyakarta dari beberapa hotel berbintang yang baru hingga beberapa hotel kelas melati ternyata belum mampu memenuhi jumpah permintaan pada waktu tertentu. Bahkan dari tanggal 25 desember 2013, di sela perbincangan PHRI DIY beberapa manager marketing mengatakan jika hotel – hotelnya sudah habis terboking pada 25 desember 2013.

Hal ini tentunya menjadi topik dala perbincangan di PHRI, Istidjab Danunegoro mengutarakan tingginya tingkat wisatawan ke Yogyakarta ini di pengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya suasana yang kondunsif, dan pada tahun 2013 ini kota Yogyakarta juga endapatkan penghargaan sebagai Kota Ternyaan Untuk Dihuni. Pada Kesempatan meeting akhir tahun PHRI DIY 27 Desember 2013 di Sheraton Mustika Hotel, PHRI DIY juga menargetkan Kota Yogyakarta sebagai Kota “Destination Wedding Culture”. Data dari PHRI DIY untuk “Destination Wedding Culture” mencatatkan kota Yogyakarta saat ini memang belum sebagai kota pertama, namun dengan beberapa keunikan yang ada di dalam kota Yogyakarta dan beberapa penghargaan lainnya target sebagai “Destination Wedding Culture” akan mamapu di raih dan seiring dengan pertubuhan jumlah wisatawan.

Penghargaan sebagai “Kota Ternyaman Untuk Dihuni” tentunya merupakan sinyal positif bagi semua sektor usaha di kota Yogyakarta, khususnya pada usaha di bidang perhotelan dan mampu menarik jumlah wisatawan maupun investor yang datang ke kota Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *