6 Ide Passive Income Yang Bisa Anda Coba Salah Satunya Property Passive Income Yang Populer

6 Ide Passive Income Yang Bisa Anda Coba Salah Satunya Property Passive Income Yang Populer

Ada yang bilang mobil itu aset. Ada yang bilang tanah itu aset. Ada yang bilang beli apartemen itu beli aset. Tapi ternyata semua-nya SALAH. Kita sering berpikir berinvestasi membeli asset, ternyata kita membeli liabilitas!

Ada ratusan cara mendapatkan passive income yang bisa Anda cari di Internet, tapi tetap, Anda harus mencobanya dan membuktikan apakah cara itu berhasil dan cocok bagi Anda. Dunia telah berubah drastis dengan semakin hebatnya teknologi digital. Banyak sekali peluang-peluang bisnis yang muncul, termasuk menjadikan asset digital sebagai passive income. Inilah 6 ide mendapatkan passive income yang wajib anda coba

  1. Ilmu investasi
    Sebelum masuk dalam investasi dengan uang, pastikan Anda sudah berinvestasi lebih dulu ilmunya. Anda bisa berinvestasi dengan uang, seperti ikut seminar, beli buku, ikut workshop, bayar konsultan atau investasi dengan networking, silaturahmi ke orang-orang yang Anda anggap sukses dalam berinvestasi, atau juga investasi dengan waktu, misalnya bekerja ke bidang yang berhubungan dengan investasi, atau menyediakan waktu untuk mencari dan mengumpulkan informasi yang tersedia di internet.
  1. Property yang disewakan
    Hari ini property masih menjadi primadona investasi. Kenapa, karena PROPERTY ITU MEMILIKI 2 MATA UANG. Artinya bisa menghasilkan passive income atau yang di kenal property passive income, yaitu cashflow harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan. Dan juga memiliki capital gain. Artinya nilainya yang selalu meningkat setiap tahunnya (hmmm.. Bener nih??? -> ternyata tidak juga sih, karena jawabnya bisa juga tergantung. Salah beli property juga bisa fatal. Misal salah beli lokasi, beli di harga yang salah, tidak memahami legalitas, dan banyak lagi lainnya.
  1. Membangun bisnis
    Bisnis adalah mesin uang terbaik. Dan tentu membangun bisnis yang kuat dan besar membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Era internet merubah bisnis menjadi lebih cepat sukses dengan modal yang minimal. Bangun bisnis dengan mengenali trend dan menggunakan bantuan social media membuat kecepatan bisnis sangat-sangat cepat dan bisa dihandalkan. Kini banyak anak SMA atau masih kuliah sudah menghasilkan jutaan rupiah dari bisnis. Selanjutnya adalah membangun tim, dan sistem kontrol. Sehingga bisnis dapat benar benar berjalan.
  1. Membangun Aset Social Media
    Masih ingat jaman twitter berjaya sekitar 3 tahun yang lalu. 1 tweet bisa dihargai 5-15 juta! Luar biasa ya. Inilah asset digital. Di era saat ini semua orang punya kesempatan membangun “harta karun” di internet dengan cara gratis atau tanpa biaya. Buka akun fb gratis, bikin instagram gratis, tapi Anda bisa menjualnya dengan harga yang sangat mahal dan ada yang mau beli. Tapi Anda juga harus tahu, asset digital cepatlah berubah. Bagaimana friensters akhirnya tutup, twitter sudah tidak seheboh dulu, tapi di sisi lain ada social media lain yang naik daun misalnya saja youtube. Jika Anda saat ini jago bikin video pendek, lalu bisa membuat konten viral, punya jutaan viewer dan subscriber itu bisa menjadi asset. Video youtube Anda juga bisa di tambahi muatan iklan adsense.
  1. Menulis buku, dan affiliasi
    Ini menarik, karena di era digital ini banyak perubahan terutama buku serta musik. Tapi bukan tidak mungkin mendapatkan penghasilan, karena ada istilah lain membangun afiliasi. Anda bisa membangun afiliasi dari produk yang Anda buat, dan sekaligus bisa memasarkan juga produk orang lain yang bersedia berbagi komisi. Royalti bagi banyak penulis, terutama yang pemula sudah tidak menarik lagi. Kebanyakan sekarang melakukan self publishing dan marketing melalui social media seperti facebook,Instagram dan lainnya.
  1. Membangun Aset Digital
    Bangun website. Anda bisa memasang iklan adsense, atau menyewakan halaman Anda untuk disewakan orang lain. Salah satu apps yang paling banyak mendapatkan income adalah game seperti yang ada dapan playstore android. Bangun kursus online. Anda pasti memiliki skill yang belum tentu orang lain jago. Anda bisa membuat kursus online tanpa harus ribet membangun website sendiri. Situs seperti udemy akan membantu kita untuk mendapatkan penghasilan dari kursus yang kita buat.

Demikin tips beberapa contoh passive income yang bisa di coba mungkin kalua semua kami jabarkan aka ada ratusan cara untuk mendapatkan passive income.

recommended for you :

 

Source :

 

Inilah Keuntungan Bisnis Passive Income Terutama Dalam Bidang Usaha Property Passive Income

Inilah Keuntungan Bisnis Passive Income Terutama Dalam Bidang Usaha Property Passive Income

Pernah mendengar kata passive income? Kata tersebut sering di ucapkan oleh para leader marketing (mlm). Passive income sering didengungkan sebagai salah satu keberhasilan akan pencapaian anggota MLM yang telah mencapai level level tertentu. Apa yang menarik dari passive income kenapa para leader tersebut selalu mendengunkan sebagai sebuah hal besar yang akan diperoleh bila berhasil mencapai kualifikasi dalam system marketing berjenjang.

            Passive income adalah sebuah pendapatan yang anda peroleh atas seatu kegitan ekonomi, namun anda tidak aktif dalam kegiatan tersebut secara langsung, lebih tepatnya anda hanya mendapatan laporan dan keuntungan yang dibagi menurut waktu tertentu. Dengan pengertian singkat di atas anda tidak perlu mengikuti bisnis mlm yang membuat anda tertipu atau di rumitkan dengan system sistemnya. Banyak sekarang bisnis passive income yang berbeda dengan MLM dan aman baik dalam bisnis ataupun perjanjian kerjanya.

Berikut beberapa cara untuk mendapatkan Passive income :

  • Menjual Informasi
    Passive income diperoleh dari pendapatan jenis ini biasanya berbentuk E-book, CD dan DVD. Namun cara jenis ini bukanlah suatu cara yang mudah dan instan.  Seperti produk yang dibangun pada umumnya. Anda memerlukan ide yang kreative dan usaha keras agar produk berupa informasi yang anda jual selalu menjadi pembicaraan dan diinginkan oleh banyak orang. Namun, bila anda sekali saja sukses menjual produk tersebut, maka income yang cukup besar dari perputaran penjualan produk ini sangatlah besar.
  • Persewaan Properti
    Untuk persewaan properti yang akn dijalankan anda perlu memikirkan dahulu tentang biaya yang akan digunakan untuk perawatan dan juga pajak yang akandikeluarkan setiap bulannya atau setelah penyewa berhenti masa kontrak habis. Dan yang tidak kalah penting adalah lokasi dari properti tersebut yang akan mempengaruhi jumlah peminat serta harga yang anda pasarkan.
  • Afiliate Marketing
    Anda perlu memilki suatu blog website  untuk dapat menjadi seorngan affiliate marketer. Dari situ anda cukup menyematkan sebuah link agar pengunjung situs atau blog anda  juga mengunjungi situs penjual produk tertentu. Anda akan mendapatkan dari setiap kunjungan yang berasal dari tautan situs yang anda sematkan pada blog/situs milkik anda sendiri. Untuk mendapatkan pasif income yang maksimal, anda perlu membuat konten dan situs yang menarik tentunya
  • Deviden
    Deviden adalah sutu pembagian keuntungan dari berjalanya sebuah usaha perusahaan. Ini adalah cara yang sangat popular dan banyak digunakan orang untuk mendapatkan sebuah pasife income.  Tetapi anda harus mencermati untuk cara ini, anda harus benar benar bisa menilai mana yang mempunyai kinerja baik dan selalu mendapatkan nilai positif dari tahun ke tahun.
  • Waralaba / Franchise
    Ini adalah usaha yang populer untuk tahun tahun modern sekarang ini. Karena jenis usha ini adalah dapat terlihat secara fisik dan dapat anda pantau langsung. Bisnis property passive income sudah sangat menjamur di indonesia. Misalnya saja mini market( alfamar,indomart) guest house, kafe atau makanan. Tapi terlebih dahulu anda harus bergabung untuk mendapatkan passive income. Anda harus mengukuti  standar perusahaan tersebut bila menjadi franchise / waralaba.

Demikian artikel tentang passive income semoga membantu anda untuk pemilihan passive income. Karena kebutuhan anda yang dituntut semakin besar dari waktu ke waktu.

recommended for you :

source :

Inilah Cara Mendapatkan Property Passive Income Plus Ditambah 4 Aset Passive Income Lainnya

Inilah Cara Mendapatkan Property Passive Income Plus Ditambah 4 Aset Passive Income Lainnya

Sebagai orang yang ingin memiliki passive income, anda harus fokus membangun aset. Aset seperti apa yang harus dibangun guna memiliki passive income? Setidaknya ada 5 aset yang dapat menjadi sumber passive income untuk anda. 5 aset yang dapat menjadi sumber passive income antara lain:

  1. Properti yang disewakan atau Property Passive Income
    Hunian kos-kosan atau rumah yang disewakan bisa menjadi salah satu aset sumber passive income anda. Ketika sebuah rumah disewakan sebagai hunian kos-kosan maka rumah tersebut menjadi asset bagi anda. Mengapa? Karena akan ada orang yang tinggal dan membayar biaya sewa atas rumah tersebut. Bayangkan kalau anda punya sebuah hunian kos-kosan yang menampung 8 orang. Dari setiap orang, tiap bulannya anda menerima uang sewa 500 ribu rupiah. Jadi, jika 500 ribu rupiah x 8 orang maka dalam sebulan anda bisa mendapatkan omzet 4 juta rupiah. Ingat, ini masih berupa omzet. Omzet ini nantinya akan dikurangi oleh biaya pengelolaan rumah kos-kosan. Contoh biaya dalam pengelolaan rumah kos-kosan misalnya : biaya gaji asisten rumah tangga, biaya listrik, biaya internet,biaya air(PDAM) dan sebagainya. Jika anda ingin memiliki passive income, salah satu aset yang dapat anda bangun adalah properti (hunian). Miliki properti dan kemudian sewakan properti anda. Uang sewa dari properti tadilah yang bisa menjadi passive income bagi anda sehingga terciptalah property passive income.
  1. Pendapatan dari investasi pada aset-aset kertas
    Contoh investasi pada aset kertas misalnya : reksadana, saham, kontrak berjangka, dan lain-lain. Jika anda tidak tertarik untuk berinvestasi pada aset nyata (fisik) seperti properti, anda dapat mencoba berinvestasi pada aset kertas seperti reksadana atau saham. Ketika anda mampu menjalankan investasi dengan baik, maka aset-aset kertas (misal : reksadana) yang anda miliki dapat menjadi sumber passive income. Pendapatan dari investasi saham atau reksadana inilah yang dapat menjadi passive income untuk anda. Saat anda berinvestasi pada reksadana maka anda tidak harus aktif bekerja. Justru sebaliknya, uang yang anda miliki yang akan bekerja untuk anda.
  1. Royalti
    Ketika anda memiliki hak cipta atas sebuah karya, maka anda berhak untuk mendapatkan royalti atas penggunaan karya-karya yang telah anda ciptakan. Salah satu profesi yang dibayar dengan royalti adalah profesi penulis buku. Penulis buku mendapatkan bayaran dalam bentuk royalti atas buku-buku yang telah mereka tulis. Salah satu sumber passive income saya adalah dari royalti sebagai penulis. Tak hanya penulis buku, profesi seperti musisi (pencipta lagu) juga merupakan contoh profesi yang biasanya dibayar dengan royalti. Ketika anda menciptakan sebuah lagu, lalu lagu tersebut dipakai untuk soundtrack acara televisi, diputar di radio/di ruang publik, maka anda berhak atas royalty dari karyanya. Royalti ini akan terus dibayarkan selagi karya anda masih dibeli/dipakai orang lain. Nah, dari pembayaran royalti inilah anda bisa mendapatkan income meski anda tidak aktif bekerja. Anda dapat membangun aset dalam bentuk karya-karya yang menghasilkan royalti. Banyak orang tua yang melarang anaknya untuk jadi seniman ataupun penulis. Mereka berasumsi bahwa profesi penulis dan seniman merupakan profesi yang tidak bisa diandalkan untuk membiayai hidup. Padahal, anggapan semacam ini belum tentu tepat. Mengapa? Karena profesi penulis/seniman termasuk profesi yang dibayar dengan royalti. Si penulis atau siapapun yang punya hak cipta bisa terus dibayar dengan royalti selagi karyanya digunakan oleh orang-orang. Ada beberapa orang penuls yang mendapat banyak royalty seperti raditya dika yang berawal dari seorang penulis yang melambungkan namanya. Dan banyak lagi penulis penulis yang mendapatkan royalty yang tidak hanya sebagai passive income tapi sudah menjadi pendapatan utamanya. Hanya saja, memang untuk menjadi penulis/seniman yang kaya jelas butuh proses dan perjuangan.
  1. Bisnis yang berjalan secara otomatis
    Aset ke-4 yang dapat dibangun untuk menghasilkan passive income adalah bisnis yang berjalan secara otomatis. Bisnis yang berjalan secara otomatis adalah bisnis di mana sang pemilik (owner) tidak harus terlibat dalam proses operasional bisnis. Ketika seorang pemilik bisnis bisa meninggalkan proses operasional dan bisnisnya tetap berjalan, maka saat itu juga si pemilik bisnis mendapatkan passive income. Mengapa? Karena ia tidak harus terlibat dalam proses operasional bisnisnya. Ia tidak harus bekerja secara aktif, tetapi uang tetap mengalir ke kantongnya. Untuk memiliki aset dalam bentuk bisnis yang berjalan secara otomatis, ada dua cara yang dapat anda pergunakan. Dua cara tersebut antara lain :

    Membeli sistem bisnis (waralaba), atau membangun bisnis sendiri yang nantinya dapat berjalan secara otomatis.

    Contoh bisnis waralaba misalnya restoran cepat saji kfc, mcdonald’s, indomaret, alfamart,guest house dan masih banyak lagi. Ketika anda membuka bisnis dengan sistem waralaba, maka anda akan membeli sistem bisnis (waralaba) dari pemilik waralaba (franchise). Nah, sistem yang anda beli tadilah yang akan dipakai sebagai bisnis anda nantinya. Proses operasional bisnis anda akan sama dengan bisnis-bisnis lain yang satu brand dengan anda. Ambil contoh, anda membeli franchise guest house, maka cabang guest house yang nanti anda buka juga akan sama (atau setidaknya mirip) dengan cabang guest house di tempat lain. Untuk memiliki bisnis dengan sistem waralaba, maka anda perlu memiliki modal uang untuk membeli franchise tersebut.

    Cara kedua yang dapat digunakan apabila ingin punya bisnis yang berjalan secara otomatis adalah dengan membangun bisnis anda sendiri. Apapun bisnis yang akan anda bangun, anda harus punya misi untuk menjadikan bisnis anda berjalan secara otomatis. Jika keinginan anda adalah memiliki passive income, maka mau tidak mau, anda harus mengarahkan bisnis anda ke bisnis otomatis. Usahakan bisnis anda dapat berjalan tanpa campur tangan anda dalam proses operasional. Contoh, anda membuka warung mie ayam. Nah, upayakanlah agar warung mie ayam ini nantinya dapat berjalan secara otomatis tanpa anda harus terlibat dalam operasional warung tersebut. Jika warung mie ayam anda sudah bisa berjalan secara otomatis, maka anda berhasil memiliki sumber passive income.

  1. Mlm (multi level marketing)
    Aset ke-5 yang juga dapat dibangun guna menghasilkan passive income adalah mlm (multi level marketing). Terlepas dari berbagai pro dan kontra masyarakat terhadap mlm, mlm tetap merupakan sumber passive income. Bagi mereka yang sungguh-sungguh tekun menjalankan mlm, maka mereka akan memiliki aset dalam bentuk network, yang mana network/jaringan inilah yang nantinya akan menghasilkan uang ke kantong mereka. Dari ke-5 aset di atas, saya pribadi lebih memilih fokus pada 4 aset pertama yakni : properti, investasi aset kertas, royalti, dan bisnis yang berjalan secara otomatis. Mengapa tidak mlm? Saya tidak alergi pada mlm. Hanya saja, pada dasarnya saya kurang cocok (tidak nyaman) dengan mlm. Alhasil ketika ada teman yang menawari saya untuk join di mlm mereka, hampir pasti saya akan menolak. Tak jadi soal aset mana yang ingin anda bangun, yang penting anda mau berkomitmen dan berproses untuk membangun aset tersebut. Mulai sekarang, mari anda bangun aset yang lebih banyak lagi dan lebih bermanfaat.

recommended for you :

 

source :

 

Inilah Cara Investasi Properti  yang Baik dan Dapat Anda Terapkan Sehingga Keuntungan pun Bisa Anda Raih

Inilah Cara Investasi Properti yang Baik dan Dapat Anda Terapkan Sehingga Keuntungan pun Bisa Anda Raih

Investasi properti merupakan salah satu investasi favorit selain beberapa investasi yang ada seperti saham, emas, surat hutang (bond) dan aset berharga lainnya. Investasi properti dapat biasanya menggunakan pinjaman bank jadi nantinya akan membutuhkan modal yang jauh lebih rendah untuk mendapatkan nilai aset yang jauh lebih tinggi dan bila nantinya akan disewakan maka akan menjadi pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar cicilan bank.

Beberapa faktor lainnya mengapa investasi properti jauh lebih menarik dan menguntungkan dibandingkan dengan investasi aset lainnya antara lain :

  • Investasi properti jauh lebih stabil dibandingkan saham yang dapat turun secara cepat
  • Harga properti yang selalu cenderung naik sesuai dengan peningkatan ekonomi dan daya beli
  • Populasi yang terus bertambah dan tanah tidak bisa berkembang
  • Dapat menghasilkan pendapatan sewa. (Emas dan saham yang tidak membayar dividen tidak bisa menghasilkan pendapatan tetap)
  • Tidak terpengaruh dengan inflasi
  • Keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan bunga deposito
  • Mudah untuk diversifikasi

Diversifikasi Investasi Properti

Investasi properti mudah untuk didiversifikasi, sebagai investor properti yang cermat, anda dapat mendiversifikasi portfolio anda dengan tipe investasi yang berbeda seperti residential dan commercial. Contoh residential properti seperti rumah dan apartemen. untuk commercial contohnya seperti ruko, shopping mall, hotel, kantor, restoran, dan lainnya.

Selain tipe properti, investor yang cerdas biasanya mendiversifikasikan properti mereka berdasarkan negara. Destinasi yang paling diincar oleh investor adalah negara yang memiliki minat sewa yang cukup tinggi dan stabilitas ekonomi yang baik seperti Singapura, Australia, London, Manchester. Untuk anda yang memiliki preferensi investasi di negara berkembang yang memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi biasanya akan berinvestasi di negara seperti Filipina, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia dan indonesia

Bagaimana cara investasi properti yang baik

  1.  Lokasi
    Anda harus melihat lokasi properti yang nantinya anda investasikan. Berikut beberapa pertanyaan yang harus anda cari tahu mengenai lokasi properti anda. Apakah dekat dengan pusat kota dan bisnis? Seberapa mudah akses menuju lokasi properti nantinya dengan kendaraan pribadi maupun transportasi publik seperti bus atau alat transportasi lainnya? Apakah ada pusat perbelanjaan terdekat, supermarket, tempat makan, klinik atau rumah sakit, dan sekolah di sekitar properti tersebut?
  2. Rencana perkembangan lokasi
    Lebih lanjut, anda perlu mengetahui rencana perkembangan di lokasi sekitar properti anda. Apa ada konstruksi shopping mall, daerah perkantoran, atau lainnya yang dapat mendorong lokasi ini menjadi lebih menarik dan harga properti tersebut menjadi lebih tinggi dari nilai pasar.
  3. Reputasi pengembang
    Reputasi pengembang merupakan salah faktor yang kerap terlupakan oleh para investor karena terlalu fokus terhadap berapa besar keuntungan yang bisa didapat. Resiko bangunan tidak selesai dibangun dan banyak kerusakan pada krontruksi dalam bangunan merupakan alasan mengapa anda perlu mempertimbangkan reputasi pengembang tersebut.
  4. Harga sewa dan potensi keuntungan
    Ini adalah 2 faktor mengapa orang investasi properti. Berapa pendapatan sewa yang bisa anda dapatkan dan potensi keuntungannya? Jika anda berinvestasi properti di luar negeri, anda harus perlu mempertimbangkan keuntungan dari pertukaran mata uang.

 

Recommended for you :

 

Source :

Cara Investasi Properti Dengan Smart Dan Tepat Yang Dapat Anda Terapkan  Part 2

Cara Investasi Properti Dengan Smart Dan Tepat Yang Dapat Anda Terapkan Part 2

Selamat hari jumat semuanya. Kembali kami akan melanjutkan tentang artikel beberapa waktu yang lalau tentang cara investasi properti dengan smart dan tepat yang dapat anda terapkan  tetapi sebelumnya anda bisa membaca artikel sebelumnya Cara Investasi Properti Dengan Smart Dan Tepat Yang Dapat Anda Terapkan Part 1 karena atikel ini sangat terkait.

Misalnya saja, anda membeli properti di lokasi a dalam perumahan a1, anda boleh memiliki aset properti lainnya di lokasi a dalam perumahan b1 atau bahkan kalau bisa di lokasi b perumahan a1. Hal ini bertujuan supaya anda bisa melakukan diversifikasi investasi kepada aset yang telah anda miliki, sehingga jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada salah satu perumahan, anda masih mempunyai lahan bisnis properti lainnya lagi yang bisa anda pergunakan untuk mendulang pundi-pundi rupiah.

Misalnya saja, kalau properti di satu kawasan yang terkena bencana alam dan risiko lainnya, maka anda masih memiliki aset lainnya yang berpotensi menguntungkan untuk anda. Selain itu, anda juga harus memperhatikan lokasi properti yang akan anda pilih tentunya, hal tersebut karena lokasi merupakan kunci utama dalam investasi properti bisnis anda. Semakin strategis lokasi properti yang anda miliki, maka potensi keuntungan yang lebih sedang menanti anda nantinya.

Memang benar, kebanyakan properti di kawasan strategis memang mahal, akan tetapi kalau konsumen meminati properti yang anda miliki, maka tidak ada salahnya anda melepaskan properti tersebut dengan harga jual yang lebih tinggi dari yang lain atau dari nilai pasar. Selain itu, properti di lokasi strategis sudah dipastikan tidak akan pernah sepi peminat.

Selain itu, ada satu hal lainnya yang harus anda lakukan sebagai penyempurna strategi investasi properti anda, yakni prmosi. Anda sangat beruntung, karena saat ini anda sudah dimanjakan dengan media internet dan media lainnya untuk sarana promosi yang cukup tepat dan tentu saja akan lebih cepat. Hal tersebut karena, berpromosi di internet akan berpotensi mendatangkan pembeli dari mana saja, tidak terbatas kepada orang-orang yang ada di daerah anda. Selain itu, biasanya berpromosi di internet akan mudah dijangkau oleh siapa saja dan bisa dilakukan kapan saja, biayanya pun relatif lebih murah, bahkan anda bisa menggunakan fasilitas gratis, sehingga ongkos atau modal anda tidak akan terbuang terlalu banyak untuk mempromosikannya.

Dengan melakukan strategi-strategi yang sederhana ini, kemungkinan besar usaha properti anda akan lebih berkembang nantinya, kini tinggal keberanian dan konsistensi anda untuk memaksimalkan semua aset properti yang anda miliki.

Selain memiliki persentasi keuntungan yang berlipa ganda, ada beberapa catatan penting lainnya yang wajib anda ketahui tentang bisnis investasi properti ini, dan bahkan berpotensi untuk memberikan kerugian yang jauh lebih besar daripada modal yang anda pergunkan. Tentu saja sebagai seorang investor, anda wajib mengetahui beberapa catatan penting dan termasuk kelemahan dalam investasi properti supaya dapat mengantisipasi kerugian dan menambah nilai jual dari properti anda.

  1. Beban perawatan
    Sebagai investor, harusnya anda sudah mengetahui kalau bisnis properti ini bukanlah bisnis gratis dimana anda tinggal membeli properti kemudian membiarkan properti tersebut berbuah seperti apa yang anda inginkan. Makanya, untuk membuat aset anda ini menghasilkan pendapatan yang tidak terhingga, anda harus memastikan properti tersebut dalam keadaan baik-baik saja dan tidak terjadi kerusakan .selain itu, properti yang dibiarkan rusak akan membuat harga jual dari aset anda menjadi turun, sehingga kemungkinan besar anda mengalami kerugian. Makanya, untuk menghindari itu semua, anda juga harus menyediakan biaya perawatan supaya properti anda dalam kondisi yang terawat sampai nanti benar-benar bisa dijual dan menghasilkan keuntungan yang besar bagi anda.
  2. Investasi padat modal
    Investasi properti bisa juga dikatakan sebagai investasi yang bersifat padat modal atau capital intensive. Hal tersebut karena semakin besar modal yang ditanamkan dalam properti yang anda miliki, maka semakin besar pula hasil yang didapatkan investasi properti tersebut. Tapi perlu dicatat, ini termasuk juga kepada biaya pembanguanan, perawatan dan tentu saja fasilitas lainnya yang ada dalam aset yang anda miliki.
  3. Keterjangkauan investasi
    Seperti kita ketahui, dalam bisnis properti, biasanya harga akan mencerminkan kondisi penawaran dan permintaan yang ada. Harga properti juga akan ditetapkan berdasarkan sifat-sifat pasar lokal dan adanya trend yang akan sangat memengaruhi kepada permintaan dan juga penawaran harga dari properti tersebut. Dalam hal ini, anda perlu mencermati kalau ada satu perbedaan signifikan antara menilai properti dan saham. Dimana pembelian properti ini biasanya akan melibatkan pihak ketiga, bisanya adalah bank atau pihak lainnya yang akan mencover dulu untuk biaya pembelian.
  4. Biaya transaksi yang tinggi
    Untuk bisa berinvestasi dalam sektor properti, mau tidak mau anda harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi jika dibanding dengan berinvestasi di sektor lain. Beberapa biaya yang harus anda penuhi adalah pajak terkait properti dan lainnya. Selain itu, anda juga harus memiliki modal yang tinggi, untuk mendapatkan properti dengan daya jual yang tinggi pula.
  5. Waktu lama untuk membeli
    Seperti kita ketahui kalau membeli produk properti yang sesuai keinginan tidak akan bisa anda dapatkan dalam tempo yang sangat singkat, anda harus menunggu dalam hitungan minggu, bulan atau bahkan tahun. Hal ini juga sebenarnya sudah dijelaskan dalam sifat properti yang tidak likuid. Bahkan seorang pakar properti yang berasal dari amerika serikat mengatakan kalau anda ingin berbisnis dalam properti, maka anda harus mencari 100 properti dengan hanya memilih tiga yang terbaik untuk mendapatkan satu properti yang anda inginkan.
  6. Terbatasnya pengetahuan
    Bisnis properti bisa disebut sebagai bisnis buta, karena mau tidak mau anda akan memiliki pengetahuan yang terbatas yang disebabkan karena properti itu bersifat lokal. Tentu saja, harga sebuah rumah di satu tempat tidak akan sama seperti daerah lainnya. Hal inilah yang membuat anda sebagai investor harus benar-benar jeli dan harus membuat survei terlebih dahulu terhadap lokasi properti yang anda incar. Jangan sampai anda membeli properti di daerah dengan harga lebih tinggi dari standar daerah itu.
  7. Penyusutan bangunan
    Sudah menjadi suatu yang biasa bila investasi properti yang berbasis pada tanah dan bangunan ini akan mengalami penyusutan setiap waktu, walaupun dari tahun ke tahun harga jual ini akan meningkat. Selain itu, anda juga harus tahu kalau bangunan berupa rumah secara teoritis memiliki umur pakai maksimal, meskipun begitu bangunan tetap saja akan menyusut.

    Celakanya, kalau rumah anda tidak terjual dalam jangka waktu yang lama, maka bisa-bisa bangunan rumah anda akan hancur atau minimalnya membutuhkan perbaikan atau perawatan. Baik itu perbaikan untuk perawatan maupun perbaikan model atau desain yang tiap waktu terus berubah.

  8. Hancur bila terjadi bencana alam
    Kalau dibandingkan dengan investasi yang lainnya, investasi properti ini dianggap memiliki memiliki risiko kehancuran tanah dan bangunan yang bisa disebabkan alam dengan kemungkinan yang sangat tinggi. Rumah anda bisa saja hancur karena gempa, tsunami, tanah longsor, kebakaran dan lain-lain. Walaupun begitu, ini masih bisa anda atasi dengan mengangsuransikan bangunan anda. Walaupun anda harus membayar preminya tiap bulan. Dengan mengetahui segala strategi dan berbagai macam potensi kerugian dalam bisnis properti ini, diharapkan anda akan lebih bijak dan lebih teliti dalam berbisnis investasi.

    Jadi ketika investasi properti anda mengalami hambatan, maka anda sudah siap dengan investasi lainnya untuk mencover segala kerugian yang akan terjadi. Intinya, keberanian anda dalam berinvestasi dan perhitungan yang tepat akan membuat anda seorang pemain besar dalam dunia investasi.

Source :

Recommended for you :